rain

15 2 0
                                        

Let's gaurr!!

***

Warna abu-abu menyelimuti langit, pertanda yang tidak baik akan datang yaitu, hujan. Entah apa yang telah terjadi sehingga anak sekolah menengah atas ini—Beomgyu sangat tidak menyukai datangnya hujan.

Beomgyu menatap jengkel ke arah jendela yang penuh dengan bulir bulir air yang jernih, seharusnya langit berwarna oranye terang bukan abu-abu gelap. Akhirnya, Beomgyu bangkit dari bangkunya untuk keluar kelas, persetan dengan air deras yang akan membuatnya basah kuyup. Ia hanya ingin segera pulang. Dengan tas sebagai pengganti payung, Beomgyu membawa kakinya berlari menuju halte bus.

Sembari menunggu bus, ia duduk di bangku halte tersebut. Matanya menelisik ke segala arah, lumayan banyak orang-orang yang berlalu lalang dengan menjujung tinggi payungnya. Akan tetapi, ada satu hal yang membuat matanya terpaku. Terlihat anak laki-laki sedang bermain dengan air yang tak ada habisnya turun dari langit.

"bahagia sekali.." dua kata yang dapat menggambarkan muka sumringah anak laki-laki tersebut. Beomgyu menatap dalam anak itu, sampai ia tidak sadar bahwa anak yang di tatap olehnya mendekat kearah nya dengan baju yang basah kuyup.

"kakak, kenapa menatap ku seperti itu?" tanyanya dengan tatapan yang amat polos. Beomgyu terkejut, tetapi ia mengontrol kembali ekspresi wajahnya.

"Ah tidak, kakak hanya merasa bahagia melihatmu sedang bermain. Apakah kau tidak dicari oleh orang tuamu karena bermain hujan?" mata beomgyu melihat gerak gerik anak tersebut yang sudah mendudukkan dirinya di samping Beomgyu.

"Rumah aku lagi berantakan kak." Walaupun jarak nya dengan anak tersebut sedikit jauh; anak laki-laki tersebut sadar bahwa dirinya basah saat ini. Beomgyu mengernyitkan alis, ia tak mengerti apa yang di maksud berantakan itu. Tapi pada akhirnya ia memilih untuk tidak terlalu penasaran akan hal itu.

"Oh ya, namamu siapa?"

"Namaku Taehyun kak! Kalau kakak?" ucap anak itu dengan senyum lebarnya.

"Namaku Beomgyu."

Setelah itu keheningan melanda, karena anak itu menunduk sambil menggoyang goyang kan kaki kecilnya yang tak sampai ke bawah.

"Aku benci hujan," ungkap Beomgyu dengan mata yang tak lepas dari jalanan basah di depannya.

"Aku suka hujan."

Beomgyu menatap anak itu dengan tatapan bertanya. Sebelum Beomgyu bertanya, anak tersebut sudah menyelanya terlebih dahulu.

"Hujan adalah anugerah dari Tuhan untukku. Hujan memang jahat telah mengambil adikku," jawab anak itu tetap menundukkan kepalanya.

"Tapi aku tidak berhak untuk marah ataupun kesal. Karena hujanlah yang mau mengusap air mata ku ketimbang ibuku sendiri. Hujanlah yang mau menemaniku, disaat yang lain menjauh. Dan hanya hujan yang mau menutupi segala kesedihanku." anak itu mendongakkan kepalanya.

"Jadi, biarkan air mata ku turun sama derasnya dengan air hujan ini." Beomgyu dapat melihat jelas senyum teduh dari anak didepan nya itu.

"Jika hujan bukanlah yang kakak sukai, maka hujanlah yang paling aku sukai." beomgyu menatap dalam mata bulat yang memerah entah karena menangis atau terkena air hujan itu.

"Sepertinya hujan sudah mulai mereda, jadi kakak bisa pulang. Itu bus nya!" Beomgyu menoleh kearah yang ditunjuk anak itu. Saat Beomgyu menoleh ke sampingnya lagi untuk melihat anak itu, ia terkejut. Beomgyu tidak mendapati keberadaan anak itu, yang ia lihat hanya tempat sebelahnya yang basah.

----

Sang mentari mulai tenggelam, dan Langit sudah dipenuhi Oranye terang, tidak seperti kemarin yang dipenuhi gumpalan abu-abu. Beomgyu keluar dari area sekolah. Ia pulang terlambat, karena ia yang harus membantu gurunya untuk mengoreksi ulangannya kemarin.
Beomgyu menoleh ke bangku yang ia duduki kemarin. Ah... Ia ingat, kemana ya anak kecil itu pergi? Ia memperhatikan bangku itu, dan ia menemukan secarik kertas yang ditumpuk dengan batu. Beomgyu mengambil kertas itu karena penasaran. Walaupun tulisan itu sedikit berantakan, ia mengerti dengan apa yang tertulis disitu.

"Terimakasih kak, sudah mau mendengar cerita ku. Oh ya, kakak itu tampan sekali! Aku jadi kagum dengan kakak. Semoga kita bisa bertemu lagi ya, kak."

Beomgyu tersenyum, sebelum menyimpan kertas itu kedalam saku.





















Gajelas bgt ya? Pasti, karena ini cuma ide yg tiba-tiba muncul aja...

Ayo kasih aku kritik tentang book iniii ^~^

[^._.^]ノ彡

𓆟

..........

Bye bye!! Have a great day!

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jul 01, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

HujanStories to obsess over. Discover now