kenalan yuk

5 1 0
                                        

Sepasang suami istri bernama Raditya Magara dan Resti Pangestu dikaruniai empat orang anak,tiga perempuan dan satu laki - laki.

Anak pertama perempuan Erline Tarumagara,anak kedua perempuan Kania Arummagara,anak ketiga perempuan Larasya Numagara dan terakhir laki - laki Reza Armagara.

Mereka adalah orangtua yang sangat menyayangi anak - anaknya,melakukan yang terbaik untuk anaknya dan memberikan kelembutan serta kehangatan dalam membimbingnya.

Next

Semuanya sedang sibuk menyiapkan acara pernikahan Erline yang tinggal dua hari lagi. Kania juga dapat jatah cuti tiga hari dari pekerjaannya.

"Aku siapin kado dulu deh,numpang bungkus ah dirumah kak Willi." Dengan semangat Kania membawa peralatan yang ia butuhkan kerumah Willi kekasih Kania,ia berjalan kerumah Willi yang tak jauh dari rumahnya.

Kania Arummagara sudah menjalin hubungan dengan Willi Nugraha selama enam tahun lamanya. Hanya saja hubungannya masih belum dapat restu dari kedua orangtua mereka,entah sebabnya apah mereka tidak tahu.

"Assalamualaikum?" Ucap Kania diambang pintu rumah Willi.

"Walaikumsalam. " Ucap ibunya Willi Rania Mutlaq.

Kania menyalami punggung tangan Rania.

"Masuk aja,Willi ada di dalem kok." Ucapnya dengan ramah.

Hubungan Kania dan willi sudah sejauh ini,diperkenalkan kepada kedua orangtua masing -masing,bahkan Kania juga suka main bawa bingkisan kalo udah gajian,dan kalo Willi pulang dari perantauan.

Kania duduk menunggu  yang sedang di kamar mandi.

Kania asik sendiri membungkus kado yang akan ia berikan pada Erline kakaknya.

"Ekh kak?" Willi terkejut melihat sang kekasih ada di rumahnya,dengan cepat Kania pun menyalami punggung tangan Willi.

Willi sengaja pulang dari Jakarta untuk menghadiri pernikahan Erline,lumayan sabtu,minggu Willi libur kerja.

"Kamu kok ada disini?"

"Hehe ia kak,numpang bungkus kado. Dirumah gabisa soalnya tar ketauan lagi. Lagi pula dirumah banyak orang plus banyak barang juga,jadi ga leluasa." Masih asik dengan kertas kadonya.

Willi hanya memandangi wajah Kania,ia sangat lihai dengan gunting,kertas dan lem itu.

"Kita gabisa main ya?" Ucap Willi di tengah kesibukan Kania.

Kania menatap Willi sekejap,kemudian menatap kertas dan gunting di tangannya itu.

"Gabisa kayanya kak. Sibuk banget hari ini. Apalagi besok kan hari H nya." Willi hanya manggut-manggut kecewa. Ia berharap bisa main keluar karena cuma dua hari ia di kampung halaman.

"Dah siap nie kak. Aku pulang ya?" Pamit Kania.

"Loh sebentar banget. Gak main dulu?" Harap Willi bisa memandangi wajah Kania lebih lama.

"Gabisa kak. Ini juga di wa in terus ada dimana katanya." Jelas Kania sembari membaca ponselnya.

"Sebentar aja." Mohon Willi. Kini Willi membaringkan tubuhnya di lantai,kemudian menarik tangan Kania agar mengelus rambutnya.

Kania hanya mengikuti kemana tangannya Willi bawa.

Kania tersenyum saat tangannya menyentuh rambut Willi.

Drrttttt

Ponsel Kania berbunyi menandakan ada telfon masuk.

"Siapa?" Kini Willi terduduk menunggu jawaban Kania.

"Kak Erline." Dengan cepat Kania menjawab telfonnya.

"Dimana kamu. Lagi sama Willi ya. Udah tau dirumah lagi sibuk,malahan main. Pulang sekarang!"

Tut tut tut

Erline mematikan telfonnya sepihak.

"Dimarahin ya,baru aja keluar sebentar." Ucap Willi dengan wajah datarnya.

Kania merasa bingung,di satu sisi ia sangat kesal di marahi oleh kakaknya,sedangkan ia keluar untuk membungkus kado pernikahan untuknya,di sisi lain ia merasa bersalah melihat wajah Willi seakan kecewa padanya,jujur Kania juga ingin lebih lama bersamanya.



Jangan lupa vote ya teman - teman. Biar semangat UP nya.. makasih...

Takdir milik Allah...Where stories live. Discover now