Wanita itu duduk di bawah sinar rembulan. Sambil melihat pemandangan malam, wanita itu menghela nafas sembari memeluk lututnya, tak lama terdengar nada dering yang berasal dari handphone milik wanita itu.
"Kenapa La?" tanya wanita mungil itu pada lelaki yang menghubunginya.
"Aya, gue perlu bantuan lu, plis tolongin gue ya?" mohon lelaki itu.
"Ada apa emang, cerita dulu sini" ujar wanita itu.
Athaya. ya, dia adalah wanita itu. malam itu dia tiba tiba di hubungi Bentala yang tak lain adalah lelaki itu. Athaya dan Bentala sudah kenal lama, tetapi mereka jarang berbincang karena Bentala yang hanya menghubungi Athaya waktu butuh saja.
Malam itu Athaya mendengarkan cerita dari Bentala, sambil ter engah engah Bentala menjelaskan masalahnya. Bentala pun tak tahan menahan air matanya dan memohon pada Athaya untuk membantunya.
"Ada bukti apa mereka nuduh kamu pacaran La?" tanya Athaya sambil mengerutkan keningnya. Mereka adalah orang tua dan kerabat dari Bentala, saat itu Bentala sangat di tentang untuk tidak menjalin hubungan dengan wanita yang di sangka berpacaran dengannya, karena latar belakang wanita itu lah yang membuat Bentala sangat di tentang untuk tidak sekali pun menjalin hubungan dengan wanita itu. Disini Athaya nampak bingung dengan apa yang sudah terjadi pada Bentala, karna pada malam itu Athaya tak menyangka bahwa Bentala akan menghubunginya dan meminta bantuan padanya, tapi bagi Athaya dia harus tetap bisa memahami apa yang di pungkiri oleh Bentala.
"Gue gatau ya, gue juga shock tiba tiba di tuduh begini, tolongin gua plis ya" Mohon lelaki itu sekali lagi. Merasa iba, Athaya pun menanyakan bagaimana caranya untuk dia bisa membantu Bentala.
"Bantuin gimana La?" tanya wanita itu, Athaya tampak masih bingung.
Bentala pun menjelaskan pada Athaya apa yang harus dia lakukan untuk membantu dirinya. Di posisi ini, Athaya merasa masih janggal dengan masalah ini karena Athaya juga tidak tau salah dan benar nya Bentala, tetapi di lubuk hati Athaya yang paling dalam ia berdoa agar tidak salah membela lelaki itu.
Akhirnya masalah itu pun berlalu berkat bantuan Athaya. Bentala sangat berterima kasih atas bantuan dari Athaya karena Athaya adalah teman dekat Bentala dan Athaya juga sudah dekat dengan kerabat kerabat Bentala yang akhirnya bisa meyakinkan orang tua Bentala bahwa tuduhan itu tak benar adanya. Tak terasa malam itu Bentala dan Athaya sudah berbincang sangat lama, waktu menunjukan pukul 01.00 malam. Di keheningan malam, Athaya kembali membahas tentang masalah yang di dapati Bentala tadi.
"Tala, kamu beneran ga pacaran kan sama wanita itu?" Tanya Athaya sedikit gugup.
"Gue beneran ga ada hubungan apa apa ya sama perempuan itu, lu nuduh gua?" Tanya lelaki itu sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Aku ga nuduh kamu. Tapi aku cuma mastiin aja kalo kamu beneran ga ngelakuin itu, karena aku khawatir kalo aku bantuin kamu sedangkan kamu emang salah, Tala." Ucap Athaya sedikit tegas. Sebenarnya Athaya sedikit terkejut dengan respon Bentala yang tiba tiba tinggi nada, kenyataan nya Athaya tak mencari tau mendalam tentang masalah ini.
Akhirnya Athaya memutuskan untuk mencari tau lebih dalam lagi tentang bagaimana bisa dugaan orang tua nya itu terjadi.
Hingga pada akhirnya...
Tuduhan itu benar adanya, Ya. Bentala memang benar benar menjalin hubungan bersama wanita itu. Tak terima di bohongi Athaya mematikan telfon dari Bentala dan menghubungi orang tua Bentala. Jarak rumah Athaya dan Bentala tidak lah dekat, sekitar 30 menit jika di tempuh, maka dari itu Athaya hanya bisa menghubungi orang tua Bentala lewat telepon genggamnya. Di posisi seperti ini Athaya tak ingin melindungi Bentala lagi, dan akhirnya...
***To be continued***
YOU ARE READING
Bentala - Athaya
RomanceHi reader Kisah ini tentang seorang wanita yang sudah di buat berlarut dalam perasaan cinta namun tidak di beri kepastian hingga menimbulkan luka yang mendalam. happy reading love ❤️
