janji

12 2 1
                                        

  
Angin kencang berhembus dari jendela alyssa, dia bisa merasakan bahwa angin itu masuk ke kamarnya dari ventilasi dan menyapa nya agar ia segera terbangun.
Hari-hari yang dijalani arysa terasa sangat hampa, apalagi setelah ia berjanji kepada dirinya sendiri agar tidak menyusahkan siapapun yang ia temui. Trauma di hidupnya mendarah daging, dan membuatnya menjadi pribadi yang lebih pendiam dari sebelumnya.
Arysa berjalan ke arah toko buah dekat rumahnya sambil memegang selembar uang, yang memang disengaja untuk tidak membawanya.
Sesampainya di toko buah, arysa sibuk memilih buah yang akan dibelinya, namun seorang anak kecil datang kepadanya meminta diambilkan sebuah nanas yang tak terjangkau olehnya. Karena arysa juga memang ingin mengambil buah itu, ia lalu mengambil 2 kotak yang isinya buah nanas.
Saat hendak membayar, ia tersadar bahwa ternyata uangnya hilang dari sakunya dan terpaksa ia mengembalikan lagi buah yang diambilnya tadi. Namun saat hendak mengembalikan buahnya, Arysa ditahan oleh seorang perempuan tua cantik, yang ternyata adalah ibu dari anak yang ditolongnya tadi. Ibu tadi menawarkan akan membayarkan buah arysa. Karena merasa Arysa telah membantu anaknya.

“Nak, ibu bayarkan ya” kata si ibu

“Tidak usah bu, saya akan menaruhnya saja kembali ke tempatnya” Jawab arysa, tentu saja, ia tak mau jika harus menjadi beban orang lain, karena itu adalah janjinya.

“Kamu pasti berfikir ini akan merepotkan ibu ya? Tidak nak, lagian ini Cuma sedikit, menurut ibu, ini akan lebih menyusahkan, jika kamu tidak mau menerimanya, karena anak ibu memaksa agar ibu membelikan juga untukmu” jawab si ibu sambil tersenyum ramah

“Iya, kakak cantik, kakak cantik” sahut anak kecil itu tiba-tiba

Sebenarnya arysa tidak tega untuk menolaknya. Namun karena ia tidak ingin menyusahkan, terlebih lagi ia sudah berjanji untuk tidak menyusahkan orang lain di hidupnya. Maka ia langsung menolak tawaran ibu tadi.
Akhirnya ia pun berlalu dari sana dan hendak pergi ke sebuah taman, sambil merenungkan hal yang tak akan pernah ia lupa.
Tepat 3 tahun yang lalu, arysa bertemu dengan sosok yang sangat baik, dan sangat ia sayangi. Sebenarnya dia juga menyayangi arysa. Namun kesalahan arysa membuat semuanya menjadi kacau, dan ia tak henti menyalahkan dirinya sendiri akan kehilangan sosok itu. Pada saat itu, Arysa baru pulang dari kegiatan kampusnya, hujan lebat membuat arysa harus menunggu di depan halte, yang anehnya saat itu tak ada satupun angkotan umum yang lewat. Membuat arysa harus menunggu lama, karna tak sabar dalam perihal menunggu, arysa menelfon temannya itu untuk dimintai tolong menjemputnya. Temannya itupun meng-iya kan perkataannya, dan berpesan kepada arysa:
“Tunggu aku disana ya, jangan kemana-mana, aku akan segera berangkat rysa, kuharap kamu sabar menunggu, aku juga tidak membawa handphone ku, karena baterainya sedang tidak ada”
Arysa pun menunggu lama, jam pun berlalu dan angkotan umum pun sudah beberapa kali lewat, hingga angkotan umum yang terakhir datang dan menawari arysa kesempatan untuk pulang. Karena langit sudah berubah menjadi gelap.

“Neng mau naik kagak ni angkot? Daritadi saya liat, udah bolak-balik saya nih, tapi neng tetap disana, ngapain neng, yok pulang, ini angkot terakhir, udah gelap, nanti takutnya gak bisa pulang looo” sahut tukang angkot yang menggoda arysa agar segera naik ke angkotnya

“Ini kenapa dia lama banget ya? Udah gelap, apa dia ketiduran? Dia kan tukang tidur” batin rysa

Sebelum arysa memutuskan untuk naik angkotan umum, dia kembali menelfon keluarga temannya itu, namun tidak ada yang merespon handphone arysa, akhirnya arysa pun menaiki angkot itu.
Di perjalanan pulang, arysa mendapatkan telfon yang tak dikenal. Awalnya arysa tidak ingin mengangkat karena suasana hatinya sedang buruk. Namun telepon itu berkali-kali menelfonnya, Hingga akhirnya arysa menyerah dan mengangkatnya. Ternyata itu adalah telepon dari post satpam di kampusnya, yang mengabari bahwa teman arysa kecelakaan di dekat sana.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 23, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

janji Stories to obsess over. Discover now