Zeva tiba tiba merasa tubuhnya tidak nyaman dan seperti akan pingsan. Perut yg bergejolak ingin muntah disertai kepala yg rasanya mau pecah. Segera ia bergegas menepi dari tengah kerumunan manusia yg asik menggoyangkan badan.
Ia gapai ponsel di saku. Memencet asal nama kontak sahabat nya untuk menolongnya yg hampir kehilangan kesadaran.
Ponsel itu ia tempelkan di telinga sembari menunggu panggilannya dijawab. Tetapi ketika telpon itu diangkat. Setengah sadar zeva mendengar suara yg dalam, suara mantan pacarnya.
" Halo? Ze? Are you drunk? God, give me a few minutes."
Zeva mengerutkan kening, meski tidak bisa merespon apa yg ia bingungkan. Dia hanya ingin segera keluar dari ruangan berisik itu sekarang juga.
Sedangkan di sebrang sana, sang lawan bicara terdengar kesal, menghela napas. Zeva saat itu terlalu mabuk untuk tau bahwa dia menelepon nomor yg salah.
Beberapa menit kemudian, lengannya tiba tiba ditarik dari ruangan berisik itu dan mereka berakhir di parkiran.
Zeva berdiri di dekat sepeda motor yg cukup ia kenali. Meskipun sedikit heran kenapa itu ada disana tanpa ada sang pemilik.
" Fuck. Bisa ga naik sendiri? Love?" Dia berusaha keras agar tubuh yg sudah lemas itu bisa ia angkat ke atas sepeda motornya.
" Pusingggg"
" Fix ini mah mabok berat" mantan pacar zeva tertawa. Tawanya selalu hangat. Ya meskipun kini zeva tidak menyangkal perlakuannya kini sehangat tawanya.
" Ayo pulang, sayang"
" Hmm? Sayang? Sayang siapa? Tapi kayak ga asing deh" gumam zeva tak jelas di kala mabuk.
Mantan pacarnya mendengus," siapa? Ini gue, sayang"
Kemudian ia mengucap lebih lembut," Lo harusnya ga usah minum banyak2 anjir. Lo bahkan ga inget siapa gue. Cepetan naik udah malem. Ayo pulang"
" Enggaaaaaa. Emang nya lo siapaaa?"
Dia mendesah lelah," oh God, you're going to be like this?"
Dia kemudian menatap zeva yg masih kebingungan," gue mantan Lo, goblok. Nama gue Jude. Mikaylan Jude."
Jude merasa kesal dan tidak dalam mood baik untuk menghadapi sikap zeva.
" Mantan?"
Dia memutar bola mata," yes, your Ex-Boyfriend. Jangan bilang lo lupa pernah pacaran sama gue?"
" Jude?"
" Iya zeva. Ini gue. Jude" ucapnya sarkas tapi menahan untuk tidak tertawa.
" Jude pacar gue anjing. Bukan mantan"
Jude menaikkan alis dan mendengus," udah putus bego, sayangnya. Lupa juga?" Ucapnya tetap sarkas. Dia bahkan gatau harus kesal atau ga karena zeva ga ingat dia.
" Kenapaaa? Kok putus?" Rengek zeva.
Dia mengangkat bahu," Lo yg mutusin gue karena gue terlalu obsesi dan posesif. Dan Lo bilang hubungan kita kecepetan. Inget?"
" Masa gue mutusin Jude sih?"
" IYA LO MUTUSIN GUE ANJENG. LO GA INGET?" Jude emosi akhirnya.
" Yaudah sih gausah bentak. Lo jadi mirip dia deh"
" YA INI GUE MANTAN LO. ZEVAAAAA"
" Halah gausah ngibul. Si brengsek itu ga mungkin mau jemput gue"
" Gimana biar lo percaya ini gue? Mau gue tampar dikit ga biar sadar?"
Jude bercanda dengan sedikit kesal. Namun tanpa ia duga zeva malah menyodorkan pipinya.
YOU ARE READING
Biker Ex-Boyfriend (JAEYONG)
FanfictionCoba gue publish lagi laku ga ya. Jaeyong edisi mantan tapi bingung
