Submissive Boyfriend 🔞

333 14 0
                                        

Dazai Osamu terkenal sebagai pria tampan di sekolah, tidak hanya itu, ia juga jenius, berwibawa, dan ramah. Ia nyaris sempurna sehingga banyak gadis-gadis tergila-gila padanya, sayangnya Dazai sudah memiliki pacar, Nakahara Chuuya. Meski begitu tidak menghalangi para gadis untuk menunjukkan perasaan kagum dan suka ke Dazai. Sedangkan Dazai sendiri hanya menanggapi dengan senyum, tidak ingin terlalu berurusan, karena yang utama baginya adalah Chuuya.

Saat ini di kantin, Dazai dan Chuuya sedang makan siang bersama, Dazai dengan romantis menyuapi makanannya ke mulut Chuuya. Melihat Dazai bersikap agak cringe menurutnya hanya membuat Chuuya memutar matanya. Meski begitu Chuuya cukup senang, dan menerima suapan Dazai, bahkan ia memberikan suapan juga ke Dazai.

Mereka menikmati waktu makan siang bersama, diselingi dengan lelucon bodoh Dazai, obrolan yang menghibur, membahas hal-hal yang menjadi favorit Chuuya, dan lainnya. Sehingga muncul beberapa gadis yang memberikan hadiah ke Dazai dan itu membuat Chuuya bad mood. Menyadari perubahan mood Chuuya, Dazai menolak hadiah para gadis tersebut.

"Seperti biasa, banyak gadis gila yang selalu berusaha mendekatimu. Itu membuatku kesal. Kenapa si mereka tergila-gila denganmu?" tanya Chuuya kesal.

Mendengar pertanyaan dari pacarnya hanya membuat Dazai tersenyum, ia pun mengelus surai Chuuya. "Lupakan saja mereka, yang terpenting aku hanya tergila-gila padamu."

Chuuya memutar matanya, karena ia merasa seperti mendengar rayuan seorang playboy. Sedangkan Dazai terkekeh kemudian memberikan kecupan di pipi Chuuya. Mendapatkan itu membuat hati Chuuya senang namun ia tidak mau menunjukkannya.

"Tetap saja itu menyebalkan, mereka juga terlalu mendewakanmu, padahal jika mereka tahu seberapa payah kamu di kasur-"

Perkataan Chuuya terhenti karena tangan Dazai menutupi mulutnya, Dazai merona dan ia memalingkan wajahnya. "Ayolah, jangan membahas itu. Aku juga berusaha melakukan yang terbaik untukmu." Dazai cemberut dengan pipi yang bersemu merah.

Melihat Dazai seperti itu membuat Chuuya menyeringai kemudian menggenggam tangannya. "Kamu malu? Lucu sekali. Setidaknya di balik Dazai Osamu yang nyaris sempurna terdapat kekurangan yang membuatnya tidak pantas disebut nyaris sempurna."

"Berhenti menggodaku!" Wajah Dazai semakin memerah layaknya tomat itu membuat Chuuya terkekeh kemudian ia menangkup wajahnya.

"Kamu lucu, mau melakukannya nanti pulang sekolah?" tawar Chuuya yang membuat Dazai membelalak kaget. Meski begitu ada perasaan bersemangat dalam diri Dazai, dengan malu-malu ia mengangguk. Chuuya tersenyum kemudian mengelus rambut Dazai.

"Good boy."

Dazai Osamu katanya adalah pria yang nyaris sempurna dan gadis manapun yang berhasil mendapatkan dirinya maka gadis itu beruntung. Sehingga banyak gadis lain yang mengatakan bahwa Chuuya itu beruntung. Meski kesal mendengar itu, Chuuya berusaha mengabaikan semuanya, karena ia tahu kenyataan, bahwa yang beruntung bukan dirinya melainkan Dazai. Bahkan Dazai juga merasa seperti itu.

Saat ini, mereka berdua berada di kamar Chuuya, Chuuya sudah berbaring dengan kondisi telanjang, tubuhnya begitu indah di mata Dazai. Lekukan tubuh yang ramping, kulit yang halus dan lembut, aromanya yang harum, serta tidak lupa dengan dada Chuuya yang besar. Dazai merona melihat itu. Chuuya hanya menyeringai melihat reaksi Dazai, ia terus menatapnya yang masih berdiri dengan pakaian yang lengkap serta wajah meronanya.

"Oh ayolah, aku sudah melihat tubuhmu, aku juga menerima tubuhmu, berhenti bersikap seperti perjaka," goda Chuuya yang membuat wajah Dazai semakin merona.

"Aku tahu dan bersabarlah!" ujar Dazai yang mulai melepaskan pakaiannya satu persatu. Chuuya menikmati pemandangan di hadapannya, seorang Dazai Osamu yang melepaskan pakaiannya dan kini sudah telanjang.

Submissive BoyfriendWhere stories live. Discover now