1

1 0 0
                                        



1

Aku Anindya, atau biasa dipanggil Anin, seorang mahasiswi yang sedang menempuh studi di Universitas Halu Oleo, Kendari. Aku bukan tipe orang yang suka dengan teori. Bagiku, teori itu seperti sesuatu yang membuang memori otak-terdengar konyol, tapi itulah yang aku rasakan. Otakku terlalu penuh dengan berbagai hal, dan terkadang aku merasa sulit untuk mengungkapkan apa yang ada di dalam pikiranku. Aku mengerti, tapi aku tidak bisa mengeluarkannya lewat kata-kata. Mungkin karena aku lebih suka praktik, lebih suka merasakan langsung daripada hanya membaca dan menghafal.

Aku adalah mahasiswa gap year. Sebelumnya, aku sempat berkuliah di sebuah kampus swasta kesehatan yang cukup terkenal di kotaku. Namun, aku merasa bahwa tempat itu bukan tempat yang cocok untukku. Aku merasa terlalu banyak tekanan, terlalu banyak pikiran, dan akhirnya aku jatuh sakit. Aku butuh waktu untuk memulihkan diri, untuk menemukan jalan yang benar-benar sesuai dengan diriku.

Hingga suatu hari di rumah sakit tempatku kontrol kesehatan ,aku mendengar tentang seseorang bernama Rajendra Haranzia, atau yang biasa dipanggil Jenjen. Dia adalah mahasiswa kedokteran di salah satu kampus top di Indonesia. Aku belum pernah bertemu dengannya secara langsung, tapi aku merasa sangat menyukainya. Aku menyukainya hanya dari cerita-cerita yang kudengar dari orang-orang sekitar. Jenjen adalah anak tunggal, orang tuanya dokter, dan mereka memiliki rumah sakit. Latar belakang keluarganya lah alasan aku sangat menyukainy, tidak cuman itu dia juga-ambisius, cerdas . Aku sering tertawa sendiri saat membayangkan dia, hahahaha... mungkin terdengar konyol, tapi itulah yang aku rasakan.

____________

Pagi itu, Anindya membuka matanya dengan tergesa-gesa. Dia langsung merasakan kecemasan menghampiri. "Ah sial, aku terlambat bangun!" gumamnya dengan nada panik. Segera dia bangkit dari tempat tidur, bergegas menyiapkan diri untuk mengikuti tes masuk perkuliahan. Hatinya berdebar, takut kalau semua jadwal hari ini akan kacau hanya karena keterlambatan kecil ini.

Meski terburu-buru, Anindya mencoba mengendalikan pikirannya yang selalu penuh. Dia tahu, teori yang selama ini dia rasakan membebani otaknya harus dilalui, tapi dia yakin dengan kemampuan praktiknya. Hari ini, dia ingin membuktikan bahwa semua kerja kerasnya akan berbuah manis, meskipun harus dimulai dari sebuah pagi yang kacau.

Akhirnya, Anindya berhasil menyelesaikan tesnya dengan sempurna walaupun dia merasa ada beberapa jawaban yang kurang maksimal. Rasa lelah selalu menghampiri setiap kali menghadapi ujian seperti ini. Sesekali, dia menyempatkan diri memeriksa ponselnya, membuka akun Instagram seseorang yang selalu ia pantau dengan penuh perhatian.

Entah dari mana datangnya keberuntungan, tiba-tiba hati Anindya melompat kegirangan di tengah parkiran kampus. "Yesss, akhirnya di follow back!" seruannya membahana, menghapus segala penat yang selama ini menumpuk. Setelah berbulan-bulan menanti dengan sabar, Rajendra, orang yang selama ini ia perhatikan, akhirnya membalas perhatiannya di dunia maya.

Anindya terkekeh sendiri, sadar bahwa sikapnya memang hampir mirip seorang stalker. Namun, baginya, ini bukan sekadar mengikuti-ini adalah kekaguman yang tulus pada seseorang yang ia anggap spesial. Meski hanya lewat layar ponsel, ada kebahagiaan sederhana yang mengisi hari-harinya yang penuh dengan dinamika belajar dan kehidupan sebagai mahasiswi.

"Maaf ya.hubungan kita sampai sini aja,aku mau jujur selama 2 tahun ini. aku selingkuh dari kamu ,besok aku nikah dengan rashel,dia hamil udah 3 bulan ,mamanya minta aku nikahin sebelum perutnya membesar" ujar seseorang dari seberang telepon, suaranya begitu dingin dan penuh penyesalan.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Nov 11, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

RAJENDRA ANINDYA!!!JANGAN MIMPI!!!Stories to obsess over. Discover now