Semilir angin berhembus mengenai surai panjangnya, sinar matahari dengan lembut membelai kulit halusnya.
Semuanya terasa menenangkan tetapi tidak bagi hati dan pikirannya, segalanya terasa bising dan berat hingga rasanya raga ini ingin meledak-ledak.
"Tuhan, tolong."
Jiwanya berteriak, meraung-raung meminta kepada sang maha pencipta.
Namun, raga ini terlalu malu walau hanya sekedar berkata.
Ego membelenggu didalam kalbu yang terasa membeku, rasa ini seolah dipaksa mati. Panas dan perih terasa, tidak dapat dijelaskan hanya dengan satu kata saja.
Satu tetes air mata, turun tanpa bicara.
Rasa sakit seolah berada dipelupuk mata, tertumpuk dengan banyaknya cobaan yang ada.
Satu isakan keluar, membuat isakan lainnya seolah muncul keluar.
Disandarkan wajahnya ke permukaan bantal, tidak ada ekspresi apapun yang muncul, hanya ada ekspresi datar dan kosong.
"Apa yang harus aku lakukan?"
Guratan sendu dan bingung bersatu padu menjadi satu.
"Tuhan, jika memang ini sudah berada diatas kehendakmu. Maka, bantu aku untuk menjalankannya juga. Karena sesungguhnya, aku tidak sanggup jika hanya aku tanpamu yang menuntunku."
***
#23072024
#Written_0
YOU ARE READING
Agape | 7 : 156
Short StoryDiriku yang tersesat dalam belenggu dunia. ◇◇◇ Created by ethereallove_ Cover by ethereallove_ Editing Cover in Web Canva Warning : This story is only available on Wattpad! #23072024
