1. STASIUN KANTO

39 3 0
                                        

➤~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~||

¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.

➤~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~||

Stasiun Kanto, Pukul [8:23]

"~~~~"

"~~~~~"

Suara pemberitahuan pemberhentian diumumkan diantara hiruk piyuk kebisingan.

stasiun kanto penuh dengan kepadatan manusia, menempatkan satu wanita berkuncir kuda terjepit di antara ratusan manusia

Dia sedang menahan tubuhnya agar tidak terdorong. Menyeimbangkan dirinya dengan sebongkah tas besar bertuliskan Baseball

"[Reader]!"

Suara salah seorang kerumunan menggema memanggil seseorang. Dia, wanita berkuncir kuda dengan kacamata minus menatap sekitar seolah itu adalah namanya

"[Reader]! Disini! Cepat!! keretanya akan berangkat sebentar lagi"

Lagi. Suara itu terdengar nyaring, wanita yang sedari tadi mencoba mencari asal muasal suara itupun bingung tentang dari mana asalnya

Pasalnya dia bahkan tidak dapat melihat bagian atap dari Kereta api yang berniat ingin dia naiki

Bagaimana ini?

Tangan nya ditarik oleh telapak tangan besar yang kasar. Begitu menyelip beberapa orang dan dirinya berhasil memasuki kereta api, wanita itu menatap seorang lelaki sedang yang tersenyum khawatir padanya

"[Reader]! Yaampun, jangan melamun seperti itu, bagaimana jika kamu akan ketinggalan kereta tadi? Untung aku melihat siluetmu dan bisa menjangkaumu. Apa suaraku tidak terdengar olehmu tadi?"

Pria itu hampir menangis, mata bening secerah langit dengan surai mengembang berwarna hitam pekat membuatnya terlihat ramah

Wanita yang dipanggil [Reader] itu hanya dapat tersenyum dan meminta maaf dengan suara lembut

"Maaf takemichi-kun, Kamu tau sendiri bukan bahwa aku kecil, aku bahkan tidak dapat melihat bagian depan dan atas tubuhku. Terimakasih juga sudah mau membantuku melewati kepadatan itu. Aku benar-benar sangat terbantu seperti biasa"

Kekeh [Reader] menepuk pundak orang yang dia panggil takemichi-kun dengan lembut. Mencoba meredakan kekhawatirannya

Takemichi mengomel, tidak banyak dan ringkas. Setelah di ceramahi, [Reader] hanya dapat menanggapi dengan senyuman. Tidak memberi perlawanan atau bahkan keluhan akan ceramahan itu seolah dia sudah terbiasa mendengarnya.

Setelah pemberhentian pertama, beberapa orang keluar bersamaan dengan takemichi, setelah memberi lambaian perpisahan, mereka pada akhirnya terpisah oleh kereta api yang berjalan

Hingga beberapa kali pemberhentian juga, [Reader] tak kunjung keluar dari kereta api dan hanya duduk di kursi kosong yang tersedia. Hingga pemberitahuan diumumkan bahwa pemberhentian selanjutnya adalah pemberhentian terakhir

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Aug 18, 2023 ⏰

¡Añade esta historia a tu Biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

➢STASIUN KANTO➢//Bonten x [Reader]Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora