Mark sangat mencintai kekasihnya, Haechan juga begitu!
Mereka memiliki orang yang di cintai, tapi
Sebuah kesalahan semalam membuat hidup keduanya berubah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Di depan sebuah Bar, sekelompok anak muda baru saja keluar dari bar, beberapa di antaranya sudah tidak bisa berdiri dengan tegak.
"Ada yang mau ronde kedua? Mark? Hendery?"
"Mian! Kami duluan!" Yang bernama Mark menjawab sambil merangkul pundak kekasihnya.
"Sorry Jun! Aku juga tidak! Orang tua ku sedang pergi, sebentar lagi pasti Haechan menelpon ku untuk pulang! Dia sedikit pucat beberapa hari ini!" Jawab Hendery.
"Kalian tidak seru!" Dengus yang berbadan paling tinggi.
"Kekasih macam apa kau ini?" Sindir Mark.
"Ayo Luke, kita pergi sendiri! Ingat untuk pakai pengaman Mark!"
"Yah , apa maksudmu?" Yeri kekasih Mark, satu-satunya perempuan ini grup itu bersiap menjambak Xiaojun sebelum Mark mengamankannya.
"Kami pergi!" Kata Lucas sambil mengikuti langkah Xiaojun meninggalkan ketiga temannya yang lain.
"Aku juga pergi! Ingat Mark, Pengaman! " Hendery bergegas pergi sebelum Yeri sempat mengumpatinya.
"Ayo!" Ajak Mark sambil menggandeng tangan kekasihnya itu.
"Ayo kita makan ramyeon di tempatmu!" Usul Yeri.
Mark berhenti dan menatap kekasihnya itu dengan seksama.
"Tapi aku tidak punya kondom!"
Senyum di wajah cantik itu sirna seketika berganti wajah marah.
"Yah ! Apa semua laki-laki seperti itu?" Sentaknya sambil menarik tangannya paksa.
Mark tertawa, di raihnya kembali tangan Yeri.
"Aniya! Aku hanya bercanda! Kau tau aku tidak seperti itu!" Bujuk Mark.
Yeri tak menggubrisnya tapi tak juga melawan lagi, yah Mark memang seperti itu! Dia tidak akan ada melakukan apapun tanpa persetujuannya, Mark akan selalu menjaganya.
Keduanya berjalan bergandengan tangan, cukup jauh untuk sampai di area tempat tinggal Mark, mereka menikmatinya sambil bercerita.
Yeri yang lebih dulu menemukannya, seseorang yang tengah berjongkok dengan wajah tersembunyi di atas lututnya di samping pintu lobby gedung tempat Mark tinggal.
"Kau tau dia?" Bisik Yeri.
Mark mengendikkan bahunya sebelum berjalan mendekat.
Seakan Mendengar suara berbisik dan langkah kaki mendekatinya, orang itu mengangkat kepalanya.
"Eoh! Haechan?" Yeri terlebih dahulu mengenalinya.
Mark menatap pemuda yang dua tahun lebih muda darinya itu dengan kening berkerut.
Muka merah , mata sembab, pakaian seadanya dan bahkan hanya memakai sendal rumah! Hanya satu yang terlintas di kepala Mark.