Chapter 1

39 7 0
                                        

"Jika hidupmu penuh dengan cobaan maka cicipilah, kalau enak langsung makan"
- Calista -

WARNING!
Kata-kata non baku.
Banyak typo.

*
*
*

Seorang gadis membuka matanya perlahan, dirinya merasakan badannya terasa sangat sakit.

"Ndaaa!!" Teriak seorang bocah laki-laki, pria kecil itu langsung lari keluar untuk memanggil dokter, sungguh pintar sekali kau nak.

Gadis itu terbengong, apa tadi? Bunda? Benar kan bocah tadi memanggilnya bunda? Dirinya??? Bunda?.....

Yap dia adalah Calista Cinthya Bella, seorang mahasiswi yang baru saja lulus namun dia tak sengaja jatuh dari lantai tiga rumahnya.

Calista berusaha bangun dari brankar dan menatap sekelilingnya, "Hah? Mommy sama Daddy jadi miskin kah? Kok nempatin gue dikamar RS yang biasa aja?" Ucapnya linglung.

"Dan ini apa ini? Kok tangan gue kurus amat mana dekil lagi!"

Ceklekk...

Pintu terbuka menampilkan seorang dokter masuk kedalam ruangan rawat inapnya diikuti satu suster serta satu anak yang tadi memanggilnya bunda.

"Permisi saya memeriksa keadaan anda terlibih dahulu" ucap dokter itu.

Calista mengangguk saja, namun tidak dengan otaknya yang terus bekerja dengan keras.

"Dok anak itu siapa ya? Dari saya bangun anak itu ada disini" tanyanya bingung"

Dokter itu tersenyum lalu menjawab, "bukankah itu anak anda?"

Calista menggeleng keras, "kapan saya melahirkan anak Segede itu" bantahnya.

"Hiks......huaaaaa ndaaaaa" pecah sudah tangis anak itu memeluk tangan Calista.

"Eh... Ehhh... Cup cup... Jangan nangis, nanti kakak cari bunda kamu ya?"

Bukannya malah tenang anak itu semakin mengeraskan tangisannya membuat Calista bingung.

"Em dok nama saya siapa ya?" Ia menanyakan namanya karna ia merasa jika tubuh serta suaranya berbeda.

"Anda melupakan nama anda? Sebentar...... Nama anda Dania Maheswara" ujar dokter itu.

"Hah?!!! Apa tadi?! Dania Maheswara?!" Kejutnya membuat kepalanya sakit sekali.

"Awas kepala gue!" Ia meringis kesakitan, banyak pecahan-pecahan memori yang memaksa menerobos masuk kedalam otaknya.

"Undaaa.... Hikssss undaaaa!!!" Tangisan bocah itu semakin keras melihat Calista tak sadarkan diri.

Dengan inisiatif dokter itu menggendong pria kecil itu, "tenang ya, bunda kamu cuman tidur dan kamu jangan nangis nanti om dokter belikan kamu es krim mau?" Bujuknya.

Tangisan bocah itu mulai melunak, "hiks.... Unda?"

Sang dokter tersenyum, "bundamu tidak apa, nanti bakal peluk kamu lagi kok"

Bocah kecil itu mengangguk, tak lama ia menyenderkan kepalanya dipundak sang dokter. Terdengar dengkuran halus ditelinganya.

"Dokter sepertinya pasien mengalami cedera dikepalanya sangat serius, apa kita perlu cek kembali?" Tanya suster.

Dokter itu mengangguk, "ya"

•••••

Sudah sehari dirinya masuk kedalam novel yang pernah ia baca sewaktu masih dibangku SMA.

Dirinya hanya ingat jika ia masuk kedalam novel berjudul "Arkael&Lily"

"Tunggu, gue cuman inget sedikit intinya ni novel nyeritain kalau Arkael alias anak gue sekarang tokoh utama dinovel itu" Dania cukup lama termenung memikirkan isi novelnya.

Ia mengacak-ngacak rambutnya frustasi, "gila! Gue lupa itu udah lama banget! Intinya gue bakal mati dibunbun sama anak sendiri!!! Gara-gara Dania alias gue sekarang gak pernah rawat Kael dengan benar dan malah siksa dia dari kecil sampe dewasa!"

"Gak gak! Ini gak boleh dibiarin!" Lalu ia menatap seorang bocah sedang meringkuk tidur dilantai yang beralaskan tikar.

"Ahhh Dania bodoh! Lo kenapa sih tega sama anak selucu Kael!" Dania turun dari ranjang lalu dengan hati-hati ia mengangkat tubuh Kael yang ringan keatas brankar.

"Ringan banget lo bocah, walau gue lupa sama isi ceritanya tapi gue gak bakal biarin lo jadi psikopat dimasa depan! Lo harus jadi anak yang baik pintar dan lembut, sekarang gue mama Lo eh bunda Lo jadi hidup Lo sekarang bakal gue yang urus" ucapnya dengan tulus.

"Gak nangka eh gak nyangka gue udah jadi ibu-ibu, hm sekarang gue harus pake aku kamu biar ni anak gak ngikutin kata-kata kasar gue" Dania mengusap kepala Kael dengan lembut.

"Maaf ya sayang, anggap aja Dania yang kemarin itu udah mati sekarang kamu aman Kael"

Dania merebahkan tubuhnya disamping Arkael lalu memeluk tubuh kecil itu dengan nyaman.

'gue janji bakal bahagian Lo Kael, sekarang lo anak gue, walau Dania asli benci dengan keberadaan lo tapi gue nggak! Kita hidup bahagia berdua tanpa harus ada bayang-bayang masalalu' batin Dania.

Keduanya terlelap dimalam yang sunyi dengan iringan janji untuk menata masa depan yang cerah.

To be continued.

(") Percakapan biasa.
(') Dalam hati.

Male Lead's Mother.Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang