"Ikut,"
"Gaada!! Enak aja minta ikut. Biasanya juga bareng Taehyung, kan? Sana bareng dia aja." dengus seorang laki laki tinggi yang sudah siap siap masuk ke dalam mobil, namun pergerakannya terhenti-koreksi- dipaksa berhenti, setelah sebuah tangan muncul, mencengkram pergeralangan tangannya.
"Taehyung ga masuk. Dia lagi ada urusan keluarga." jawabnya sebel, mempoutkan bibirnya lucu sambil berlegantungan manja di lengan kekar laki laki yang bukannya merasa iba, tapi justru bersikap acuh kepadanya.
"Jadi kalau gaada Taehyung larinya ke aku, gitu?" Suara itu teramat kesal, lantas berbalik lalu menatap tajam laki laki yang tadinya manja kini terlihat sedikit takut dan membawa langkah kakinya mundur beberapa langkah.
"Masalahnya apa sih kalau aku nebeng sama kamu? Kita kan satu rumah. Kamu dan aku juga satu keluarga. Jadi salahnya dimana, tuan Jungkook yang tampan nya tiada tara?" Ucap namja mungil itu dengan sedikit candaan khasnya sambil tersenyum.
Jungkook.
Laki laki yang bernama lengkap Jeon Jungkook itupun tertegun. Melirik objek di depannya yang kini tersenyum manis ke arahnya.
"Aku bukan babumu!"
"Aku juga tidak menganggapmu seperti babu, TUAN!! Aku bilang kita keluarga jadi apa salahnya saling menolong, iyakan?" Jimin mengangkat sedikit wajahnya, mengintip Jungkook lalu kembali melanjutkan kalimatnya, "Kamu itu jahat, Ko. Baiknya sama orang lain. Giliran sama aku? Boro boro baik, ngomong aja kadang ga suka mikir." sindirnya terang terangan.
Jungkook kembali mendengus kasar.
"Naik..."
Tidak ada pergerakan dari laki laki mungil di hadapannya sampai Jungkook kembali buka suara,
"Atau menungguku membukakan pintu, juga?"
Laki laki mungil itu mendekat, lalu bicara dengan suara pelan nyaris berbisik. Saking pelannya, hanya nafasnya saja yang bisa Jungkook rasakan.
"Bersikap baik sedikit padaku... kurasa tidak akan membunuhmu, hmm?"
Jungkook merinding. Meneguk salivanya kasar, kemudian segera berjalan ke arah pintu mobil.
"Masuk Jimin!! Atau kau juga akan mengacaukan kuliah ku."
Jimin.
Namanya Park Jimin. Laki laki berbadan mungil nan elastis. Namja yang satu minggu lagi akan berusia 22 tahun. Laki laki yang memiliki wajah cantik- berbanding terbalik dari kuadratnya sebagai seorang laki laki.
Tak hanya wajah. Bahkan hatinya juga teramat cantik. Dia baik, juga seseorang yang memiliki hati yang hangat. Jimin tipikal manusia langka... Menurut Jungkook. Karena hingga usia Jungkook saat ini, menurutnya belum ada spesies yang seperti Jimin...
Laki laki berparas cantik.
Laki laki berhati lembut.
Laki laki yang katanya cinta mati sama Taehyung. Edan!! Yang satu ini Tandai baik baik.
🧀
Lima belas menit sudah mereka habiskan diselimuti keheningan di sepanjang jalan, hingga mobil berwarna hitam tersebut berhenti tepat di parkiran utama Hybe.
Jungkook segera melepas seatbelt disusul Jimin yang langsung keluar dari mobil tanpa sepatah kata pun. Ucapan terima kasih emang seberat itu? suara hati Jungkook berteriak pilu.
"Kemana?" tanya Jungkook tiba tiba, Jimin menoleh menunjuk dirinya.
"Kamu nanya aku?"
Mendengar itu, Jungkook lantas menghembuskan nafas pelan. Mencoba mengontrol diri agar tidak tersulut emosi.
YOU ARE READING
The Last Scene || J I K O O K
Fanfiction"Seperti mereka ... Aku mau kita berakhir seperti adegan akhir di cerita mereka, Park Jimin." - Jungkook "Sad ending?" -Jimin
