Halo semua, selamat datang di cerita pertamaku.
Semoga suka yah
Happy Reading💫
***
"Juna bangun. Nanti telat sekolahnya"
"5 Menit lagi Bun" Jawabnya seraya menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Heh bangun, atau Bunda aduin ke ayah kamu biar uang jajan kamu di potong " ancam HALYA SYAFA_Bunda Juna
Dia JUNANTA SAMUDRA Seorang laki-laki berkulit sawo matang, alis tebal, bibir tipis dengan iris mata hitam pekat dan memiliki tinggi 168cm. Dia dikenal dengan sikap ramah dan friendly nya.
Mendengar kata ayah, Juna langsung tertarik dari alam mimpinya.
"Ck, Iya ini udah bangun" Ucap Juna dengan wajah bantalnya.
"Yaudah sana mandi ntar telat, Bunda sama Ayah tunggu di ruang makan buat sarapan" Ucap sang bunda sambil berlalu pergi.
***
Selesai dengan ritual mandinya Juna segera menuju ruang makan dan bergabung untuk sarapan bersama keluarganya.
"Selamat pagi Ayah, Bunda" ucap Juna
"Pagi sayang" ucap keduanya seraya tersenyum
Kemudian Halya mengisi piring putranya dengan nasi dan beberapa lauk disana.
"Dimana adikmu Juna?" Tanya JUAN PRATAMA_Ayah Juna.
"Sebentar lagi mungkin turun" ucapnya masih fokus melahap makanannya.
Tap Tap Tap
Suara langkah kaki terdengar menuruni tangga. Terlihat seorang gadis dengan balutan seragam lengkap menuruni tangga dengan tergesa-gesa. Dia EUNOLA NAWASENA adik perempuan Juna.
Gadis itu terlihat sangat bersemangat hari ini, karena hari ini adalah hari pertama masuk sekolah setelah libur semester.
"Pagi Ayah, Bunda, Abang" Ucap Sena semangat
"Pagi sayang" ucap Halya seraya meletakkan piring di depan putrinya.
Mereka pun melanjutkan makannya tanpa bersuara, hanya terdengar suara dentingan sendok dan piring yang saling beradu. Karena peraturan dirumah ini tidak boleh berbicara saat makan.
Setelah sarapan mereka kembali melakukan aktifitas masing-masing. Juna dan Sena berangkat kesekolah, tentunya Juna yang akan mengantarkan adiknya itu jika tidak bundanya akan mengamuk nanti. Ayah Juan sudah berangkat bekerja sejak tadi karena ada urusan penting katanya.
"Kita pamit dulu ya, Bunda" ucap Juna dan Sena sambil mencium tangan Bundanya
"Hati-hati dijalan ya sayang, Juna inget jangan ngebut" ucap bunda Halya memperingati putranya itu
"Iya bunda" ucapnya sambil memasang helm nya kemudian menyuruh adiknya untuk naik. Juna pun melajukan motornya keluar dari pekarangan rumahnya.
***
Apakah kalian suka dengan prolognya?
Jangan lupa vote!!
Kalau rame saya lanjut!!
Next?
