Kalo ada orang yang merasa dirinya paling aneh sedunia, mungkin itu yang dirasakan oleh seorang yang sedang duduk di kelas mengamati matahari yang sudah akan terbenam di sore hari tepat nya pukul 3:30. Seorang pria berkulit tan dengan keringat yang mengalir di dahi nya. Sekarang dia larut di dalam pikirannya entah apa yang dia pikirkan yang pasti dia sedang merasa tidak baik-baik saja, ada hal aneh dalam dirinya. Sampai pada akhirnya lamunan itu berhenti karena tiba-tiba seseorang yang berada di depan sana bersuara
"Harsa Diandra" ucap seorang yang sekarang berada di depan papan tulis, melihat salah seorang murid termenung sembari menatap keluar jendela.
"Maaf pak saya kurang enak badan, apa boleh saya ijin untuk pulang duluan dan melewatkan ekskul" ucapnya dengan mata yang sedikit memohon, Harsa tau itu tidak sopan karena sang guru hanya memanggil namanya. Tapi entahlah sekarang dia benar-benar tidak bisa fokus sesuatu terus mengganjal hati dan pikirannya
"Baiklah kalau begitu, kamu bisa pulang duluan dengan syarat besok datang lebih awal ke sekolah dan menyusun buku yang baru datang di perpustakaan" ucap Pak Asan selaku guru ekskul, Pak Asan sadar kalo sedari tadi penjelasan teori nya tidak di perhatikan oleh Harsa, dia tidak ingin memaksa apabila ada murid yang merasa tidak nyaman dengan pembelajaran yang ia berikan, tapi tentu saja tidak hanya dilepaskan begitu saja. Siapapun yang tidak ingin mengikuti pembelajaran ekskul nya maka akan dia hukum entah itu menyapu, membersihkan wc dsb.
Dengan langkah cepat Harsa lari melewati lorong setelah mendapat ijin dari Pak Asan, pria dengan kulit tan dan mata kecoklatan itu kini tiba di belakang sekolah terlihat beberapa murid yang sedang bolos dan memegang rokok ditangan mereka. Melangkah sedikit lebih dekat, akhirnya pria itu menemukan sosok yang dia cari; Mario Geriyano atau biasa di panggil Mario. Dengan sedikit kaget Mario melihat Harsa yang tengah mengatur nafasnya lantaran kelelahan karena berlari dari kelasnya menuju tempat dimana Mario berada sekarang.
"Ada apa saa" ucap pria dengan baju seragam yang acak-acakan, celana abu-abu yang robek di lutut dan juga rambut yang tidak beraturan serta rokok yang diselipkan diantara jari telunjuk dan tengahnya
"Mar, ikut gw ini penting" ucap pria yang berdiri didepan Mario sekarang
Tanpa basa basi, Mario segera menarik tangan Harsa menjauh dari gerombolan orang² disana membawa Harsa menuju lapangan basket yang kini sudah terisi beberapa orang yang sedang latihan disana, berada paling pojok lapangan dekat pohon yang rindang disni lah Harsa dan Mario berada sekarang.
"Kenapa saa, bokap lu mukul lu lagi yaa. Dimana saa, sakit yaa" ucap pria itu yang berhasil membuat harsa tertegun sejenak
"Ini kenapa lu sampai keringat dingin gini" belum sempat harsa angkat biacara mario sudah memberikan pertanyaan bertubi-tubi
"Gue gapapa mar, gue cuma lupa sarapan aja" ucap Harsa menjelaskan pertanyaan yang diajukan Mario
"Bokap juga gaa mukul gue kok" lanjut Harsa diiringi dengan Mario yang mengangkat alisnya pertanda tidak mengerti, kalo bukan karena masalah ayahnya kenapa Harsa memanggilnya dan berkata ada suatu yang penting
"Gue mau ngom-" belum sempat Harsa berkata bell pulang sekolah sudah bunyi, Harsa menghela nafas melihat jam sudah pukul 5:00 artinya sudah waktunya semua murid kembali kerumahnya. "Temuin gue di taman belakang rumah, ada yang mau gue omongin" ucap harsa lalu beranjak pergi dari Mario, sedangkan orang yang ditinggal Harsa sekarang sedang bingung apa yang terjadi kepada sahabatnya ini..
"Jam 9 gue udah ada di taman yaa" ucap mario sebelum Harsa menjauh, dan dibalas oleh isyarat tangan 👌 oleh Harsa
