Dipagi yang cerah, burung-burung berkicau dengan indahnya (walaupun tak seindah kenangan bersamanya).😅 Dibarengi dengan kicauan burung terdengar pula suara yang agak menggetarkan jiwa dan raga.
"HEI!! BANGUN LIAT NIH UDAH JAM 6 LEWAT HARI INI KAN HARI PERTAMA KAMU SEKOLAH CEPETAN MANDI,PAKE BAJU,TERUS SARAPAN DIBAWAH UDAH MAMA SIAPIN MAMA TUNGGU SETENGAH JAM SAMPE LEBIH DARI ITU MAMA CORET KAMU DARI KK!!!"
"Duh, iya iya ma bentar ini masih mau ngumpulin nyawa terus mandi lagian,mama masi pagi udah panjang bener ayatnya."
"Habis kamu kalo di gituin,matamu gaakan melek."
"Iya ma iyaa, ini udah bangun. Sekarang mama tunggu aja dibawah ini mau mandi dulu,pake baju terus baru sarapan."
"Ya udah,mama tunggu dibawah ya."
"Oke ma!."
Setelah percakapan yang lumayan panjang tadi kita menjadi tau kalau beliau yang masuk ke kamar tanpa ketukan dan langsung mengeluarkan ayat ayat cinta adalah ibu dari salah satu tokoh utama di cerita ini " Axel Prasetyo" biasanya orang-orang memanggilnya Axel.
Setengah jam pun berlalu waktu menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, Axel yang sudah rapi dengan seragam sekolah dan sedang berkaca di cermin lemarinya sembari bergumam
"Hari ini hari pertama sekolah jadi penampilan harus sekece mungkin karena akan bertemu banyak teman-teman baru buatlah mereka tertarik padamu,Axel Prasetyo!." Dengan penampilan terkecenya dan kepercayaan diri yang sangat tinggi axel langsung meninggalkan kamarnya menuju ke meja makan dibawah untuk sarapan.
"Akhirnya turun juga kamu,dari tadi mama tungguin. Nih, roti lapis selai & susu panas nya udah mama siapin tinggal di lahap aja."
"Ayah mana ma?
"Ayah masih tidur,kamu sarapan aja duluan ayah bisa makan ketika baru bangun nanti."
"Sip dehh ini langsung dimakan kok!."
Setelah habis roti & susu yang dihidangkan axel pun pamit dan meminta doa kepada sang ibunda karena hari ini adalah hari pertamanya sekolah dia ingin hari ini lancar tanpa satu hambatan apapun.
"Ma,Axel pamit ya doain semoga hari ini lancar di sekolah ketemu temen temen baru dan lingkungan baru."
"Tentu nak, doa mama selalu yang terbaik untukmu."
"Yaudah kalo gitu Axel langsung jalan ya ma."
"Ya, hati-hati dijalan ya nak jangan ngebut."
"Siap boss!"
Setelah selesai berpamitan Axel langsung naik ke motornya dan langsung memacu kecepatan untuk menuju ke sekolahnya.
Waktu menunjukkan pukul tujuh lewat tiga menit
"Wah,gua harus cepat nih kalo sampe telat malu banget."
Dengan segenap keberanian dia melajukan motornya dengan sangat kencang menerobos hujan badai,angin ribut, halilintar bukanya halangan.
Sekitar 10 menit perjalanan akhirnya tibalah Axel di sekolah barunya SMA Cempaka Putih Salah satu sekolah populer di kotanya. Pada saat memasuki gerbang Axel sempat sedikit kaget dengan kemegahan sekolahnya dia sampai bergumam dalam hati
"BJIR?! Apa bisa gue berjuang di sekolah sebagus ini? Pasti muridnya pinter-pinter nih jadi agak cemas."
Setelah sedikit gumamanya selesai Axel langsung memarkirkan motornya dan langsung bergegas mencari cari dimana kelas yang akan dia tempati.
Berjalanlah ia menyusuri halaman sekolah yang terbentang luas. Setelah berjalan agak jauh Akhirnya Axel menemukan kelas yang ia cari. Kelas X IPS 4 yaps,ternyata dari sini kita tau bahwa Axel emang anak baru yang mencari kelas berasa mencari jati diri.
"Nah,ini dia nih kelasnya bismillah aja deh semoga dapat banyak teman." Gumamnya dalam hati.
Baru saja dia melangkahkan kakinya kedalam kelas ia agak sedikit terkejut dengan isi kelas yang nampak sudah sangat ramai.
Tapi keterkejutan itu tidak bertahan lama karena setelah itu ada sentuhan yang membuat Axel hilang fokus dan menoleh kepada arah sentuhan.
"Hei,lo anak baru juga ya?"
"Eh,iya nih." Dengan sedikit keterkejutan Axel spontan menjawab walaupun dipikiranya ia berkata siapa sih orang ini? Sok asik banget.
"Kenalin,nama gue Muhammad Rizky panggil Aja Rizky."
"Oh,kenalin nama gua Axel Prasetyo panggil aja Axel."
"Oke Xel"
"Btw,lo asli mana Riz?."
"Gua lahir disini tapi, kalo keturunan mah Banjar. Kalo lo sendiri?."
"Oh ya? Gua juga lahir di sini tapi orang tua asli Sulawesi."
"Oalahhh..."
"Emm Riz,Gimana kalo pas jam istirahat nanti kita ke kantin bareng?."
"Bisa aja Xel."
Setelah perkenalan singkat tadi Axel & Rizky pun mulai saling mengakrabkan diri selayaknya seorang teman.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Axel & Rizky bisa lebih akrab lagi? Mari kita lihat di Bab Selanjutnya!
Sampai sini dulu cerita di Bab 1 ini jika ada kesalahan penulisan tanda baca/huruf mohon dimaafkan karena penulis juga manusia.😅
Okedeh sampai jumpa di Bab berikutnya dan, Selamat Membaca!
YOU ARE READING
FRIENDSH!P
Teen FictionSelamat datang para pembaca! Di cerita kali ini saya mengambil tema tentang persahabatan di sebuah sekolah. Tidak ada kalimat yang bisa saya tuliskan lebih panjang lagi,selamat membaca semuanya! (:
