Prolog

170 14 0
                                        

"LEE HAECHAN! tolong bangun sekarang karena kalau tidak kita akan telat!" Teriak Jaemin dari tempatnya berdiri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"LEE HAECHAN! tolong bangun sekarang karena kalau tidak kita akan telat!" Teriak Jaemin dari tempatnya berdiri. Haechan yang sedari tadi di alam mimpi pun terpaksa bangun. Hari ini rencananya mereka akan berwisata ke salah satu gunung di dekat Seoul, sebelum liburan musim panas mereka habis. "Euuhh...baru juga jam delapan ya! kita berangkat jam sembilan, Na jaemin!" Balas Haechan sambil mengusap usap mukanya. 

"Mulai! sudah sudah, kita akan telat kalau kamu seperti itu terus. Ini, sikat gigimu lalu mandi! aku akan membeli sarapan." Ucap Jaemin lalu menyerahkan sikat gigi milik Haechan. Lalu ia berjalan keluar kamar dan menutup pintu. "AKU MAU KIMCHI JJIGAE!" Teriaknya dari dalam kamar. Jaemin yang mendengar dari luar hanya mendesah malas. 

Haechan mulai beranjak dari tempatnya, mengambil handuk lalu memasuki kamar mandi dan mulai membersihkan diri. Hari ini sebenarnya Haechan merasa malas pergi keluar, tapi disisi lain ia juga bosan terus berada di dalam asrama. Ia ingin sesekali menghirup udara segar dan menikmati pemandangan. Setelah selesai membersihkan diri, Haechan mulai memakai baju dan celananya. 


Lalu ia bercermin dan menyisir rambut basahnya. "Aku tak sadar ternyata aku setampan ini ya." Monolognya di cermin. Jaemin tiba tiba datang dengan membawa dua kimchi jjigae dan satu kotak susu. "Ini, jangan lupa diganti uangnya!" Ucap Jaemin lalu duduk di meja belajarnya. Haechan hanya menjawabnya dengan anggukan. "Aku juga mau susuu! kenapa hanya beli satu saja!" 

"Kamu tidak bilang." Jawab Jaemin singkat, lalu mulai membuka bungkus makanan nya dan menuangkan kimchi jjigae yang panas itu ke mangkok. "Makan dulu, setelah itu kita pergi. Hyung sudah menunggu dibawah tadi." Lanjutnya. Haechan menurut dan langsung ikut duduk di sebelah Jaemin. Sebenarnya Jaemin bukan roommate Haechan, tetapi karena teman Haechan pulang ke rumahnya dan mereka akan pergi jalan jalan, Jaemin memutuskan untuk menginap satu hari di kamarnya Haechan. 

"Memangnya hyungmu itu bangun jam berapa sih? cepat sekali bangun nya." Tanya Haechan sembari mengunyah makanan nya. "Dia bukan kamu yang sering terlambat bangun, Haechan. Dia morning person, dan jarang begadang tidak seperti kamu." Sindir Jaemin langsung. Haechan hanya mencemooh Jaemin dengan menggerakan bibirnya asal, mengikuti bicara Jaemin. 

***

"Malang sekali nasibmu nak." Kata nenek itu. Lelaki yang dikatakan malang itu menoleh pada nenek dan menatap tajam mata sayu itu. "Aku bisa melihatmu. Sudah berapa lama?" Tanya nenek itu sembari mengupas apel. "300 tahun. Kenapa kamu bisa melihat aku?" Ucapnya.

"Aku dulu seorang seorang mudang, tentu bisa melihatmu. Kamu belum menemukan nya?" Tanya nenek itu. Laki laki itu menjawab, "Belum. Kemana lagi aku harus mencari? Aku lelah tapi tidak bisa mati. Ingin hidup juga tidak bisa. Apa yang harus aku lakukan?"

"Itu resiko yang sudah kamu sanggupi. Hadapilah, bersabar. Aku yakin sebentar lagi kamu akan bertemu dengan nya. Jangan merasa menyerah, karena rasa itu akan membuat waktu yang ditunggu semakin lama."

[.]

Hai semua, gua author baru. Panggil gua Cael atau El, terserah. Jangan lupa di vote dan di support kalo lu suka ya. Kalo gua ada yang salah tolong kasih tau gua. Saran dan kritik gua terima kalau ngetiknya sopan, thanks 💖

Notes

Mudang itu semacam dukun, tapi kalo gua salah tolong kasih tau ya.

Hyung itu kakak laki laki, yang manggil adik laki laki.

Markable [Markhyuck]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang