prolog

373 40 9
                                        

BUGH!! 

"k-kak...ampun-AKHHH!! hks.."  di dalam sebuah gudang kosong yang terletak di dalam sekolah,ada seorang pria tinggi,tampan,berkulit tan,rahang tegas dan hidung mancung yang sedang melakukan kekerasan terhadap sang adik kelasnya sendiri karena mendapati sang adik kelas nya itu sedang meletakkan kotak bekal di dalam loker nya pada saat jam istirahat tadi siang. 

"jadi kotak bekal yang sering gw lihat ada di dalam loker gw itu dari lo?"tanyanya setelah menendang betis sang adik kelas hingga terjatuh di atas lantai berdebu gudang itu.

"hks...i-iya ka-"   SREKK  saat ingin menjawab pertanyaan sang kakak kelasnya tiba tiba sangkakel berjongkok di depannya yang sedang terududuk lemas di lantai gudang lalu mencengkram lehernya dengan kuat hingga dirinya kesulitan bernafas. 

"STOP MANGGIL GW DENGAN SEBUTAN ITU BANGSAT!!"ucap sang kakak kelas penuh penekanan dan emosi 

"jijik gw dengar lo nyebut itu,DASAR BENCONG" teriaknya penuh emosi yang di ujung tanduk tepat di depan muka sang adik kelas yang mukanya memerah akibat kesulitan bernafas. 

"j-jeong-woo aku m-mohon le-lepas kan t-tangan mu-" junghwan mencengkram erat tanggan berurat pria di depannya kuat dan meminta untuk melepaskan cengkraman tersebut dari leher putih susunya.

"banci kayak lo gak pantas perintah gw!" 

DUGH!!  BUGH

setelah perutnya di injak oleh sang kakak kelas tiba tiba sang kakak kelas nya itu mengambil potongan kursi yang sudah patah dan langsung menghantamkan nya ke betis nya-

"AKHH!!HKSS KAK JEONGWO-HKSS JUNGHWAN MOHON BERHENTII HKSSS.."  Teriak sang adik kelas kesakitan lantaran benda padat itu menghantam kaki kirinya. 

"bencong homo kayak lo pantas dapatin ini, bangsat" ucapnya sebelum melangkah kan kakinya keluar dari gudang kumuh itu dan meninggalkan adik kelasnya sendiri yang sedang meraung kesakitan di dalam gudang berdebu dan gelap itu.

"hks bunda..wawan g-gak kuat..hkss ..." junghwan menangis meraung kesakitaan kala sang kakak kelas meninggal kan nya seorang diri di dalam gudang dan mencoba untuk berdiri..

"AKHH" satu rintihan keluar dari mulut si manis kala dia berhasil berdiri dari duduknya

"ya tuhan..ini sakit banget..wawan mau pulang gimana? besok Wawan sekolah gimana?" bertanya pada diri nya sendiri setelah mengangkat celana sekolah nya dan melihat memar yang begitu besar yang ada di betis kirinya akibat perbuatan kakel brengsek tersebut yang sayang nya ia cintai.

dengan baju yang sudah kotor penuh debu,rambut berantakan dan muka sembab nya,ia melangkahkan kan kakinya untuk pulang ke rumah sang neneknya yang di tinggali oleh dirinya sendiri. 

so junghwan ,putra tunggal dari tuan park dan nyonya Choi,sayang nya kedua orangtuanya tersebut sudah tiada akibat kecelakaan yang menimpah kedua nya ketika dirinya masih berumur 8 tahun,kala itu ia di asuh oleh sang nenek dari sang ibu,namun saat dia ber umur 13 tahun dirinya di tinggal kan untuk selamanya oleh sang nenek,tentu saja mulai saat itu ia hidup mandiri di rumah sang nenek,mencari uang dengan bekerja menggumpulkan botol bekas dan menimbangnya.kini dia berumur 16 tahun,ia tumbuh menjadi laki laki mandiri,ramah, penyayang,cantik,manis dan tampan di waktu yang bersamaan,namun sayang nya ia mencintai sesama jenis yang,sialnya lalaki yang ia sukai itu homophobic.   

homophobic •• woohwanGeschichten, die süchtig machen. Entdecke jetzt