Bab 1

5 0 0
                                        

"Hujan."

Gadis itu termenung memandangi rintik hujan yang berjatuhan dari kanopi halte. Membiarkan tangannya terulur basah dan menikmati sensasi dingin yang menggelitik kulitnya. Sudah satu jam lebih gadis itu berada di sana hingga hujan turun membasahi permukaan bumi.

Jika orang lain akan termenung karena hujan akan membuat mereka teringat serpihan kenangan, berbeda dengan gadis itu yang terdiam dengan pikiran kosongnya.

Dia menyukai hujan karena membuatnya terasa nyaman hanya dengan mendengar suara derasnya hujan yang damai. Walaupun berisik, dia menyukai hal itu. Hanya dengan mendengar dialog antara rintikan hujan membuatnya tenang dan melupakan kekecewaan yang ia rasakan.

Ia menyukai hujan, dan itu merupakan hal favorit untuknya. Dia juga menyukai namanya yang berarti hujan.

Rainey Jessie

Gadis itu menghela nafas pelan untuk ke sekian kalinya.

"Jadi lega." Gumamnya lagi.

Rintik hujan yang berjatuhan mulai berhenti, sekarang sudah menunjukkan pukul setengah enam. Sudah di pastikan siswa Olympus sudah tidak ada di area sekolah.

Tatapannya menatap jalanan sepi, tak ada kendaraan yang berlalu lalang. Tentu saja, ini sudah menjelang magrib, apalagi habis hujan. Hanya dirinya sendiri yang berdiri sendiri di halte jam segini.

Ia menghela nafas berat lalu merogoh saku seragamnya dan mengeluarkan sebuah benda pipih. Meletakkan handphone di telinganya.

Lama berdering hingga sambungan terhubung.

"Kak, bisa jemput gue?" Ucapnya pelan, terlalu pelan nyaris tak terdengar.

"Gue sibuk!"

Satu garis lurus terbentuk di bibirnya. Tangannya meremas erat ranselnya. Ia sudah menduga jika kata itu yang akan di berikan. Kata yang terus berulang ketika ia meminta tolong.

"Udah gak ada kendaraan yang lewat."

"Sekali nggak ngerepotin bisa nggak sih!"

Ia terdiam, tak menjawab atau mengelak dari tuduhan itu. Hening beberapa saat hingga kembali terdengar suara dari telpon.

"Lagian anak cewek pulang jam segini. Tunggu gue di situ."

Kemudian sambungan telfon di akhiri oleh pihak seberang. Gadis itu tersenyum simpul menatap panggilan yang telah berakhir. Setidaknya dia tetap akan di jemput kan?

Ia memilih duduk untuk menunggu jemputan. Semoga aja yang ini tidak mengecewakan seperti yang satu. Ia sudah berusaha tapi di PHP-in itu tidak enak.

Tangannya di lipat di depan dada, menahan dingin yang menusuk kulitnya. Seragam sekolah serta jas, tidak menutup dingin yang ia rasakan

Beberapa menit ia menunggu hingga handphonenya berbunyi.

Tring!

Gadis itu menekan jendela notifikasi yang muncul. Senyuman tipis langsung tercetak jelas di wajahnya saat mengetahui notif dari siapa itu.

@SKY
UNKNOWN

Belum pulang?

Jarinya bergerak mengetuk satu persatu huruf di papan ketik ponselnya, membalas dengan girang.

Curiga dukun

Tak lama pesan terkirim, sebuah balasan kembali muncul. Membuat senyum gadis itu semakin merekah.

@SKY
UNKNOWN

Rainey Jessie Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora