bab 1

5 1 0
                                        

Di sebuah rumah yang mewah, ada seseorang perempuan bernama Elizabeth Naomi Permata atau Naomi.
Naomi mempunyai 5 kakak laki-laki dan orang tua yang lengkap

Saat Naomi hendak pergi ke sekolah ayahnya menyuruh kakak naomi Jendral untuk mengantarkan Naomi dan ibunya saat dalam perjalanan Jendral tidak fokus dalam perjalanan karena ada telepon dari klien di perusahaannya sementara naomi ingin segera sampai di sekolahnya karena sudah telat.

Saat Jendral hendak menjawab telepon, handphone milik jendral terjatuh ia mencari kemana hilangnya handphonenya saat handphone sudah di tangan jendral tiba-tiba ada truk besar menabrak mobil Jendral. Ibu dan jendral tewas di tempat sementara Naomi kritis di rumah sakit.

Sudah 7 hari naomi di rumah sakit ia di persilahkan untuk pulang, Naomi pulang ke rumahnya dengan sedih karena tidak ada lagi ibunya di rumah saat ia baru membuka pintu rumahnya ia di kejutkan dengan seorang wanita muda yang tengah duduk di ruang keluarga bersama ayahnya.

Ayahnya Naomi bernama Abimanyu Janedra atau Abi.
Naomi terkejut dan bertanya kepada ayahnya

" Ayah, siapa itu? " Naomi bertanya

" Pacar ayah. " Jawab ketus ayahnya

Naomi terkejut

" Ayah? Bunda baru aja meninggal kemarin loh masa udah ada pengganti bunda? Otak ayah kemana sih? " Bentak Naomi

" Berani kamu bentak ayah naomi?! " Abi berkata dengan keras

" Udah, kamu yang menyebabkan istri dan anak pertama saya meninggal jadi kamu jangan merasa paling tersakiti disini." Jawab acuh tak acuh abi

" Sudahlah,ayahmu lebih memilihku jadi kamu tidak berhak mengatur " jawab perempuan muda itu

Naomi tidak memperdulikannya dan langsung memasuki kamarnya

Saat naomi keluar dari kamarnya untuk makan malam ada kakak ke tiga naomi bernama Jaendral Abimanyu afau Jaendral. Jaendral menghampiri Naomi

" Pembunuh. " Jaendral bicara kepada naomi

" Aku bukan pembunuh, kak. " Jawab sedikit takut naomi

" Tapi kamu buat bunda meninggal, naomi. " Jawab dingin Jaendral

" Itu cuma musibah, bukan salah ku kak jangan sebut aku pembunuh lagi. " Naomi ingin menangis saat mendengar jendral menyebutnya pembunuh

" Terserah, intinya kamu pembunuh. " Jaendral menudingkan jarinya kearah depan Naomi dan pergi

Naomi pergi ke kamarnya dan menangis

" Apa aku memang pembunuh? " Tanya naomi pada dirinya sendiri

" Tapi, bukan aku penyebab meninggalnya abang sama bunda. " Naomi menangis

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 07, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Keluarga?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang