Orang bilang, hidupku begitu sempurna. begitu beruntung, begitu bahagia, hingga membuat orang seolah berbondong ingin menjadi diriku. menjadi seorang putri bangsawan yang memiliki latar belakang keluarga yang hebat, konon-nya.
Benar, Keluargaku memang begitu hebat. Kami begitu hati-hati dalam menjaga nama baik serta martabat keluarga, yang mewajibkan itu sebagai prioritas bermarga Starphen. Hal itu terjadi karna ayah yang amat mencintai keluarga ini. Amat teramat besar cintanya kepada keluarga ini. Tapi, ayah, hanya cinta "Starphen". Ayah tidak mencintai orang-orang yang menjadi anggota keluarga Starphen.
Ayah selalu memerintah, ayah memaksa, ayah mengekang. Ayah kata, demi kita semua. nyatanya semua itu bohong, ayah begitu hanya untuk reputasi Starphen, hanya untuk reputasi dirinya sendiri, dan juga kepuasan ayah.
Sedari dulu, Dukedom Starphen memang keluarga bangsawan yang banyak mendapat sanjungan serta pujian dari segala penjuru negeri maupun luar negri. baik rakyat biasa atau kolega sesama bangsawan, begitu menghormati kami.
Begitu sempurna reputasi kami dimata mereka. terlepas dari kedudukan sosial kami yang hampir sama, setara dengan keluarga kerajaan, dan jauh dari bisnis batu permata ayah yang begitu sukses, Starphen juga terkenal akan kesempurnaannya dalam berbicara, bertindak, berpikir dan negosiasi. Semua orang waspada. Tapi, Ayah belum puas, ayah selalu menginginkan sesuatu yang lebih, dan lebih. Starphen yang gila validasi juga merupakan rahasia umum. Walau sudah tau, mereka tentu lebih memilih diam dan terus saja mencari cara agar menarik perhatian Starphen.
Ah, ditambah dengan hiruk pikuk berita yang bertebaran akhir-akhir ini, menyebar luas tanpa bisa dihentikan layaknya virus. Bukan mematikan namun cukup untuk membuat seseorang yang terlibat merasa muak. Berita yang mengatakan bahwa aku adalah kandidat putri mahkota di negara seberang. Tapi itu, benar, aku tidak bisa menyangkalnya karna memang kedua belah pihak kerajaan sudah merundingkan ini sejak 5 tahun yang lalu, Bulan depan, tepat ketika aku berusia delapan belas tahun, kami akan menggelar pesta ulangtahun, pesta kedewasaanku sekaligus pertunangan kami.
Lagi-lagi, katanya, semua ini demi bersama. Demi keluarga Starphen. demi ayah. demi ibu. demi rakyat kerajaan mertyplum. demi menjaga diplomasi antar kedua negara kerajaan. demi bersama.
Seolah mereka menjual ku, dengan sebuah harga yang sangat sakral dalam hidupku "demi bersama".
tapi bagiku, tak apa, demi harga yang mahal itu.
Tak jauh berbeda dengan ayah, ibu juga bisa dibilang begitu terobsesi dengan putri-putrinya. Mungkin ibu terlampau mencintai. Mungkin sudah sewajarnya bagi seorang ibu untuk mengkhawatirkan anak-anaknya. Tapi bagiku dan kakakku, ibu sebegitu protektif dalam memanajemen hidup kami. Benar-benar sebegitu, Dari berpenampilan, berperilaku, pendidikan hingga memperkecil lingkaran pertemanan kami dalam bersosialisasi.
Ah iya ya, bagaimana bisa ya? Bagiamana bisa baginda Raja mertyplum memilih aku yang tak cakap dalam bersosialisasi ini untuk menjadi calon Ratu di negara orang.
Aku, takut. aku takut mengacaukan, aku takut mengecewakan, aku takut reputasi Starphen yang ayah jaga selama bertahun-tahun menjadi hancur, aku takut cinta ibu kepadaku menjadi sia-sia, aku takut dengan aku yang menjadi ratu nantinya semua menjadi balau, tidak teratur, aku takut rakyat mertyplum maupun rakyat yang nanti ku arahkan menjadi kacau.
ayah kata, jangan mengkhawatirkan itu. Katanya, memang sudah sepatutnya aku menjadi ratu. Katanya, tidak ada lagi gelar yang cocok untuk seorang Ailiphylise de Starphen. Peri mertyplum. Aku, selain ratu.
Ibu bilang. aku pasti bisa, akan menjadi selalu bisa. Hanya perlu sempurna, maka semua pun menjadi sempurna. Hanya perlu memaksakan diriku, tuturnya.
Haah..Bukan tenang yang kudapat. justru aku merasa berat. Jauh--lebih berat. Seperti satu dunia ku gendong seraya di punggungku.
YOU ARE READING
Kesempurnaan Yang Tentatif
FantasyAllaresh yang sempurna tidak bisa mencintai Ailiphylise yang tak kalah sempurnanya. all menyukai tantangan,rintangan apapun itu yang menantang. namun hidupnya terlalu mudah. hingga pada saat ia bertemu dengan seorang gadis yang membawanya jauh dari...
