Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Puspa Nadaratu Ryujin - ITZY
Malam yang cukup tenang di hunian Ara tepatnya di ruang kamarnya. Pikirannya sedang menjelajah setiap memori yang tiba tiba saja terlintas.
Bukan efek apapun, hanya saja pikirannya tiba tiba ingin mengingat kisah kisah yang telah lalu. "Huuuuuuh" Merenggangkan badannya yang merasa pegal Ara bangkit dari posisi tidurnya. Kakinya melangkah menuju meja tempat dia menaruh segelas air.
Beberapa teguk air sudah membasahi tenggorokannya yang kering kerontang sebelumnya. Tidak segera beranjak, dia menatap pantulan dirinya sendiri pada kaca yang terletak diatas meja tersebut.
Tubuhnya kurus, kantung matanya terlihat menghitam serta kedua matanya yang terlihat lelah. Apa yang terjadi pada tubuhnya? Pikiran itu terlintas sejenak untuk sepersekian detik kemudian dia menganggukkan kepalanya sendiri.
"Besok daftar jadi model kali ya" Gumamnya dengan tubuh yang berputar sambil sesekali berpose. Hiburan tersendiri untuknya yang sedang lelah. Bukan begitu?
"Araaaaaa" Teriakan dari luar kamar mengambil atensi Ara sepenuhnya. Berpose untuk terakhir kali sebelum dia menghembuskan napasnya kasar, tidak menjawap panggilan sebelumnya tubuhnya berputar kearah pintu kamarnya untuk mendatangi asal suara tersebut.
Setelah mendudukan bokongnya dengan nyaman disebelah perempuan yang memanggilnya tadi. Cukup lama hening tidak ada yang memulai pembicaraan membiarkan suara televisi memenuhi ruangan tersebut.
"Marhaban tiba marhaban tiba" "Anjing"
Tidak kurang dari dua detik bagi orang disamping Ara untuk menepuk mulut kasarnya itu. "Mulutnya kaya bukan Islam" Katanya.
"Loh mah marhaban tiba loh" Jengkelnya setelah mendapat tanda kasih cinta dari sang ibu.
Yap orang yang memanggil Ara barusan adalah ibunya. Kenapa dipanggil? Belum tau kan belum nanya.
"Loh kan emang marhaban? "
Ara harus meluruskan hal penting ini. Kedua kakinya naik bersila diatas sofa dan tubuhnya dia arahkan menghadap sepenuhnya ke ibunya kedua tangan nya dia satukan "🙏" Belum seperempat suaranya dikeluarkan wanita didepan nya ini langsung memukul lengan anaknya sedikit kencang dengan disertai kesadaran penuh dan sedikit tawa yang lumayan keras.
"Romadhon iya romadhon aduh " Kata beliau setelah selesai dengan tawanya. Tangannya menyeka ujung matanya yang sedikit berair.
Membenarkan posisi duduknya, kini ibunya berdehem sekali untuk menetralkan suaranya. Pandanganya beralih ke anak perempuan yang sudah beranjak dewasa sekarang. Ada tatapan yang sulit diartikan oleh Ara. Namun apa itu? Betul saya pun tidak tau.
"Mau ambil jurusan apa de? " Sepertinya pembahasan yang cukup serius. Ara membenarkan posisi duduknya siap berdiskusi dengan ibunya. Tidak langsung menjawab dia sedikit berpikir lama.
"Ada dua sih ma, Teknik Sipil atau Teknik Mesin. Buat univ nya jujur pengin masuk politeknik Bandung cuma kalau rejekinya bukan disitu aku mau yang di wilayah Jogja aja" Menghirup udara sebentar menjedanya cukup lama " Sama pengin ngerasain jadi anak kos hehe. "
"Yaudah nanti mama cari cari info dulu, kamu belum makan kan tadi buka? Makan dulu abis itu kalo mau lanjut tidur sikat gigi dulu. Jangan dibawa mikir berat berat kamu ga kuat" Ucapnya lembut sembari mengelus elus rambut Ara dengan kasih sayang.
Puas dengan belaian ibunya, Ara berdiri menuju dapur untuk mengisi amunisinya.
-☕-
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tiba tiba aja kepikiran bikin cerita hehe.
Lagi jatuh cinta banget sama Ryujinawww. Oh iya selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏.