Sebentar yahh....
waktu baca nya aku ganggu duluu..
sebenernya enggak maksa juga sihk buat kalian baca bukunya..
Enggak maksa juga buar kalian suka bukunya, itu tergantung sama gender buku yang kalian suka aja sihkk..
ini juga sebagai pelampiasan perasaan kesal aku aja sihkk, soalnya kalo mendem sendiri TUHH cape nya gak ketulungan asli
lebih baik buat karya dari pada nendang pintu minta IPhone... aerok ahkk apalah ituu... pokonya jangan aneh aneh dehh
jangan panjang panjang penyambutannya nanti bosen.. 😆😆✌️✌️
buat kalian yang suka vote yahh😘😘 sebanyak banyaknya kalo bisa..😇😇
okeyy
selamat membaca ✌️✌️
~~~~~~~
✨✨✨✨✨✨
Sebuah ruangan bernuansa putih, luas, di lengkapi dengan sofa berwarna kelabu, yang jauh dari ranjang tempat seseorang terbaring, suasana begitu hening menyisakan dua insan yang menangis dalam diam, mereka adalah adik kakak yang baru saja di tinggal pergi oleh sang ibu.
Di tinggal untuk selamanya. Sebelum betul-betul pergi, sang ibu sudah banyak memberikan pesan kepada mereka berdua.
"Jangan pernah menangisi hal sepele a, jangan rewel kalo enggak ada ibu dek, bukan berarti ibu enggak sayang sama kalian, ibu begitu sayang sama kalian berdua, ibu juga berharap bisa berada di sisi kalian selamanya"
Ketika itu mereka hanya bisa mendengarkan, tanpa menyela sedikit pun, rasanya terlalu berat untuk kehilangan sang ibu yang sudah merawatnya dari bayi hinga detik itu.
"Tapi Allah telah berkata lain, Allah telah memberi jalan lain untuk ibu, dia memiliki rencana lain di balik semua rencana-rencana ibu, tumbuh menjadi anak yang baik yah,,, saling menyayangi,,, ibu yakin, tapa ibu juga kalian bisa tumbuh dengan baik"
Saat itu keduanya hanya saling menumpahkan sesak dalam dadanya, berusaha untuk tidak membenci keadaan, dan memusuhi jalan yang di tentukan.
"Jangan membenci diri sendiri karena ibu pergi, ingat. Kepergian ibu bukan lah salah kalian, tidak ada yang salah, ini telah jalannya. Datang, dan pergi, aa selalu bilang itu hal yang sering terjadi dalam hidup bukan?"
Kala itu mulutnya ingin menyangkal, datang dan pergi tidak harus berupa kematian ibu,,, ada cara lain untuk menjauh, tapi tidak boleh menjauh selamanya, ibu boleh pergi,,, tapi tidak selamanya.
"Ibu terlalu banyak meminta,,, pesan terakhir, jaga adeknya a, lingdungi adek a,,, jangan buat dia nangis berlebihan, jangan sampe ada yang melukainya,,, dan adek, nurut sama aa, jangan rewel, jangan buat aa marah. Kalian berdua, harus saling melengkapi, saling sayang dan saling bantu kala sedang membutuhkan, jangan saling egois, percaya satu sama lain..."
"Adek boleh minta sesuatu sama ibu??" tanya sang anak untuk pertama kalinya bersuara, ia menaikan pandangannya untuk melihat jawaban dari ibunya, ibunya mengangguk, sang kakak menatapnya sendu.
"Boleh adek ikut ke mana ibu pergi???,,,, boleh adek selalu ada di samping ibu??" ujarnya dengan mata yang memerah, dengan hidung yang tersumbat, dan pipi yang basah selama puluhan menit kebelakang.
Sang kakak menutup matanya dan menghembuskan nafasnya, ibu dari mereka meraih kepala anaknya, dan mengelusnya lembut "Ibu enggak bisa jawab iya atau tidak, itu permintaan terlalu berat buat ibu yang hanya manusia biasa, adek mintanya sama Yang Maha Kuasa, berani??"
YOU ARE READING
Ada Abang
Teen FictionSepasang adik kakak yang di tinggalkan oleh kedua orang tuanya, mereka berjuang untuk hidup dengan segala macam rintangan. Meski begitu selalu ada saja rasa sakit yang di terima oleh keduanya. Lucca Fellyia Rabia, adalah nama sang adik kecil yang me...
