Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 1

70 5 0
                                        

Matahari belum menampakkan dirinya, menandakan bahwa hari masih diselimuti oleh gelapnya sang malam. Terlihat seorang pemuda yang berjalan tertatih-tatih, tubuhnya penuh luka lecet dan darah sesekali dia meringis saat menyentuh bagian perutnya.

Dia membaca sebuah mantra dengan suara yang sangat kecil lalu tiba-tiba saja ada semacam portal terbuka dihadapannya, dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam portal itu. Rupa-rupanya portal itu adalah teleportasi. Karena dia sudah mendudukkan dirinya di sofa rumahnya. Mengobati dirinya yang penuh luka seorang diri, mengoles dan membalutnya secara asal. Dan tak lama dia tertidur diatas sofa.

Tok tok tok

Suara ketukan pintu membangunkan pemuda itu, duduk diam sambil mengumpulkan nyawa yang masih setengah sadar.
'siapa sih?' ucap nya dalam hati.

Ceklek

Membuka pintu namun tidak membuka sepenuhnya hanya untuk kepalanya saja yang melihat, karena dia belum sempat mengganti bajunya yang penuh darah.

"Oh ternyata kau Pulcinella, mengganggu orang saja pagi pagi buta. Ada urusan apa kau kesini?!" Ucap pemuda itu dengan nada tidak suka

"Tenang lah child. Kau makin terlihat seperti anak-anak yang susah dibangunkan kalau begini" ucap Pulcinella disertai kekehan kecil

"Kau sangat bertele-tele, cepatlah jika tidak ada urusan aku kembali tidur saja" pemuda itu bersiap menutup pintu

"Tartaglia, kau dipanggil ke istana untuk ikut rapat bersama para fatui harbingers lainnya"

Sontak saja pemuda bernama tartaglia itu melebarkan matanya saat mendengar kalimat barusan. Raut wajah terkejut nya tidak bisa disembunyikan, ia benar-benar terkejut dengan berita itu.

"Kau serius?! Berarti mereka semua ada disini?!"
Melirik ke kanan ke kiri memastikan sesuatu

"Iya aku serius, untuk apa aku bercanda! Lagian kenapa kau sangat terkejut? bukankah biasanya rapat juga dilakukan mendadak"

"I-iya aku terkejut saja, karena udah lama juga kita tidak melakukan rapat"

"Kau benar, ya sudah nanti malam datanglah ke istana. Hanya itu saja, aku pamit" ucap Pulcinella sambil berlalu pergi begitu saja

Childe menutup pintu dan menghempaskan diri ke kasur. Tubuhnya sudah membaik hanya sedikit rasa sakit diperutnya. Menumpu tangan di kepalanya menutupi matanya yang terpejam. Tak lama dia bergumam

"Apakah aku akan ketahuan? Apakah aku akan mati jika semuanya terbongkar? Faktor paling buruknya para fatui akan menghabisi keluargaku"

"Lantas, aku harus bagaimana?" Childe kembali membuka matanya, melihat kearah langit-langit kamarnya.

Change The StoryCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang