Vireins dan Rain

149 1 0
                                        

Di dunia sihir, ada berbagai macam ras yang hidup berdampingan. Memang terkadang ada pertentangan diantara mereka, namun semua tetap hidup di dunia yang sama.

Ras iblis yang menguasai di Utara, ras vampire yang menguasai di timur, ras elf dan dryad yang menguasai di barat, serta ras siren yang menguasai di selatan.

Penjaga keempat mata angin, serta ras yang paling kuat di dunia itu.

"Permisi, Yang Mulia." Ucap seorang lelaki dengan rambut putih rapi dan kacamata yang menyertainya. Mengetuk pintu besar yang berukuran puluhan kali lipat dari tubuhnya.

"Masuklah." Suara dari balik pintu besar itu.

Disana, ada sesosok lelaki dengan tubuh yang tidak terlalu tinggi. Disertai surai kecoklatan yang indah dan mata biru cerah. Terlihat seperti orang normal, tanpa ada yang menyangka jika dia adalah pemimpin dari ras vampire saat ini.

"Mengenai perjanjian dengan ras manusia dan manusia hewan di area tengah, bulan depan pihak kita diharapkan dapat hadir kesana untuk meresmikannya di hadapan para warga. Apakah anda akan menerima nya? Atau perlu kita batalkan saja perjanjiannya?" Jelas lelaki berambut putih itu.

"Kau tau kita tidak bisa membatalkannya bukan?" Jawab pemimpin ras vampire, memandang lelaki berambut putih itu dengan kesal.

"Saya hanya mengingatkan, jika seandainya anda melupakan hal itu." Jawab lelaki berambut putih, tersenyum dan menatap sinis lelaki di depannya yang tidak lain adalah pemimpin rasnya sendiri.

"Ayolah Argstar, tidak bisa kah kau saja yang mewakili ku?" Kesal lelaki itu. Ini bukan pertama kalinya lelaki berambut putih itu, Argstar, menyuruhnya untuk keluar dari kediamannya.

"Untuk yang kesekian kalinya Yang Mulia, ini bukan hal yang dapat saya wakilkan seperti biasanya. Jika anda tidak menghadirinya, maka perjanjian bisa dibatalkan." Jelas Argstar masih dengan senyuman sinisnya.

"Dan juga, apa salahnya untuk menghirup udara luar? Apakah anda takut akan hilang kendali saat mencium aroma darah segar diluar sana? Atau kah anda terlalu takut untuk terbakar sinar mentari yang cerah di area tengah?"

Perkataan Argstar langsung membuat lelaki itu marah. Memang area tempat ras vampire tinggal selalu gelap, mentari nya pun selalu tertutup awan gelap. Untuk darah, selalu ada supplier dan setiap harinya dia akan mendapat bagiannya. Cuma tetap saja, apa Argstar kira dia selemah itu sampai tidak bisa menahan nafsunya dan akan terbakar hanya karena mentari? Hey! Dia itu pemimpin ras vampire!

"Apa kau meremehkan ku? Jangan lupa, aku orang yang telah mengalahkan mu di pertandingan penentuan pemimpin 500 tahun yang lalu." Kesal lelaki itu.

"Jika begitu, bukan kah tidak apa bagi anda untuk keluar dari area kekuasaan kita?" Ucap Argstar, cukup lembut.

Lelaki itu cukup terdiam. Sebenarnya, dia menolak untuk meninggalkan area kekuasaan ras vampire bukan tanpa alasan.

Terlepas dari ras nya yang adalah vampire, dia memiliki ketahanan yang tinggi. Itu yang membuatnya dapat menjadi pemimpin ras vampire walaupun postur tubuhnya lebih kecil dari Argstar. Pun juga, kekuatan sihirnya dapat menutupi kekurangannya dalam serangan fisik. Namun tetap saja, kemampuan dan ketahanan bukan semuanya.

Bagi ras vampire, tidak ada satupun yang meragukannya. Karena pertandingan itu wajib dihadiri oleh seluruh vampire serta perwakilan dari semua ras yang ada. Namun, bagaimana dengan ras lain yang tidak hadir disitu?

Penampilannya tidak mencerminkan vampire sedikitpun. Rambut coklat terang, mata biru cerah. Dia lebih terlihat seperti manusia biasa. Bahkan gigi taring yang biasa menjadi ciri khas para vampire, miliknya tidak terlihat begitu jelas. Karenanya, dia selalu meminta Argstar untuk menggantikannya menghadiri semua itu.

Diantara Dua Rasa Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora