Dirga~Seseorang telah mencuri hatiku hanya dengan sekali melihatnya. Tidak begitu cantik namun sangat menarik. Tubuhnya mungil namun berhasil memenuhi hatiku hingga terasa sesak didalam sana.
Dialah Lyra, Lyra Aesbelle. Wanita yang mampu membuatku jatuh cinta untuk pertama kalinya, hingga aku rela meninggalkan hobi ku bermain bola hanya agar bisa fokus mendekatinya.
"Hai boleh saya berkenalan dengan kamu?"
"Hah?saya?"
"Iya kamu"
"Oh, eh boleh saya Lyra"
"Nama yang cantik,secantik orangnya. Aku Dirga, kelasku persis disebelah kelas kamu"
"Iyakah? mmaafkan saya,saya terlalu kurang update jadi nggak pernah tau soal kamu"
"Ya tidak apa, aku juga baru lihat kamu kemarin"
Tringggg Bel masuk berbunyi,walaupun sebenarnya aku masih ingin tetap disini. Tapi apa boleh buat,ini sekolah aku harus tetap mematuhi segala peraturan yang ada disini.
"Aku balik ke kelas dulu ya. Besok kita ketemu lagi" Pamitku.
"Hah, i-iya silahkan"
Hari ini 22 Januari 2023, adalah hari yang aku rasa paling membahagiakan dalam hidupku. Berkenalan dengan putri mungil yang dari beberapa Minggu lalu membuatku selalu m4buk kepayang, disini didada ini terasa banyak sekali kupu kupu berterbangan ikut merasakan kebahagiaan ku. Dia gadis yang ceria, aku tau itu walaupun selama ini aku hanya bisa melihatnya dari jauh, namun hari ini agaknya dia gugup, mungkin karena aku datang sangat tiba tiba.
"Kiw kiw, waduh ada yang lagi kasmaran ini"
"Cyee cyee Dirga. Masuk kelas udah senyum senyum sendiri nih"
"Omooo, seorang Dirga bisa naksir cewek juga? aku kira cuma cinta sama bola aja"
Ramai sorak sorai teman teman kelas,yang baru saja melihat aku dan Lyra. Tanpa bisa dikendali lengkungan dibibir ini kian melebar seiring jantung yang kembali berdebar mengingatnya.
"Aduduh calting caltingg"
"Huss sudah sudah, pak Fahri otw" kataku.
Kelas mulai kondusif kala Pak Fahri guru Bahasa Indonesia memasuki kelas. Beliau sedikit demi sedikit menerangkan segala bentuk materi. Namun, sepertinya Harsa yang disebabkan oleh Lyra belum mau mereda. Sepanjang waktu pelajaran hanya mata yang melihat arah papan tulis, sedangkan inggit ku melalang buana memikirkan dia yang berada dikelas sebelah. Ingin rasanya aku menunjukkan ke NASA bahwa ada yang lebih indah dari kerlap kerlip bintang luar angkasa.
Sekian jam berlalu, hingga akhirnya bel pulang berdentang.
"Hai" sapa Rossie, salah satu teman sekelas tiba tiba datang dan dengan santainya menduduki bangku sebelahku.
"Kenapa Rossie?"
"Maaf ya ganggu kamu,dari materi yang disampaikan pak Fahri tadi aku ada yang belum faham kamu bisa bantuin aku kan?"
"Lihat dulu bagian mana soalnya belum tentu aku udah bisa"
"Bagian majas yang buat sindiran, kira kira bisa gak ya buat nyindir crush?"
"Ahahaha Ros Ros kamu ini ada ada aja"
"Malah ketawa,aku serius Gaa! kamu nyebelin ih. Tapi btw lucu juga nama panggilan kamu barusan Ros."
"Jadi ini beneran ada yang dibingungkan apa nggak sih?"
"Udah enggak. Emm makasih ya aku happy banget!"
"Happy gimana, emang aku ngelakuin apa?"
"Ya dengan ngobrol sama kamu aku jadi happy"
"Wahh kayaknya aku membawa energi positif ya"
"Iya bangettt lagii"
"Eh udah dulu ya, mau balik ini aku. Pasti Lion udah lama nungguin. Bye!"
"Bye Dirga ganteng"
YOU ARE READING
Lyra Aesbelle
Teen FictionCerita ini hanya fiktif belaka, jadi jangan dihujat ya. Cmiww
