.
.
.
Pagi ini rintik hujan turun membasahi kota jakarta semua orang menunggu matahari terbit, tetapi seorang gadis tersenyum senang menatap butiran² air itu turun ke tanah
"Indah" gumam gadis itu..
Hujan bisa membuat semua tenang, termasuk gadis itu karna ketika hujan ada seseorang yang akan bertemu dengan gadis ini..
walau itu hanya khayalan dia..
"Kanara? Cepet masuk kampus sana!" kanara menoleh kearah orang yang memiliki suara "Raden! Sejuk den di sini enak"
Pria yang memiliki nama Raden itu hanya menghela nafas berat "masuk, gue gak mau liat Lo sakit. Nih pake payungnya" kanara meraih payung itu "thanks Raden" Raden mengangguk "yaudah gue duluan" Raden masuk ke gerbang kampus itu..
...
"Oyy, ketbem ini data nama² maba" pria itu menoleh menatap raden, lalu ia mengambil setumpuk kertas itu "gile banyak banget!"
"Yaaa gitulah, namanya juga kampus negri marka²" marka menepuk bahu raden bangga.. "memang lo sahabat gue yang paling bener"
"Dia kalo udah di kasih bantuan pasti mujinya gitu" Marka terkekeh sembari merangkul Raden.. "Oh ya, dimana asella?"
"Holl, lo suka dia?" sontak raden menatap wajah marka sinis "kenapa emang? Gue gak boleh nanyain asella?"
"Stop berargumen mari kita bekerja!!" Teriak pria itu "Sok anying, biasanya paling males si Haikal mah" Haikal menompang dagunya "biar dapet cewek, lumayan adik kelas"
"Yehhh, ospeknya di batalin aja, hujan beginian gak bakalan berhenti" haikal menatap keluar "tunda dulu besok mulai"
"Siap pak ketu" Marka melirik menatap seseorang yang tengah terdiam..
...
Siangpun tiba, hujan sendari tadi tak ada berhentinya. kanara menghela nafas panjang ia sedikit kesal karna pembatalan ospek dadakan..
"mau sampai kapan hujan?" kanara menoleh menatap marka yang berdiri di sebelahnya "halo kak marka?"
Marka yang terpanggil sontak menatap kanara "iya" balasnya singkat "ohh yaa kak perkenalkan nama gue kanara febriani putri"
Kanara mengulurkan tanganya, tetapi marka hanya tersenyum sebagai balasan lalu mengalihkan wajahnya..
Kanara menarik tanganya kembali, di halte itu seketika hening.. tidak ada yang membuka obrolan di antara mereka berdua..
Menitpun berlewat, tetapi mereka berdua tetap dengan posisi itu.. menatap rintikan hujan..
"Kanara" panggil marka, kanara ymenoleh menatap marka "lo kenal raden?"
"Ahah, iya dia temen gue dari kecil kak" marka mengangguk "tapi kenapa banyak yang gak kenal gue ya? Cuman Lo yang berani nyapa gue.."
Kanara tertawa, "mungkin kaka gak terkenal and galak" ucap kanara membuat Marka tersenyum kesal
"Heh! kaka terkenal loh! Baik juga!" kanara semakin tertawa
"Btw hujanya udah reda nih, lo mau bareng?" kanara menatap langit yang perlahan terganti orange "gerimis"
"gpp trobos aja kuy!" kanara berdiri lalu mengangguk, marka memberikan helm bogo itu.. "pakai, takut ada polisi"
Kanara memasangkan helmnya "helm siapa ini?" marka tersenyum lalu menyalakan motornya.. "sella" kanara mengerutkan keningnya.. "crush ya?" Marka menggeleng .
"Udah ayok gak penting" kanara lalu duduk di belakang marka..
"Pegangan!" lalu marka menjalankan kendaraanya.. dan pergi dari sana..
.
.
.
Anchwe24
YOU ARE READING
Darari Cinta
Teen Fiction"Aku hanya ingin melihat mu bahagia, bukan bersedih.." . . . .
