CHAPTER 1

2.1K 37 3
                                        

di dunia malam lampu menerangi jalan, terlihat segerombolan anak remaja dengan stelan pakaian hitam terlihat misterius mereka berada di area balapan liar banyak yang hadir untuk menonton balapan itu.

beberapa orang berbaris di garis start dengan wanita seksi di depan membawa kain menghitung

1......

BRUMMMMM BRUMMMMM

2.....

BRUMMMMM

3.....

GOO...........

kecepatan dengan kecepatan mereka melajukan motornya dengan kecepatan tinggi seorang pria bermotor sport berwarna hijau memimpin di susul oleh motor sport berwarna putih, tapi ada satu orang yang sama sekali belum menjalankan motornya sejak di mulainya pertandingan itu.

"itu knp anjir gak jalan-jalan dari tadi" ucap seorang pria yang sedang berdiri di pinggir jalan area balap itu

"gak bisa kali" balas seseorang

"sok-sokan ikut balapan liar, bawa motor aja gak bisa"

peserta itu tetap diam di balik helm mahal nya dia seorang gadis duduk santai di atas motor nya setelah selesai bersantai dia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi dia melewati beberapa peserta lainnya.

"wehhh bisa-bisanya"

"ayo Al gas trssssss" teriak temannya

namun dia mengalami nasib yang sial ada kucing lewat saat dia melaju dia kaget dan membelokan motor nya ke samping hingga menabrak perbatasan jalan ia terlempar kepalanya terbentur di batu besar dekat pohon.

semua orang panik dan terkejut sahabat-sahabatnya berlari menghampiri nya.

"Al bangun allllll" ucap seorang gadis bernama leana alderic di barengi dengan tangisan yang membasahi pipinya bagaimana tidak melihat sahabatnya tergeletak tak berdaya.

fara, menaruh kepala althea di pahanya tangannya berlumuran darah, Fara juga sahabat althea

"da-darah i- ini darah" ucap fara melihat tangannya di basahi dengan darah sahabatnya dia melihat tangannya dengan gemetar

"ini bukan waktunya buat nangis, lex hubungi ambulance sekarang" ucap gadis bernama Jasmine dia yang paling bersifat dewasa di antara mereka semua.

beberapa menit kemudian ambulance datang mereka mengangkat althea ke dalam

"gan, bawa motor gue" ucap Jasmine kepada zergan memberikan kunci motor nya.

Jasmine, fara dan Alex ikut naik ke dalam ambulance menemani sahabat nya yang tak sadarkan diri.

di perjalanan, ambulance terjebak macet.

"dek, jalannya macet parah," ucap supir sambil menoleh ke belakang, keringat dingin membasahi dahinya.

Jasmine menggeram frustrasi, tanpa pikir panjang dia menatap Alex "Lex, buka jalan."

Alex nggak banyak tanya,dia langsung lompat keluar, berdiri di tengah jalan.

"MINGGIR SEMUA! KEADAAN DARURAT!" Teriakannya menggelegar, bikin semua pengendara kaget dan buru-buru minggir.

Alex masuk lagi sambil ngos-ngosan. "beress"

Jasmine langsung geser ke kursi supir. "Pak, saya yang bawa."

ambulance melesat membelah kemacetan, kalau supir tadi yang bawa, mungkin 20 menit lagi baru sampai, tapi di tangan Jasmine? 5 menit, rumah sakit udah di depan mata.

ketika sampai mereka mendorong althea masuk ke dalam ruangan, teman-teman mereka yang lain akan menyusul.

mereka duduk di ruang tunggu dengan wajah cemas keringat di dahi, fara memeluk Jasmine khawatir dengan althea

beberapa menit kemudian 7 orang datang, ya itu adalah sahabat mereka, zaven, raven, bintang, leana, zergan, davian, jenny.

"gimana keadaan nya udh sadar belum?" tanya jenny

fara menggeleng dengan air mata "belum Jen"

raven bersandar di tembok menatap kosong, sebenarnya raven menyukai althea tapi saat althea memeluknya dan bilang kalau dia menganggap raven sebagai abangnya raven tidak jadi mengungkapkan perasaannya dan memilih untuk menyimpan nya.

Jasmine menyuruh jenny untuk menggantikannya memeluk Fara dan dia menjauh sedikit untuk menelfon orang tua althea.

"halo tan, ini Jasmine"

"eehh tumben nelfon sayang" jawab bunda althea yang bernama Liana

"tapi janji dulu tante tenangin diri, gini tan althea kecelakaan sekarang dia ada di rumah sakit pelita harapan kita semua udh ada disni nunggu pemberitahuan dari dokter "

bunda althea diam beberapa detik

"tante kesana sekarang"

Jasmine menutup telfonnya dan kembali duduk.

beberapa menit kemudian orang tua althea datang dengan wajah khawatir langsung memegang tangan Jasmine.

"gimana keadaan althea?" tanya Liana

"Tante tenangin diri dulu, dokter blm keluar kita-kita yakin dia bakal selamat dia itu kuat" jawab Jasmine mencoba menenangkan Liana

sang suami memeluk sang istri yang menangis sesenggukan

pintu IGD terbuka keluar dengan wajah tanpa senyum.

"keluarga pasien?"

"iya dok saya bundanya gimana keadaan anak saya?" tanya nya dengan tangan gemetar

"begini bu, kami sudah berusaha semaksimal mungkin tapi yang maha kuasa berkehendak lain"

Liana hampir jatuh petir menyala seakan dunia akan hancur tak menyangka hidup putrinya sudah berakhir.

raven keluar dari rumah sakit memukul tembok, hingga berdarah, air mata mengalir tanpa suara.

" gue bodoh, gue bodoh knp di saat itu terjadi gue gak ada, kalo saat itu gue ada gue gak bakal biarin lo ikut balapan althea argggghhhhhhh bangsat" ucap nya tertawa dengan air mata trs mengalir

fara mendekat ke ranjang althea

" woy bangun anjir kata lo kita balapan siapa yang menang di traktir bang raven ayo balapan" ucap fara menolak kenyataan sahabat nya sudah tiada

jenny dan Jasmine memeluk Fara.

zergan,Alex, bintang, zaven dan raven menatap mayat althea tanpa berkedip mata berkaca-kaca.

beberapa jam kemudian althea di makamkan sang ayah yaitu bima menatap batu lisan bertuliskan nama putri kesayangannya.

dari situlah kehidupan baru althea di mulai.........

TRANSMIGRASI QUEEN MAFIACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang