Bab 1

8 2 0
                                        

Tak terasa sudah bertahun tahun sandhya menjalani masa-masa SMP nya kini masa itu telah usai,tepat di hari  Senin di SMA cakrabuana sandhya memulai lembaran baru nya.

Hari ini adalah hari pertama sandhya memasuki SMA cakrabuana, seperti biasanya dihari pertama masuk sekolah di mulai dengan mpls.

Awal pertama masuk saja sandhya sudah di buat repot, banyak sekali barang yang harus ia bawa, mulai dari 1 buah tanaman hias dan jenis makanan yang sudah di tentukan oleh guru dan OSIS.

"Sand,kamu jadi mau bawa tanaman lavender?"

"Jadi,boleh kan yah?"

"Boleh"

Lantas sandhya mengaguk , selesai sarapan sandhya pun berangkat menuju sekolah.hari pertama sekolah sandhya di buat bingung bagaimana cara bawa barang sebanyak ini, akhirnya dia memutuskan untuk berangkat bareng bersama ayah nya.

Di dalam mobil sandhya tidak seperti biasanya dahulu sandhya adalah seorang anak yang sangat membenci suasana sepi anak yang paling ceria dan cerewet.tapi semenjak kepergian seseorang yang sangat berarti baginya Sandhya mulai berubah sikap nya seolah terbalik tidak seperti dulu.

"Sand lagi mikirin apa, ada barang yang ketinggalan?"ucap ayah

"Ngak kok yah semuanya udah lengkap"

"Anak ayah sudah dewasa ya, perasaan baru kemarin ayah nganter sandhya ke TK"

Sandhya pun tersenyum mendengar ucapan ayahnya

"Sandhya ngak selamanya jadi anak TK kali yah"

Ayah hanya tersenyum mendengar jawaban dari Sandhya

"Iya ayah tau sandhya sekarang udah dewasa bukan anak kecil lagi buktinya sekarang udah bisa galau"

"Jangan kebanyakan mikirin seseorang yang telah pergi meninggalkan kita kalau memang  dia di takdirkan bersama pasti akan ada masanya kita akan kembali bersama nya"sambung ayah

Ayah tau apa yang sedang di pikirkan putri nya semenjak kejadian Shaka menghilang dari hidup nya sandhya mulai berubah.

Tak terasa akhirnya mereka pun sampai,sebelum turun dari mobil
Sandhya pun Salim pada ayah nya.

"Belajar yang pintar biar bisa jadi psikologi"

"Siapp jendral"

Tidak langsung masuk kedalam sekolah melainkan sandhya menunggu teman yang belum juga datang.

"DORRR"

"Anjirrrr"

"Lama banget Lo Dateng nya"ucap sandhya sewot

"Sabar Dong orang sabar di sayang mantan"jawab rinai

"Kalau emang di sayang mantan kenapa harus jadi mantan"tanya sandhya

"Ya itu si derita Lo"

"Anjirr Lo awas aja gue doain Lo balikan sama mantan Lo"

"Aamiin,makasih ya doanya Lo tau aja gue belum bisa move on dari dia"jawab Rinai Santai

Sandhya hanya memutar bola matanya malas

"Kalian masih mau disini, gerbang sudah mau ditutup"ucap seorang satpam dengan nada tegas

Lantas Sandhya dan rinai berlari masuk kedalam sekolah.

Mencari nomor bangku yang sudah di tetapkan, masa mpls semua siswa siswi  harus menempati kursi yang sudah berjejer rapi di aula.

"Yang sudah dapat kursi nya segera keluar upacara pembukaan akan segera di mulai"teriak seorang lelaki

Sandhya yang sudah menemukan kursinya segera keluar dari dalam aula tidak lupa juga rinai yang sudah lebih dulu pergi menuju lapangan upacara , setelah semuanya kumpul di lapangan, upacara pun di mulai rangkaian demi rangkaian upacara telah selesai para siswa siswi pun mulai kembali masuk kedalam aula.

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu"

"Selamat pagi semuanya"ucap seorang lelaki

"Pagiiiiiii"teriak semuanya

"Gimana yang abis upacara cape ngak"

"Capeee"jawab siswa siswi kompak

"Udah pada sarapan belum"

"Sudah,belum"sebagian dari mereka ada yang menjawab sudah dan ada juga yang menjawab belum

"Yang belum kenapa ngak sarapan"

"Ngak sempet kak ke siangan"

Laki-laki itu pun tersenyum mendengar jawaban dari adik kelas nya

"Oke sebelum nya kaka mau memperkenalkan diri, nama saya Arkanza geyzar Bisa dipanggil kak Arkan" ucap nya sambil tersenyum

"Untuk mempersingkat waktu kita akan mulai acara nya"

Acara pun dimulai, rangakaian acara mulai dari menanam tanaman yang kita bawa sampai menulis materi yang di berikan oleh para tamu yang datang.

Jam istirahat pun tiba.
Sandhya dan rinai mulai memakan bekal yang di bawa mereka dari rumah.

"Sand udah selesai belum makannya anter ke kamar mandi dong kebelet nihh"ucap rinai

"Udah, yukk gue anter"

Mereka pun berjalan keluar dari aula.

"Kamar mandi nya di sebelah mana lagi, mana udah kebelet lagi"

"Coba sebentar gue tanya dulu ke kaka itu"

Sandhya pun pergi menghampiri Kaka kelas nya

"Maaf kak mau tanya kamar mandi di sebelah mana ya"

"Sebelah sana kamu lurus aja nanti belok ke sebelah kanan"ucap seorang lelaki itu

"Sebelum nya terimakasih kak"sandhya pun tersenyum lalu pergi menghampiri rinai dan mereka berdua pun berjalan menuju kamar mandi.

Menunggumu Atau Pergi Bersama NyaStories to obsess over. Discover now