Happy reading
"Jaga senja aditya, jangan kau sakiti dia,jaga dia seperti kau jaga aku,aku mencintaimu sayangku"
Kata kata terakhir istrinya 16 tahun yang lalu tak bisa ia lupakan sampai sekarang,aditya anjanuar paruh baya yang sudah berkepala 4 itu hanya menatap sendu nisan putih bertuliskan "miara argarista"
"Aku merindukan mu aku mencintai mu "
Hanya itu yang dapat aditya sampaikan jika sudah berhadapan pada tanah yang bertabur kan bunga dan nisan milik istrinya itu.
Jujur aditya tak terima,karna anak sialan itu aditya harus kehilangan perempuan miliknya,gadis yang berumur 16 tahun lewat 1 bulan itu sudah merenggut nyawa istrinya.karna kelahirannya perempuan cantik yang berstatus sebagai istrinya itu harus pergi untuk selamanya.
"Maaf sayang tapi sangat, aku sangat membencinya.aku ingin dia mati sayang.tak bisakah nyawamu dan nyawanya ditukar saja?.aku ingin kau, aku ingin melihat senyum manis mu lagi miara"
❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹
"Dihh senja mah gak ngajak mau ke kantin "ucap kyanan sahabat setia senja.senja hanya mampu terkekeh melihat wajah lucu sahabat nya itu."hehe maaf ya Kya,tapi gue laper banget jadi gue sama Nindya duluan,tapi tenang Kya, makanan Lo udah di pesenin kok"
Kyanan yang tadinya ingin marah pun akhirnya mengubah suasana hatinya menjadi Senang karna melihat mie ayam jamur kesukaan nya sudah ada didepan mata.dengan cepat kyanan mendudukkan dirinya di samping Nindya.
"Pelan pelan kali nan"kyanan yang dikomentari hanya memberikan side eye pada Nindya."berisik Lo,udah makan aja apa yang Lo mau"Nindya hanya mampu menghela nafas pasrah.
Senja yang sedari tadi hanya melihat pun hanya tersenyum,"hah,ada ada saja temannya ini"dalam hati senja
Tak lama bell jam ke 5 berbunyi,"eh cepet udah bell,5 menit lagi kita masuk loh kaya!!"
"Sabar ih sen,nanti gue keselek"
"Kyanan!"
Kyanan yang mendengar nada datar milik temannya Nindya pun langsung menghabiskan minumannya dan berdiri
"Okk udah ayo ayoo!!"
"Eh tunggu,kok kita bertiga doang Nara sama dhiza kemana?" "Nara gak makan,dhiza kan ga masuk"
Kyanan hanya mengangguk saja.dan tanpa sadar mereka sudah ada di depan kelas MIPA 2A
"Lah masih sepi yang lain pada kemana ya?"ucap senja sambil berjalan menuju tempat duduknya,"iya nih kemana ya"
Karna kelas masih dalam keadaan sepi,senja pun duduk di bangku Nara sahabat nya itu dan diikuti oleh yang lain.
"Nar,yang lain pada kemana?"Nara tak menjawab ia hanya tampak menggeleng,"Lo kenapa nar?"tanya kyanan pada Nara,tapi Nara masih saja diam.senja yang mengerti pun mencoba mencairkan suasana "udah udah gak papa,Nara paling-"
"Dizha divonis kanker darah"
Semua terdiam,"gak usah bercanda Nara gak lucu candaan Lo"
"Kenapa gue harus bercanda bawa bawa nama dhiza?gue gak bohong,kak dhea nelfon gue tadi,dan nyampaiin kalo dhiza udah gak lama lagi"
"Apaan sih nar Lo ber-"
"Gue gak bercanda senja! terserah kalian aja mau percaya atau enggak soal ini,tapi kalian harus tau kalau dhiza butuh kita sekarang "
"Eh misi nin,gue mau duduk ibu Sri tadi udah mau nyampe ke kelas"
"Ohh iya iya,maaf ya"ucap Nindya tak enak,yang tadi kursinya di duduki pun hanya tersenyum manis.
Karna hal itu senja dan Nindya berhamburan ke mejanya,tapi sebelum itu senja berucap"nar, tenang ya,kita bakal jenguk dhiza saat pulang sekolah nanti jadi jangan khawatir ya"ucap senja sambil menenangkan sahabat nya itu.
Nara hanya mampu tersenyum sendu lalu mengganguk tanpa ragu.
Kini senja hanya gelisah di tempat duduknya berpikir bagaimana bisa sahabat baiknya itu mengidap penyakit mematikan,selama ini dhiza tampak biasa saja,walau jarang masuk tapi hal itu tak membuat senja dan yang lainnya bertanya tanya tentang hal itu.
"Gak guna banget gue jadi sahabat"
Gumaman senja dapat didengar oleh Nindya,"maksud Lo apa ja?" "Ah?,eng gak papa,gue ngalamun aja"
"Huh"helaan nafas Nindya terdengar
"Jangan gina ja,gue gak mau Lo yang kaya gini,Lo biasanya ceria ja,Lo tuh dhiza ke2 di circle kita,gak ada yang mau dhiza kaya gini,gue juga yakin dhiza juga tersiksa"
"Tapi kenapa dia gak mau kasih tau kita soal penyakitnya?,kita ini kan sahabat dia"
"Kita dengar aja nanti penjelasan dhiza"
❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹
Ceklek
"Dhiza itu temen temen kamu Dateng"terdengar suara dhea,saat masuk mereka dibuat terkejut saja dengan keadaan dhiza,tubuh penuh dengan alat alat medis,kurus,pucat,kini dhiza seperti Mayat hidup yang setengah jiwanya sudah hilang.
"Dhizaaa"Nara luruh,Nara yang sangat sakit disini,Nara sudah menjadi teman dhiza jauh lebih lama dari senja dan lainnya,Nara tau banyak tentang dhiza dari pada yang lainnya.
"Kok gini si zaa,gue takut,kok Lo gak bilang sih dari awall,Lo biasanya selalu jujur ke gue,tapi kenapa hal ini Lo sembunyiin"dhiza hanya tersenyum,mengelus Surai hitam milik Nara,"gue gak mau Lo dan yang lain khawatir kalian udah banyak pikiran,gue gak mau jadi salah satu bahan pikiran kalian"
Suara dhiza sangat lemah dan agak serak,hal itu membuat semua yang ada disana sedih,di dalam pertemanan mereka dhiza berperan penting,dhiza selalu memberikan aura yang positif, selalu jadi pendengar,jadi penengah,jadi yang paling penyayang,dhiza sangat baik.
Mereka tak mau kehilangan dhiza,dhiza permata mereka,"senja sini deh"senja yang dipanggil pun mendekat"jagain Nara yah ja, tolong jadi dhiza ke2 di bathteam,gue sayang sama,maaf gak bisa bersahabat sampai tua,gue pamit ya,gue sayang sama kalian semua "
Tit....tit..titt!!
Dhiza menyerah,dhiza sudah tiada,dhiza sudah tenang.
"Iyaa,iya zaa,gue bakal coba, tenang ya za, tungguin kita, jagain kita dari atas,makasih udah jadi sahabat paling baik, makasih za,makasih"
Kini mereka sudah ada di pemakaman dhiza tak sedikit orang yang datang, bahkan di pemakaman ini sangat banyak yang datang, Wajar saja dhiza orang yang friendly,dia juga sangat baik pada orang yang tak ia kenal.
Pagi bergantian siang,siang berganti sore dan kini sore akan berganti oleh malam,sudah saatnya senja pulang kerumahnya,"tante,senja pulang dulu ya Tan,Tante jangan sedih sedih,senja yakin dhiza tuh maunya Tante kuat dan ikhlas"
"Iya, iya nak makasih ya kamu hati hati, pulang sendiri kamu?"
"Hehe iya Tante"
"Aduh jangan jangan kamu pulang bareng hesa aja ya? temen temen kamu udah pada pulang semua kan?"
Astaga siapa saja tolong bantu senja,siapa hesa?dia saja tak kenal dengan hesa,tiba tiba bunda almarhumah dhiza menyuruhnya pulang dengan hesa."eng gak usah tan-"
"Udah gak papa,hesa!mas hesaa!!"
Mati,mati saja senjaa,astaga bagaimana sekarang rasanya senja ingin menghilang saja.
"Iya Bun saya ini hesa bentar"tak lama datang lah seorang lelaki berkulit Tan itu,yang senja yakni adalah hesa, siapa sih hesa ini, seingat nya dhiza tak memiliki saudara lelaki bernama hesa tidak ada.
"Hesa anterin senja dong nak,dia sendirian pulang nya kasihan loh anak perempuan pulang malem,dia ini sahabatnya dhiza kok,mau ya"
Lelaki yang bernama hesa itu tampak berpikir,lalu setelahnya hesa mengganguk"yaudah,ayo"
❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹❤️🩹
Hening dimobil hesa dan senja hanya keheningan,tapi tiba tiba hesa berucap"mbak tinggal nya dimana ya kalau saya boleh tau?"
"Eh?,ini komplek sejuk tari blok e"
"Ohh,gitu,saya punya temen Disana mbak pas banget,"ohh astaga senja harus jawab apa?,"iy-iya"
"Jangan segan mbak saya gak bunuh mbak kok"
"Mbak kalau saya boleh tau namanya siapa ya?
"Senja"
"Ohh cantik namanya,sama kayak Langit"senja memerah,senja sangat malu sekarang"eh rumah mbak yang mana ini udah di blok e"dengan buru buru senja memakai tasnya,"iya saya jalan aja mas,rumah saya udah Deket kok makasih ya mas"
Dengan segera senja pergi meninggalkan mobil putih itu
Dan hesa?
"Lucu banget sih mbaknya,jadi suka"
Ceklek
"Senja pulang"
"Anak kurang ajar seperti kamu masih ingat pulang ya?"
Ok satu bab 1 udah selesai, tungguin bab ke 2nya yaa,makasih banget loh yang udah baca
YOU ARE READING
senja dan luka
Teen Fictionini senja,bukan,bukan senja Langit indah,ini Senja ameyra aditya, gadis kuat dengan beribu luka yang menancap di dadanya,senja si gadis pintar tapi tak dilihat,senja si gadis cantik tapi tak jadi prioritas,senja si gadis baik tapi baiknya tak pernah...
