Happy reading gays
***
Di pagi hari yang cerah sedikit mendung seorang wanita sedang bersiap untuk menyelesaikan syuting iklan yang sedang di promosikan hingga akhirnya syuting tersebut selesai dengan sempurna sesuai yang di harapkan.
"hah akhirnya..."seorang wanita berdarah thailand asli ini mendudukkan bokongnya di dalam mobilnya sambil melirik manajer di sampingnya. "apa ada tawaran yang perlu ku setujui" sang menejer menoleh dan mengarahkan tab yang di pengang nya
"ada beberapa tawaran film untukmu"ucap menejer dengan menunjuk di bagian tab yang di perhatikan aktris nya. Aktrisnya menarik nafas hingga terdengar helaan nafas kasar
"jika tidak ingin jangan di paksa. Aku akan menolaknya kalau begitu" ucap manajernya mengambil alih tab "aku belum berkomentar kenapa sudah mengambil keputusan sendiri? Kemari!"sang aktris menarik kembali tabnya dan menggulirkan ke bawah sinopsis yang di pilihnya. "tidak aku tidak menyetujui ini" ucapnya dan mengganti sinopsis yang di berikan padanya, hingga 4 dari tawaran yang di tawarnya ia hanya tertarik dengan 1 tawaran yang berperan sebagai kekasih dalam 1 gender.
"aku ingin tawaran film ini di terima. Atur semua aku akan menghadiri pertemuan nya"sang aktris memberikan tab pada manajer nya dan memejamkan matanya di dalam mobil.
"kau yakin? Bahkan aktris yang mereka inginkan belum menyetujui nya" ucap sang manajer "tidak peduli. Aku memilih ini hanya ingin memerankan suatu yang baru"ucapnya tanpa membuka matanya.
***
Di negara lain. Seorang gadis bermata kucing sedang bermain ayunan di taman dengan seorang asisten yang setia menemaninya kemana pun.
"eonni...bisakah aku memakan itu"tunjuknya kearah gulali yang sedang di makan anak-anak yang bermain di sana. Seorang asisten mengalihkan pandangannya kearah yang di tunjuk "nini ya, kau baru saja memakan es krim dan sekarang kau meminta gulali?" dia hanya mengangguk membuat asistennya menggeleng "Tidak! Aku akan mati di tangan eonni mu jika aku membiarkan mu dalam waktu dekat makan yang manis-manis" yang di panggil nini berdecak "kau berdecak nini?" tanya asisten tidak percaya.
"aniya.. aku hanya mengesap es krim yang tersisa di gigiku" ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan asistennya. "hey! kau anak tua nakal kembali, atau aku menelpon eonnie mu" mendengar hal tersebut nini kembali menghentakkan kakinya menuju mobil mereka bahkan menutup kasar pintu mobil.
**
"eonnie!! Aku mau gulali yang di taman"teriak seseorang yang di sebut nini. Tepat di ambang pintu dia berteriak dan di belakangnya asistenya hanya menggeleng saja
"yak! Jennie ruby jane" teriak seorang wanita yang lebih pendek dari nya yang d sebut eonnie "kenapa tidak kau beli saja" ucapnya saat jennie mendekatinya dengan muka di tekuk.
"eonnie asisten melarang ku membelinya" sang asisten menghela nafasnya melihat sang eonnie jennie mnatapnya "ck jisoo ya dia baru memakan eskrim dan langsung meminta gulali, yang benar saja" ucap sang asisten dan duduk di samping jisoo
"kau ingin sakit perut? Kau tahu kau tidak bisa makan sembarangan, kenapa begitu keras kepala"ucap jisoo. Jennie menunduk dengan wajah di tekuk "aku hanya ingin..kenapa tidak bisa? Aku sudah besar eonnie" jisoo mendesah pelan mendengar tuturan adiknya "kau memang sudah besar tapi...ck sudahlah eonni akan membelinya untuk besok dan tidak sekarang" jennie menggeleng "tidak...aku sudah tidak ingin"ucapnya dan berlalu pergi meninggalkan kedua eonnienya yang terdiam.
**
Tok tok
"nini ya...bisa eonnie masuk?"ucap seorang wanita tidak lain adalah jisoo. Tidak ada jawaban dari dalam membuat jisoo masuk tanpa izin. Jisoo mengerutkan keningnya melihat jennie berbaring dengan ponsel di tangan yang sedang menyala. Jisoo menarik lembut ponsel di tangan jennie dan mematikan game yang sedang berlangsung.
"hah selalu saja begini" jisoo meletakkan ponsel di atas meja komputer jennie. Baru beberapa menit ponselnya di matikan jennie terbangun "eonnie mana ponselku" jennie duduk di atas kasurnya meminta ponselnya pada jisoo. Jisoo mengambil kembali ponsel di atas meja dan memberikannya pada jennie.
"nini ya eonnie ingin memberi tahumu ada tawaran film untukmu"jennie mengerutkan keningnya mengalihkan pandangannya dari ponselnya. "bisa kau membaca sinopsisnya lebuh dulu eon?" jisoo mengangguk dan berlari keluar mengambil sinopsis yang sudah di tawarkan kurang dari 1 bulan.
Jiso kembali dengan beberapa lembar kertas "ini!"jennie semakin mengerutkan keningnya melihat tawaran yang di tawarkan sudah lebih dari 3 minggu "apa tawaran ini sudah lama eon" jisoo berdehem terlebih dulu "itu sudah hampir satu bulan jen. Eonnie hanya menimang terlebih dahulu karna ini masih tabu di negara kita"jennie mengangguk dengan membolak balikkan kertasnya.
"aku menerima tawaran ini eon...lagi pula kapan lagi memerankan hal yang langkah"jennie meletakkan kertas di sampingnya "tapi nini...syuting berjalan selama 6 bulan di thailand"ucap jisoo kembali "tidak masalah eonnie aku bisa mengatasinya percaya padaku" jisoo hanya pasrah dan mengangguk saja
"besok eonnie akan minta jadwal dari manajermu." Jisoo mengusap kepala jennie "Istirahatlah besok eonnie belikan gulali untukmu"jennie selalu tersenyum bahagia jika jisoo memberikan usapan di kepalanya .
***
Cek-cek....
Thanks :)
YOU ARE READING
Aktris
RandomPertemuan yang tidak menyenangkan dalam projek GL yang dibintangi dua aktris yang begitu populer di negaranya masing-masing sehingga lambat laun menjadi semakin dekat namun hanya sebatas teman. Didalam pertemanan mereka yang semakin dekat lambat la...
