# 1 PERJODOHAN

14 6 0
                                        

"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh?" Salam seorang gadis berumur 19 tahun yang bernama lengkap Aida Hikmatul Hidayah Asy - Syarif Iskandar atau biasa dipanggil dengan sebutan Aya oleh keluarga kecilnya.

"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh"

"Sini Aya duduk samping baba" ujar kyai Rohman seraya menepuk tempat sebelahnya yang kosong, Aida pun menurut.

"Tadi abis dari mana dek?" Tanya Syauqi kakak laki laki dari Aida, yang bernama lengkap Mohammad David Saputra Asy - Syauqi Suara Ikmal Asy - Syarif Iskandar. Yang biasa dipanggil Syauqi oleh keluarganya atau dipanggil David oleh teman temannya.

"Dari rumah nenek bang" balas Aida dengan senyuman dibalik cadarnya.

"Sama siapa nak?" Tanya umma Mala ibu dari Aida.

"Sama Ina dan yang lainnya umma"

"Nak... Baba mau bicara... mumpung ini masih ada keluarganya Zaidan, Baba mau menjodohkanmu nak... dengan nak Zaidan apa Aya mau menerimanya?" Tanya kyai Rohman lembut seraya mengusap puncak kepala sang putri semata wayangnya.

Aida menoleh kearah sang kakak laki lakinya yang tersenyum kearahnya.

"Keputusan ada ditangan kamu dek" ujar Syauqi

Aida pun menarik nafasnya dalam dalam untuk berbicara.

"In shaa Allah Aida siap" ucap Aida dengan suara lantangnya. Itulah jawaban yang dicetuskan oleh Aida karna beberapa hari yang lalu Aida dan Kyai Rohman sudah membahasnya.

Ada rasa sedih dilubuk hati Aida yang terdalam namun disisi lain ada rasa senang karna ia akan menikah dan sedihnya karna ia akan meninggalkan rumah dan keluarganya yang sangat Aida sayangi.

"Alhamdulillah"

"Tapi maaf gus didalam pernikahan kita kelak jangan ada poligami" ucap Aida dingin

"In shaa allah saya tidak akan poligami" balas Gus Zaidan lantang.

"Saatnya permainan dimulai. Gue bakal pantau semua ini" batin Aida tersenyum smrik didalam hati.

"Nak Zaidan, saga berpesan untuk tidak menyakiti hati Aida, membuatnya menangis kecuali menangis bahagia. Demi Allah saya tidak akan terima kalau Aida disakiti hatinya. Dan jangan lupa jaga Aida dengan baik dan beri dia kasih sayang dengan sepenuh hati" ucap kyai Rohman dengan serius.

"In shaa allah saya janji, akan membahagiakan Aida dan menjaga memberi kasih sayang dan tidak akan membuatnya menangis kecuali nangis bahagia" ujar Gus Zaidan dengan lantang.

Disisi lain hati Syauqi juga ikut merasakan sedih karna adik perempuan semata wayangnya akan menikah. Walaupun menikah dengan temannya sendiri. Karna baginya Aida adalah seorang anak kecil yang harus dimanja dan diberi perhatian yang banyak walaupun sudah dewasa.

Namun wajah Syauqi berusaha agar tidak terlihat menyedihkan dimata orang lain selain umma dan sang adik.

“Baba umma Aya pamit mau kekamar dulu sama abang ya?” Pamit Aida sopan.

“Iya nak hati hati jangan lari lari ditangga ya..” peringat Kyai Rohman lembut

“Siap baba. Yaudah assalamu’alaikum”

“Wa’alaikumussalam”

“Ayo bang” ajak Aida seraya menarik lengan kekar sang kakak. Syauqi pun mengekori Aida dibelakangnya.

_ Dikamar Aida _

Aida berjalan menuju balkon kamarnya dan langsung duduk disofa panjang yang muat untuk 2 orang. Langkah Aida diikuti oleh Syauqi.

“Abang..” panggil Aida dengan tatapan mata dan wajah yang Sendu. Syauqi pun tau tatapan sang adik menandakan bahwa sang adik masih ada rasa kawatir.

“Dalem sayang..? Ada apa heum?” Tanya Syauqi lembut. Syauqi pun langsung memeluk sang adik dengan erat, mengelus punggungnya dengan lembut, dan mencium puncak kepala sang adik berkali kali.

“Bang… Aya takut bang… hiks… Aya takut nanti jadi istri yang ga baik gimana? Hiks… nanti Aya dosa… hiks… Aya takut nanti ga bisa melayani suami dengan baik bang… hiks…” isak Aida didalam pelukan sang kakak.

“Hei… sayang… Aidanya abang… gak boleh bilang begitu… gak baik… abang yakin kalau Zaidan itu bisa membimbing kamu dan mengajakmu kejalan yang benar…” ucap Syauqi dengan lembut lalu menghapus air mata yang jatuh kepipi sang adik.

“Aya pasti bisa kok… abang yakin… abang do’ain yang terbaik buat Aya. Aya cukup bismillah Aya pasti bisa” suport Syauqi dengan suara lembut namun tegas.

“Bismillah Aya pasti bisa” ucap Aida tegas.

“Bang… tapi Aya takut gak bisa mencintai suami Aya gimana? Sedangkan dihati Aya masih ada nama seseorang yang selalu Aya langitkan” lirih Aida

“Kalau dia kembali lagi dan jodoh kamu… berarti pernikahan ini hanyalah ujian. Jadi Aya harus semangat jangan menghindar dari ujian itu tandanya Allah sedang mengangkat derajat hambanya.”

“Aya masih suka tapi dia sama abang sama baba itu tempatnya sama dihati Aya tempat tersendiri dan paling spesial. Aida juga masih berharap sama dia bang...

dia itu spesial sama kaya abang sama baba. Aida belum bisa melupakan dia bang... apa dengan cara ini biar Aya bisa melupakan dia.. Aya masih suka dia masih mengagumi dia bang udah sejak 6 tahun lalu bang.

Gimana Aya bisa lupa? Sedangkan Aya udah buat janji tertulis dibuku diary kami bang, Aya sama dia udah buat janji kalau kami sudah sukses bakal balik lagi dan ketemu lagi bang.

Dia juga akan melamar Aya. Aya harus bilang apa kalo Aya udah menikah sama gus Zaidan tapi dianya melamar Aida bang? Jujur Aya masih sangat berharap sama dia bang buat balik lagi kaya dulu.

Aya kangen dia bang, cintanya dia itu setara sama cintanya Aida keabang sama baba jadi spesial banget, gak kaya temen abang si Gus Zaidan itu. Aya juga takut kalau nanti ada poligami ehehehhe …” ungkap Aida terkekeh

“Gapapa ya… yang penting kamu juga menaruh Zaidan dihati kamu juga walaupun gak spesial ehehehhe” balas Syauqi terkekeh.

“Iya juga ya?”

“Tetaplah menjadi Aida Hikmatul Hidayah Asy - Syarif Iskandar yang abang kenal ya… tapi jangan friendly sama siapapun kecuali yang mahram kamu atau teman dekat kamu yaaa”

“Siap abang David yang ganteng yang populer disekolahh”

“Bisa aja kamu Ya” balas Syauqi seraya mengelus lembut rambut Aida yang tertutup hijab.

“Abang…” panggil Aida manja.

“Dalem sayang… mau apa heum?” Tanya Syauqi lembut.

“Ngantuk mau bobo disini” ucap Aya dengan manja lalu memeluk sang kakak.

“Yaudah ayo bobo dikamar” ajak Syauqi langsung menggendong Aida ala bridal styl. Sesampainya dikamar Aida, Syauqi merebahkan tubuh sang adik

“Bobo sini aja bang… jangan pergi ih… Aya gak mau ditinggal” ujar Aida seraya menahan lengan kekar sang kakak.

“Iya sayang… yaudah abang bobo sini. Bobo sama Aya adek abang tercinta” seraya merebahkan tubuhnya disebelah tubuh sang adik dan memeluknya. Syauqi pum mencium kening sang adik berkali kali.

_________________________________

Maaf kalau banyak yang typo seng. Eheheheh

Jangan lupa follow akun ig : moza_chimoy , dan cerita_nizzz , ya seng bye bye! Sampai jumpa dipart selanjutnya.

Ikhlas itu rumit gusHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora