⁰⁰

1.3K 61 7
                                        

Dentuman musik memecahkan keheningan malam, gelak tawa dan riuhnya lautan manusia adalah pemandangan yang Jisung lihat saat ini. Pemuda itu hanya menjadi penonton dimana teman-temannya asik berlenggak-lenggoak mengikuti alur musik.

Jisung dan semua teman sekelas SMA-nya tengah berlibur sekaligus merayakan hari kelulusan mereka di Busan selama satu minggu, dan malam ini adalah malam terakhir dia di kota itu. Besok pagi dirinya dan satu sahabatnya akan kembali ke Seoul untuk persiapan memasuki jenjang perkuliahan.

Salah satu sahabatnya menghentikan kegiatannya dan menghampiri Jisung, dia sedikit heran mengapa pemuda Aquarius itu terlihat gelisah ditempatnya. Memang tak biasanya Jisung seperti itu, pemuda itu bisanya adalah orang yang paling bersemangat di party-party seperti ini apalagi ini adalah party hari kelulusannya.

Ia mneguk vodka-nya yang tinggal setengah, kemudian mengambil dua gelas baru, niatnya ingin memberikannya pada si Aquarius.

Alcohol?” Jisung sedikit tersentak melihat sahabatnya sudah berada di hadapan dengan dua gelas alcohol, ia tersenyum tipis dan menerima satu gelas minuman itu.

Thanks. sahabatnya hanya mengangguk dan mendudukkan dirinya dispace kosong disebelah Jisung.

Sedikit melirik si Aquarius yang lagi-lagi menatap kosong vodka digenggamannya, “Jie, lu gak kesurupan kan?” adalah pertanyaan pertama yang Beomgyu tanyakan, Choi Beomgyu sahabat Jisung.

Jisung hanya melirik sekilas enggan untuk menjawab pertanyaan absurd sahabatnya itu, yang bertanya hanya terkekeh kecil kembali meneguk minuman candu itu. Ayolah, sedari tadi Jisung hanya melamun entah memikirkan apa, sebagai teman dan sahabat yang baik tentu Beomgyu khawatir.

“Apa tentang tawaran beasiswa itu?” tebak Beomgyu, Jisung menggeleng membuat Beomgyu mendesah heran, “Terus lu kenapa njir dari tadi diem bae? Gak biasanya tau si siswa nakal yang sayangnya berprestasi ini lemah letih lesu loyo lunglai kayak gini, mikirin utang lu?”

Lagi-lagi Jisung hanya menggeleng menimbulkan banyak spekulasi dibenak Beomgyu, “Jie, lu gak lagi hamil kan?”

Plakk

“Beomgyu asu! Cocotnya minta dilakban, ya!”

“Sakit njing!” geplakannya gak maen-maen euyy, Beomgyu meringis mengelus kepalanya yang tadi mendapatkan geplakam sayang dari Jisung.

“Bodo! Salah lu sendiri!” Jisung memutar bola matanya malas. Mon maaf Jisung reflek and gak sengaja, salahin aja ntu mulut jahanam Beomgyu yang asbunnya jelek.

Beomgyu mendengus kesal, “Ya elu sih, ditanya cuma dijawab gelengan doang. Cerita kek, gue ini temen sekaligus sahabat lu ya anjir! Lu punya masalah ape sih?”

Jisung menghela nafas frustasi membuat Beomgyu semakin bertanya-tanya, “Jie, beneran deh, kalo lu ada masalah gue siap dengerin cerita lu. Please lah, lu kayak orang yang lagi banyak masalah tau gak?” begini-begini Beomgyu juga sahabat terbaik Jisung ye.

“Gue juga gak tau njir gue sekarang kenapa, perasaan gue dari tadi gak enak banget.” entah mengapa rasanya akan terjadi sesuatu bila Jisung mengabaikan perasaan itu.

Beomgyu menyeringit heran melihat Jisung yang semakin gelisah, “Maksud lu gimana sih? Gue gak ngerti anjir, gak jelas banget heran.” Jisung dihadapannya benar-benar terlihat aneh

Jisung menggeleng, “Gue juga gak tau, lu pernah gak sih ngerasa gelisah karena suatu hal yang lu pun gak tau itu apa?”

Rasanya begitu mengganjal, dia terus mencemaskan sesuatu yang entah apa itu. Perasaan gelisahnya begitu mengganggu, juga terselip ketakutan diantara rasa cemas dan gelisah itu.

escapeWhere stories live. Discover now