"Dasar boty a***g!" umpat Hyunjin.
"Boty? Sial~" ucapan Seungmin terputus karena Hyunjin menutup pintu kamarnya, hampir mengenai wajah Seungmin. "
"Lama-lama bisa gila gue!"
Seungmin mengetuk pintu Hyunjin sambil memaki namun tiba-tiba suara itu b...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Seungmin
Bab 1. Pria Aneh
Seungmin anak pertama dan satu-satunya dari Jun Sina dan Kang Minsuk, namun karena faktor ekonomi membuat pernikahan mereka berdua terpaksa berakhir. Ibu Seungmin meminta pisah dari ayah Seungmin dan ibu Seungmin membawa Seungmin pindah meninggalkan ayah sendirian. Sampai akhirnya ibu Seungmin bertemu Hwang woobin pengusaha kaya raya, dan duda kaya.
Sebenarnya Seungmin tidak ingin meninggalkan ayah cuma ia tidak mungkin juga bersama ayah dan meninggalkan ibu karena itu ia sering menemui ayah melihat keadaan ayah dan ia juga berkerja saat pulang sekolah memberi separuh gajinya untuk ayah, namun semenjak ibu Seungmin dan Hwang woobin mau melangsungkan pernikahan dalam waktu dua minggu Seungmin dan ibunya tinggal di kediaman Hwang Woobin.
Karena ini hari minggu, jadi Pagi-pagi sekali Seungmin sudah siap-siap dengan rapih karena ia mau pergi bertemu ayah. Ibu Seungmin tau kalau putranya itu mau pergi kemana karena itu ia tidak mengijinkan anaknya pergi.
"Udah rapih aja. Mau kemana?" tanya mama.
"Umin mau keluar bentar mah," jawab Umin.
"Keluar? Kemana?" tanya mama curiga.
"Umin mau beli sesuatu di luar," jawabnya tertunduk. Tak berani menatap mata ibu. Jun Sina tau kalau putranya tertunduk berati bohong.
"ketempat ayah mu? Mamah tau, jagan bohong! Kan mama sudah bilang kita mau pindah dan tidak tinggal di gubuk ini lagi!" kata mama, dengan nada sedikit naik.
"Iya, Umin bohong. Tapi bukannya mama gak pernah setuju kalau Umin kerumah ayah, bertemu ayah. Lagian apa salahnya sih Mah, kalau Umin ketemu Ayah tar juga susah untuk ketemu ayah, kan kita sebentar lagi kita akan pindah ke Gengnam. Mah, ayah tetap ayah Umin walaupun hubungan mama sama ayah sudah gak ada tapi hubungan aku sama ayah tetap ada dan akan selalu ada." Seungmin pun pergi setelah selesai bicara.
Sebelum ketempat ayah, Seungmin pergi untuk mengambil uang yang ia simpan dan singah rumah makan kecil, dan minie market terlebih dulu karena ia mau membeli makanan untuk ayahnya, tapi saat mau mengambil puding ia kalah cepat dengan seorang pria yang tingginya lebih tinggi darinya mungkin sekitar seratus lapan puluan lebih.
"Permisi, maaf. Boleh saya minta itu bro? Soalnya saya yang menemukan terlebih dahulu, " kata Seungmin.
"Lu mau ini," kata pria itu, sambil menunjukan benda ditangan nya kearah Seungmin.
"Iya, tadi saya yang duluan menemukan tapi kamu ambil."
"Terus salah saya? Kamu saja lambat," ucap pria itu lalu pergi.
"Dasar aneh. Ya wajar dong gue lihat harga dulu soalnya waktu gue beli gak segitu, mana tinggal satu." Seungmin terpaksa membeli puding pulut beras, sebenarnya ia tidak terlalu suka cuma ayah sangat menyukai.
Setelah mengambil dua minuman kaleng, roti, dan obat ringan yang memang sudah tersedia di mini Market, Seungmin pun pergi ke kasir untuk membayar saat sudah diluar ia melihat pria tadi bersama temannya, tepat di pinggir pasar depan minie market sambil menghisap rokok. Ada lima orang kalau di hitung. Sempat ia melihat pria tadi bersama temannya, karena dilihat balik Seungmin buang muka, tak memperdulikan pria-pria itu Seungmin jalan saja tanpa memperdulikan siyulan mereka. Jelas itu tertuju untuk Seungmin.
Seungmin berdiri di pinggir pasar jauh dari mereka ia sengaja. Dalam hati Seungmin berharap Taxi cepat datang. Seungmin melirik kearah kirinya, dan pria yang mengambil puding tadi mendekat bersama temannya satu orang, Seungmin meneguk ludah nya kasar ia merasa gugup, takut karena mereka banyak.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.