01-(uranie pov)

6 1 0
                                        

pernahkah kalian membayangkan kehidupan bahagia tanpa adanya rasa sakit atau ketidakpuasan?

yah..hal itu mungkin terjadi.

namun,meskipun itu terjadi,tidak semua hal akan sempurna,aku uranie,usiaku 15 tahun,aku memiliki kakak laki laki,namanya malik,kedua orang tuaku adalah pengusaha,kami hidup bahagia,sampai pada umurku yang ke-16 tahun pada hari ulang tahunku,aku sedang membaca buku kesukaan ku dikamarku sampai akhirnya..aku mendapat kabar dari polisi bahwa,orang tuaku ditembak dikepala,pistol nya ditinggalkan di tkp,mereka sudah mendapatkan hasilnya,dan pelaku pembunuhan orang tuaku adalah,malik,kakakku sendiri,aku terus berusaha menyangkalnya,menyangkal fakta kakaku adalah seorang pembunuh,namun,mau berapa kalipun aku tetap harus mengakui fakta yang sangat kubenci itu,aku mungkin adalah seorang gadis muda yang orang tuanya meninggal,beberapa orang berpikir bahwa setelah wafatnya orang tuaku akulah yang memegang komando,namun sebenarnya yang memegang komando adalah bibiku adik dari ibuku,bibiku baik saja padaku,masih menyisihkan uang untuk biaya sekolahku dan lainnya,sekarang aku sudah berusia 18 tahun sudah dua tahun aku berusaha mencari tahu dimana kakakku yang menghilang,kilas balik,alasan,motif,dan keuntungan yang didapat karna membunuh orang tuaku,aku memperhatikan tabel yang penuh kertas petunjuk.

"yuu,kamu mau makan dulu?'' tanya bibi ira padaku aku menoleh dan akhirnya menjawab.

''iya,nanti aku kebawah,tunggu saja,bibi.''bibi ira menghela nafas dan memperhatikan tabel yang berada dihadapanku.

''yuu,kamu masih mencari tahu soal masalah dua tahun lalu,ya?sebaiknya dilupakan saja,jangan sampai itu menjadi beban pikiranmu,itu tidak bagus..,kamu juga harus fokus untuk ujianmu nanti,ya,jangan sampai kamu dapat nilai jelek,ingat untuk semangat ya..''ucap bibi ira.

aku mengangguk dan membalik tabel itu yang sekarang menunjukkan jadwalku,dan hal hal pribadiku lainnya,aku berjalan ke ruang makan bersama bibi ira dan makan berempat dengan suami bibi ira dan adik sepupuku,salma yang masih berusia lime tahun,dia menyambutku dengan semangat.

''kak yuu!ayo makan sampai salma!''ajak adik sepupuku ceria,aku mengubah ekspresiku menjadi senyum juga dan mengangguk.

''iya iya,sabar dong,kalau lari nanti pegel nih.''ucap ku dengan nada sarkastik.

''eeh,masa lari kecil doang pegel?kakak pernah ikut lomba larikan?jangan boongin salma deh..''ucap salma,aku hanya tertawa sedikit dan duduk disampingnya.

setelah makan aku menemani salma menonton kartun kesukaannya dikomputerku sambil sesekali melontarkan beberapa pertanyaan padanya,dia selalu menjawab dengan gembira,aku juga tersenyum melihatnya gembira.

aku terkadang berpikir,'jika keluargaku masih lengkap,akankah aku bisa segembira seperti salma?' atau aku memikirkan,'seandainya aku bisa kembali kemasa lalu,aku akan mencegah semuanya hal buruk itu terjadi',aku tersadar dari lamunanku karna salma memanggilku memberitahu bahwa kartunnya sudah berakhir di episode itu dan meminta tontonannya diganti,aku hanya mengangguk dan menuruti keinginan salma.

aku harus mencarinya..

harus..

find youTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang