Di kelas yang cukup ramai dengan para murid yang sedang mengobrol karena belum bel masuk
tiba-tiba saja pintu kelas terbuka dengan cukup keras sehingga membuat para penghuni kelas menengok kearah pintu
"EYYO EPRIBADEH"teriak sang pelaku yang membuat engsel pintu copot
"ASTAGA INI PINTU JADINYA RUSAK ZEVANYA"teriak salah satu murid bisa di bilang ketua kelas
"Santai dong rin lagian udah biasa kan engsel pintu copot sama gw"ucap zevanya Andrian pemuda yang membuat sang ketua kelas lelah
"ya tapi kan jangan keseringan juga pintu kan fasilitas sekolah van harus nya di jaga dengan baik susah lu kalo di bilangin"ucap Rintasha sang ketua kelas
"gampang tinggal ganti rugi gw nya santai aja kali lagian BK juga santai kok"ucap zevanya sembari jalan melewati Rintasha kearah tempat duduknya
"BK juga udah capek sama sifat lu dodol dasar punya temen yang gak ada sopan santunnya susah kalo di bilangin"kesal Rintasha
"jangan mentang-mentang lu punya banyak duit malah seenaknya"ucap salah satu murid
"santai aja kali Rik lagian ini terakhir kalinya gw ngerusak engsel pintu"jawab zevanya sembari membuka buku paket nya
"Bagus sih ini terakhir kalinya cuman bisa kali jangan bikin pusing kembaran gw"omel Ricky pada zevanya "kasian kembaran gw sering banget di panggil sama Bu Een dan di omelin cuman gara-gara masalah elu"sambung Ricky
zevanya hanya menunduk kearah Rintasha dan meminta maaf
Bel pun berbunyi dan para penghuni kelas langsung duduk di tempat duduk mereka masing-masing
"Astaga ini pintu kelas engselnya rusak lagi? pasti kerjaan kmu kan zeva?"ucap Bu Een marah, zevanya yang di tegur hanya terkekeh
"kamu tau kan hukuman nya apa?"tanya Bu Een kepada zevanya
"iya Bu saya tau"ucap zevanya
"kalo gitu ngapain kamu duduk sana bersihkan halaman sekolah"ucap Bu Een sembari menunjuk kearah luar kelas, tanpa babibu zevanya langsung ngacir keluar kelas
"Baik kalian semua buka buku paket nya halaman 150-230 ibu akan menerangkan soal-soal tersebut"ucap Bu Een pada anak murid yang lain
Di tempat zevanya lebih tepatnya di halaman belakang sekolah zevanya sedang menyapu daun-daun yang berserakan
"di hukum lagi kamu hm?"ucap seseorang pada zevanya, zevanya lantas menoleh kearah belakang dan melihat pria tinggi berkacamata
"iya hehehe biasa ngerusakin engsel pintu lagi"ucap zevanya dengan kekehan kecil
"Sudah di bilangin berapa kali jangan ngerusakin engsel pintu kenapa malah kau rusakin zev"ucap pria tersebut "gakpapa lah Demian lagian udah biasa kan lu ngeliat gw ngerusak in engsel pintu"ucap zevanya kepada pria yang bernama Demian itu
Demian hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku teman masa kecilnya ini
"Mau di bantu kah?"tanya Demian pada zevanya "boleh-boleh, ambil tuh sapu deket keran air di belakang"ucap zevanya sembari menunjuk kearah keran yang memang dekat
Demian hanya mengangguk dan pergi mengambil sapu lidi, zevanya lanjut membersihkan daun-daun yang masih berserakan
"Sumpah deh nih angin ngeselin banget daun-daun yang udah gw kumpulin malah jadi berantakan lagi"omel zevanya
"ngapain kesel sama angin, angin gak ada salahnya malah di omelin"ucap Demian yang baru saja datang membawa sapu lidi
"Sini-sini ku bantuin jangan ngomel-ngomel dong"ucap Demian sembari mengusap kepala zevanya
"diam lu, lagian lu ko bisa di sini juga sih perasaan lu anak baik-baik"tanya zevanya
"aku lupa bawa buku pr ya jadinya di hukum"jawab Demian, zevanya hanya mengangguk "gak heran sih orang lu pelupa"ejek zevanya
Demian menjitak jidat zevanya dengan cukup keras
"sakit dodol" kesal zevanya
"aduh sakit ya maaf deh soalnya sengaja"ledek Demian
"ck malesin banget sumpah"ucap zevanya dan langsung pergi berpindah tempat, Demian hanya tertawa melihat tingkah laku temannya itu
15 menit berlalu akhirnya mereka berdua selesai mengerjakan hukuman dari guru masing-masing
"lelahnya"ucap zevanya sembari tiduran di rerumputan halaman
"jangan tiduran di situ kotor zeva"ucap Demian
"stt kau berisik deh kalo kau sudah selesai sana balik ke kelas lagi hus hus"usir zevanya yang masih dalam keadaan tiduran
tidak menjawab Demian malah ikut berbaring di sebelah zevanya dan menatap kearah ranting-ranting pohon
"Ada istilah katanya people come and go tapi ko lu malah gak pergi sih?"tanya zevanya sembari menatap wajah Demian
"hmm mungkin karena aku yang bisa diandalkan jadinya aku gak pergi-pergi dari pandangan kamu"ucap percaya dirinya Demian
"Halah nyesel gw nanya ginian ke elu"kesal zevanya dan membalikkan badannya
"bercanda astaga"ucap Demian, zevanya hanya diam tidak menggubris yang membuat Demian panik "astaga serius tadi cuman bercanda"ucap Demian sekali lagi tapi kali ini ia dengan posisi duduk dan melihat kearah pria di samping nya
"pantes gak di jawab udah tidur aja orang nya dasar"ucap Demian dengan senyuman kecil
"selamat tidur my childhood"ucap Demian dan bangkit dari duduknya setelah itu pergi kekelasnya
Bersambung.
YOU ARE READING
JUST FRIEND
Romance!!! WARNING!!! terdapat beberapa adegan atau alur bromance jika tidak suka bromance maka ini bukan lapak anda terimakasih. sampul by:pin alur by : me
