01

55 6 3
                                        

Rencana Tetsurou untuk masa depannya bisa dibilang lumayan sederhana.

1. Membawa tim volinya menuju nasional - kalah menang tidak menjadi masalah karena ia hanya ingin bermain lebih lama bersama teman-temannya.

2. Ia akan belajar lebih giat, mengikuti ujian masuk universitas, lalu berkuliah sesuai jurusan yang diminatinya.

Awalnya memang sesederhana dua poin tersebut.

Tapi sekarang, semuanya berubah 180 derajat menjadi tentang bertahan hidup level ekstrem. Rasanya ia sudah seperti melawan final boss yang tiba-tiba saja muncul di saat ia masih di level tengah seperti game yang pernah dimainkannya bersama Kenma.

Saat ini, rencana Tetsurou adalah pergi ke gedung sekolahnya tanpa membuat keributan ataupun terkena serangan zombie.

Benar, zombie-zombie sialan yang biasanya hanya ada di televisi dan video game, saat ini tengah memporak-porandakan kota Tokyo dan menghancurkan impiannya yang sudah di depan mata.

Tetsurou tidak menyangka bahwa kepergiannya untuk membeli cemilan di minimarket sekolah selama beberapa menit, menjadi 16 jam penuh siksaan batin dan nafas yang sesak karena bau menyengat dari mayat zombie yang telah dibunuhnya dengan tabung pemadam kebakaran.

Dan bukan sembarang mayat. Ia adalah Inuoka Sou, sosok adik kelasnya yang sangat ceria, tidak patah semangat, dan selalu dinantikannya sebagai middle blocker regular dan menjadi kapten saat ia dan angkatan Kenma lulus nanti.

Sou tertular lebih dulu karena luka yang sudah lebih dulu ada dan terinfeksi temannya yang telah tertular. Adik kelas yang disayangnya dan dibanggakannya, justru harus mati mengenaskan di tangannya.

Ah, Tetsurou bahkan tidak ingin mengingat bagaimana wajah Sou yang terakhir kali dilihatnya.

Ia tidak membawa pengisi daya dan baterai ponselnya yang telah tersisa 40 persen saat ia pergi, sangatlah membuat dirinya semakin terpojok. Seharusnya Tetsurou mendengarkan nasehat Kenma supaya selalu pergi dengan ponsel yang baterainya terisi penuh.

Tetsurou bermaksud untuk meminjam ponsel Sou yang masih terisi setengah dayanya, namun tidak lagi melanjutkan niatnya karena ponselnya terkunci dan ia hanya bisa melihat-lihat pesan beruntun dari kedua orang tua adik kelasnya itu.

Sedangkan pesan terakhir yang diterima Tetsurou adalah sekitar 52 menit lalu: Morisuke yang membicarakan bahwa ia, Kenma, Tora dan Shohei telah sampai di gym dan akan segera menyusulnya ke minimarket karena sangat membutuhkan persediaan makanan.

Hanya jika mereka sukses berlari di siang bolong menerobos kumpulan zombie yang berkeliaran di seluruh area sekolah.

Sungguh, sang kapten tim voli Nekoma bersyukur bisa menghemat baterainya selama itu dan mengobrol dengan Morisuke. Setidaknya ia bisa menjaga sisi warasnya di tengah kegilaannya duduk beberapa meter dari mayat Sou.

Ia belum memberitahu apa yang terjadi pada Sou. Mereka tidak perlu tahu.

Tetapi tentu saja hal itu tak berlangsung selamanya. Karena setelahnya ponsel Tetsurou mati total dan keempat temannya itu tidak kunjung datang. Suara zombie yang berlalu-lalang, jeritan siswa yang menghadapi ajal dan bagaimana daging mereka terkoyak dengan brutal, masih terdengar jelas di telinga Tetsurou.

Reminiscence ( HAIKYUU - KuroYaku )Stories to obsess over. Discover now