[𝗰𝗼𝗺𝗽𝗹𝗲𝘁𝗲𝗱]⚠️𝙈-𝙥𝙧𝙚𝙜⚠️
Gun Atthaphan phusawat, pria ceria berwajah manis, bertubuh mungil, Yang menjalani kehidupannya yang bisa saja sendirian. Hingga suatu hari kecelakaan naas menimpa dirinya, mengakibatkan kelumpuhan pada kedua kaki...
Malam telah larut. tak seperti biasanya, kali ini tak ada bulan yang menghiasi langit. Mendung. hanya rintik-rintik hujan yang terdengar, membuat suasana terasa semakin kelam. Namun tetap saja, kelam yang tercipta tak mampu mengalahkan kelamnya hati seorang pria mungil yang sedang duduk di tepian jendela.
Ia memandang keluar melalui jendela yang terbuat dari kaca, berharap seseorang yang dinantinya segera terlihat di luar sana.
Gun Atthaphan phusawat. Seorang pria mungil yang cantik nan periang, serta suka melakukan hal-hal yang mampu membuat orang lain menjadi tenang. Tetapi sayang, kecelakaan yang dialaminya tiga bulan lalu terpaksa merenggut kebahagiaannya.
Ia bukan lagi Gun yang lincah dan enerjik, sebab kini gerakannya di batasi oleh sebuah kursi roda. Ia bukan lagi pria yang bebas bergaul dengan siapa saja, sebab kini dirinya telah menikah dan harus mendekam diri di rumah.
Ya, kecelakaan yang meninpahnya membuat Gun harus menikah dengan lelaki yang bahkan tidak dikenalnya, Off jumpol adulkittiporn. Lelaki yang tampan dan mapan. -Namun, dibalik kesempurnaannya, ia juga seorang playboy yang senang berganti-ganti wanita.
Entah apa yang membuatnya seperti itu, Gun tidak tahu. Yang ia tahu, Off membencinya. Off membenci pernikahan mereka. Bagi off, Gun adalah bencana, serta perusak hidupnya.
"Tuan belum tidur?" Suara Jennie, asisten rumah tangga mereka, terdengar mengagetkan Gun.
Pria mungil itu menggeleng "belum, Jennie."
"Masih ingin menunggu tuan off?"
Gun menghela nafas sesaat lalu mengangguk kemudian.
"Kalau begitu saya akan menemani tuan disini," kata Jennie.
"Tidak perlu Jennie. Pergi beristirahatlah. Kau pasti Lelah sudah bekerja seharian ini."
Jennie memandang majikannya dengan iba. Setiap malam, inilah yang selalu dilakukan oleh Gun. Menunggu kepulangan suaminya dengan setia. Padahal lelaki itu selalu menyakitinya. Bahkan tidak jarang ia pulang bersama wanita lain, dan membuat Gun menangis karnanya.
"Tapi, Tuan-"
Ucapan Jennie terhenti oleh suara pintu yang mendadak terbuka, disusul kemunculan sepasang pria dan wanita yang saling berangkulan. -Off dengan selingkuhannya.-Bahkan hari ini pun, ia kembali membawa perempuan yang berbeda.