Jika berbicara soal waktu, entah siapa yang lebih butuh dikasihani. Seungmin yang seorang businessman atau Minho yang seorang model ternama?
Kurasa dua-duanya. Karena mereka sama-sama tidak punya waktu luang untuk memikirkan urusan pribadi. Seperti, mencari pasangan misalnya.
Lee Minho, model yang namanya tengah naik daun ini memiliki jadwal yang sedang padat-padatnya. Bahkan di beberapa kesempatan mengharuskannya terbang ke luar negeri. Boro-boro memikirkan mencari pasangan, tidur saja harus curi-curi waktu. Pernah beberapa kali ia memiliki hubungan tapi tidak berjalan dengan baik. Jadi tetap sendiri mungkin adalah pilihan yang paling tepat untuk saat ini.
Sedangkan Kim Seungmin tidak jauh berbeda. Mengepalai bisnis keluarga tidak serta merta membuatnya hanya menopang kaki dan menggerakkan telunjuknya untuk membuat orang-orang dibawahnya melakukan semua pekerjaan. Sebut dia perfectionist, strict, passive-aggressive tiger's head, atau apapun itu. Dia suka memastikan semua alur berjalan sebagaimana mestinya tanpa terlewat dari pengawasan dan kendalinya. Membuatnya seringkali terlalu tenggelam dengan urusan perusahaan diatas segalanya.
Kisah mereka sedikit lucu. Mungkin banyak yang bertanya-tanya, bagaimana bisa dua orang dengan dunia berbeda itu bertemu di satu titik. Jawabannya adalah Hyunjin—sepupu Seungmin. Si pecundang itu—begitu Seungmin sebut, datang-datang memohon dirinya untuk menemani bertemu si calon pacar. Hyunjin bilang, dia tidak bisa menjadikan Felix pacarnya tanpa mendapat persetujuan dari sang kakak. Dan kabar burung bilang, kakak Felix itu galak. Jadi Hyunjin butuh support system untuk menemaninya menghadapi singa yang bisa saja menerkamnya tanpa aba-aba.
Dan di sini lah Seungmin, duduk di belakang kemudi dengan Hyunjin bernyanyi tepat di kursi penumpang. Memang kurang ajar sepupunya itu, sudah merepotkan minta ditemani, Seungmin masih harus kebagian nyetir pula.
"Kau tidak terlihat nervous." ujar Seungmin disela nada sumbang yang dinyanyikan Hyunjin. Niatnya sih menyindir.
"Eh jangan salah, ini caraku meredakannya."
"Dengan cara merepotkanku maksudmu?"
"Oh ayolah, tidak rugi-rugi amat kok. Kan dapat saham?"
"Kakek yang memberikannya, bukan kau."
"Tapi aku bantu meyakinkan kakek. Aku ikut berkontribusi, be grateful, hey."
Seungmin memutar mata malas, "Ok, thanks."
Bicara soal orang yang akan mereka temui, Seungmin jadi sedikit penasaran. Skeptis kalau sepupunya saja yang membesar-besarkan.
"Benar galak?"
"Ih masa kau tidak tau? Kakak Felix itu model terkenal tau."
Seungmin hanya mengedikkan bahunya tak acuh. Maaf saja, mengikuti berita soal dunia fashion, entertain dan sejenisnya not his cup of tea. Batangan saham dan trend bisnis jauh lebih menarik.
Seungmin tidak terlalu menyimak celotehan Hyunjin karena fokusnya terbagi dengan jalanan yang sialnya sedang padat hari ini. Gangnam di hari minggu memang tidak pernah bersahabat.
Butuh 30 menit lebih lama dari perkiraan, sampai mereka tiba di tempat tujuan—sebuah cafe dengan aksen jepang. Sangat otentik hingga membuatnya benar-benar merasa seperti sedang di negeri sakura. Cafe ini juga menawarkan bilik-bilik bagi yang butuh privasi lebih.
Hyunjin menyebutkan kode reservasi yang sudah ia booking sebelumnya. Kemudian seorang waiter dengan pakaian kimono mengantar mereka ke salah satu bilik dengan pintu geser kayu.
Tidak buruk, pilihan yang bagus malah. Tipikal Hyunjin dengan selera seninya yang tinggi. Pilihannya bisa dibilang tidak pernah kaleng-kaleng. Bisa Seungmin jadikan opsi untuk menjamu rekan bisnisnya kapan-kapan.
YOU ARE READING
Escalated Quickly | 2MIN
Fanfiction2min au. (slight hyunlix) Tentang bagaimana dua manusia dengan dunia yang berbeda bertabrakan dengan cara yang sedikit bercanda. TW: Boys love, Top!Seungmin, Bot!Minho, Strangers to Lovers, Officer x Model au.
