Pada hari Senin, tanggal 15 April, matahari sepertinya lebih ganas dari biasanya. Sinar matahari yang membakar sebagian tubuhku, membuat keringat bercucuran dan pakaianku basah kuyup. Namun, di tengah terik matahari tersebut, aku berdiri tegak.
Aku berada di lapangan upacara, bersama dengan ratusan siswa lainnya. Kami semua berbaris rapi, berdiri tegak dengan pandangan lurus ke depan. Meski matahari membakar kulit dan udara panas membuat sesak, kami tetap tegak dan diam, menunjukkan rasa hormat dan disiplin. Tangan kanan kami terangkat, memberikan salam sempurna. Kaki kami rapat, seolah terpaku di tanah. Kami berusaha untuk tidak bergerak, untuk tidak menunjukkan rasa tidak nyaman yang kami rasakan.
Upacara sudah berakhir, aku dan keempat temanku. mereka bernama Reyan,Neo,Kiyan, dan aku Bintang.
Reyan adalah seorang yang rakus, gendut dan juga sombong.
Sedangkan Neo dia adalah orang yang hipokrit, dengan hanya melihat orang lain, dia bisa seolah sudah menguasai nya, dia juga cungkring seperti layaknya kurang gizi.
Sesudah upacara mereka berdua langsung memaki guru dengan perkataan yang tidak pantas dikatakan
"Lelah sakali, dasar guru sialan" ucap Reyan salah satu temanku Dengan penuh amarah
"Kenapa harus ada upacara, merepotkan. Oi bin lu ga cape apa, diem aja dari tadi" jawab temanku Neo.
Reyan mengejek ku dengan mengatakan "pantes pas cek ke dokter nilai dia abnormal, yahahhaha"
"..."
Aku dan Kiyan sejujurnya sudah tidak menggap Reyan dan Neo sebagai temannya, kita saling melirik seakan sudah tak heran dengan kedua orang itu, mereka seperti anak kecil dan tidak cocok sebagai anak SMA. Kepribadian ku mengambil alih tubuh menjadi Bintang v2. Aku menjawab
"Memang merepotkan untung aku kuat untuk menghadapi matahari, duh untung saja aku tidak seperti anak mamah yang butuh susu saat kepanasan. Dan seperti anak kurang gizi dan penyakitan." Ucap aku dengan sindiran atau sarkasme.
Kiyan tertawa terbahak-bahak mendengar itu "yahahahha, sudahlah kita kan teman, mending ke kantin saja"
Reyan dan Neo tanpa jawaban melangkah untuk pergi ke kantin bersama. Mereka berdua memang sudah sering mengejeku untuk bahan lawakan, itu semua gara-gara kepribadianku yang lain, karena sering mengalah dan memdohkan diri, kita memang tak akrab, setiap mimpi kita bertemu dan cara mempertemukan kita. Di dalam mimpi tidak ada cerita lain selain bertengkar karena perbedaan pendapat.
Sesudah pulang dari sekolah, Bintang langsung tidur karena saking capek nya. Dan saat bermimpi kedua pribadi ini bertemu di suatu tempat dengan tubuh yang berbeda, dengan penuh amarah Bintang v1 mengatakan.
"Mangsut kamu apa berbicara seperti itu" kepada Bintang v2
Dengan santai Bintang v2 menjawabnya "bukanya mereka pantas mendapatkan itu, paling besok sama aja kelakuanya, dan paling besok kamu juga menyerahkan diri untuk dibully"
"Biarkan aku di bully asal aku mendapatkan kelucuan, yang aku butuh hanyalah tertawa"
"Dasar bodoh, kalau begitu reputasi Bintang semakin menurun, nama kita hancur perlahan jika begitu, hanya aku yang memperbaiki"jawab Bintang v2
Belum sempat menjawab, mereka terbangun dari tidurnya. Bintang v1 terbangun dengan ceria memulai harinya dengan mandi dan berangkat ke sekolah.
Benar saja aku kembali di bully dikarenakan aku lupa membawa uang saku dan mengerjakan Pr yang diberikan oleh guruku, aku ingin membuat mereka tertawa, aku akan terang-terangan bahwa aku lupa membawa uang saku dan mengerjakan Pr layaknya orang bodoh.
"Yah aku lupa membawa uang saku dan mengerjakan pr hahahhahah"
"Pikun banget si Bin, lu udah tua ya? Hahahaha" Reyan mengejeku seakan dia lah yang paling sempurna
"Hadeh capek gw liat lu berulah terus" ucap Neo
Kiyan yang melihat itu langsung mengajak ku pergi karena tau aku akan membalas nya seperti kemarin " pergi aja yok aku gamau dengar pertikaian di pagi ini, aku tau kau akan membalasnya"
Aku meng iyakanya dan pergi dari situ,aku sedikit kecewa,
Aku kira mereka hanya ingin mentertawakan ku ternyata mereka malah mengejeku. Dan setelah aku pergi mereka berdua masih saja membicarakan tentangku.
Singkat waktu di pelajaran IPA. Guru sedang menjelaskan tentang penyakit Kuruu dari Afrika. Kiyan yang ingin membalaskan ku mengatakan kepada guru
"Bu, disini ada contoh nya" dengan menunjuk ke arah Neo
Aku yang juga ingin melihat Neo merasakan apa yang dia rasakan, aku tertawa terbahak-bahak. Sedangkan guruku hanya menahan ketawa. Neo yang melihat gurunya tidak membela dirinya dan malah tertawa hanya bisa diam
Aku sedikit puas di saat itu ternyata tidak hanya aku yang tidak suka kepada Neo dan Reyan, Kiyan ternyata membelaku, aku akan lebih berteman kepadanya.
Dan mungkin beberapa berharap Neo Reyan masuk neraka.
