We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Prolog

17 3 2
                                        

Di suatu pagi yang cerah sekitar jam 10 pagi, seorang pria bersurai red velvet sedang membersihkan meja dengan sangat lihai dengan wajahnya yang terlihat senang. Ia membersihkan 5 meja di dalam kafe tersebut. Saat sedang membersihkan meja di dekat counter ia memberi senyuman dengan seorang wanita berpakaian gaun lengan pendek yang sedang duduk sembari membaca buku. Wanita itu memberikan senyuman juga kepada pria itu.

Tepat saat pria itu selesai membersihkan meja itu, terlihat gadis bersurai red velvet dengan tas ranselnya masuk."kakak!"panggil gadis itu."kenapa Lucya? kamu datang datang memanggilku" ucap pria itu. "Kenapa kakak sudah di sini duluan?" Tanya gadis yang dipanggil Lucya itu.
"Karena aku tak mau menunggumu. Kamu kan sekolah"jawabnya. "Apa maksudmu itu, tapi benar juga sih" ucapnya. "Sana kamu ke belakang" perintah pria itu. "Ok, dah Ivan monyet" ucap Lucya dengan nada mengejek sembari ke belakang.

Tepat setelah Lucya pergi ke belakang, seorang gadis SMP bersurai putih perak bercampur biru Dongker dengan ungu violet serta mata cyber nya dan pupil bintangnya yang nampak gelap, masuk. Terdengar suara bel yang berbunyi saat pintu terbuka."Permisi" ucapnya. Ivan yang mendengarnya menengok ke arahnya. "Ah,Shira selamat datang. Aku pikir kamu tidak akan datang karena kamu sakit kata Lucya" sambut Ivan. "Aku tidak apa-apa,hanya lupa sarapan karena itu tadi aku pingsan saat olahraga" ucap gadis yang dipanggil Shira itu.
Lucya yang di belakang keluar sembari memakai sarung tangannya. "Untung lah kamu bawa uang jajan,jadi kamu masih bisa makan saat makan siang" ucapnya. Shira membalasnya dengan senyuman lalu pergi ke belakang. "Biasa, Shira Raya. Si pendiam ramah." Ucap Lucya kepada Ivan. Ivan hanya membalas Lucya dengan bergumam. "Oh ya, Shira. Tolong buatkan aku kopi mocha ya" pinta Ivan desertai kekehan kecil. Shira sudah menduga hal itu maka dari itu saat kebelakang,ia langsung membuatnya.

Lima menit kemudian, seorang laki-laki bersurai putih bercampur biru Dongker serta mata cyber nya dan pupil bintangnya yang nampak sedikit bersinar,masuk. Terdengar suara bel yang berbunyi saat pintu terbuka."halo ges" ucapnya. "Selamat datang. Waduh,ada si Shiro nih" sambut Ivan dengan sedikit candaan. "Nyari kakakmu yak?" Tanya Lucya dari belakang Ivan sembari bermain ponselnya. "Tau aja kalian, dimana Shira?" Tanyanya. "Di belakang lagi bikin kopi." Jawab Ivan. "Heh,kalo ke sini bukan cuma nyariin kakaknya dong, beli apa kek" ucap Lucya. "Yaudah, mau beli roti menteganya satu" ucap Shiro dengan nada bercanda. "Anjir,mesen makanan gratis" jawab Lucya bercanda.

Mungkin kalian melihat ini seperti suasana kafe biasa, namun sebenarnya ini baru permulaan cerita. Kalian akan melihat berbagai jenis cerita dan kejadian di kafe ini di mulai dari seorang anak angkat yang ingin balas dendam,kakak yang mungkin tidak akan pernah melihat adiknya yang bahagia lagi, dan sebuah kejahatan kriminal namun pelakunya beda dimensi.

Akankah semua pertanyaan ini akan terjawab?

Setiap babnya terhubung termasuk kejadian prolog yang akan langsung terhubung ke bab 1

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Mar 11, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Story at Montgomery coffee shopStories to obsess over. Discover now