Di tengah pertandingan Basket tiba-tiba Zian terjatuh membuat lutut Zian berdarah,Naya panik dan langsung berlari untuk melihat Zian saat bersamaan Rani juga berlari untuk menghampiri Zian.
"Zian kamu ga apa-apa?"tanya Naya panik,tapi Zian tidak menanggapinya sedikit pun.
"Zian kenapa mana yang sakit?"kali ini Rani yang bertanya Zian pun dengan senang hati menjawab pertanyaan Rani.
"Gue ga apa-apa gue cuman ceroboh dan jatuh."ucap Zian pada Rani dengan senyuman
Dimas,Kiky dan Lily hanya bisa salin pandang kesal dengan Rani yang sengaja mencuri kesempatan di saat hubungan Zian dan Naya merenggang.
"Biar aku bantu ke UKS ya." Tawar Naya dan berusaha mengusap luka Zian,dengan cepat Zian menepisnya dengan kasar.
"Ga perlu gue ga butuh bantuan lo,sekarang lo pergi!!..Rani tolong bantu gue ke UKS."Jawab Zian datar
"ZIAN!!" Bentak Kiky yang jengah melihat sikap Zian yang kerlaluan
Naya hanya mematung melihat zian yang bisa berkata sekasar itu padanya dan memilih bantuan dari wanita lain.
"Kenapa lo masih disini? PERGI!!" bentak Zian,tidak kuat dengan perlakuan Zian Naya pun pergi sambil menangis menahan rasa sakit yang begitu sesak dia rasakan.sebenarnya Zian tidak tega melukai Naya tapi emosi menguasai hatinya begitu saja.
"Ayo biar gue bantu ke UKS."ucap Rani lembut sambil memegang tangan Zian
"Ga perlu gue bisa sendiri."dengan cepat Zian menepisnya.Dia hanya memanfaatkan Rani untuk memanasi Naya.
"Ki bantu gue ke UKS." ucap Zian pada Kiky,kiky pun memapah Zian menuju UKS.Rani hanya mengumpat sendiri karena kesal hanya di manfaatkan oleh Zian.
***
Naya berlari menuju kelas dan di susul oleh Lily.Naya duduk di bangkunya dan menakup wajahnya dan tangisnya pun pecah.
"Nay lo yang sabar ya gue ngerti perasaan lo."ucap Lily menenangkan Naya
"Gue tau gue salah Ly tapi apa harus..hiks. dia bersikap seperti itu ke gue? Hiks.kenapa dia ga ngasih gue kesempatan buat ngejelasin semuanya." Ucap Naya di sela tangisnya
"Mungkim dia butuh waktu Nay."
"Waktu? Mau berapa lama lagi Ly ini udah hampir sebulan dia diemin gue,hiks.gue ga bisa hidup tanpa dia Ly."Lily memeluk tubuh Naya yang lemah mencoba menenangkannya walau dia tau itu tidak akan membantu mengurangi sakit hati Naya.
Drtttt...Ddrttt
Tiba-tiba ponsel Naya berbunyi
"Ya hallo."ucap Naya purau
"...."
"Apa harus sekarang,dimana?"
"...."
"Okey sekarang aku kesana."Naya pun memutuskan panggilannya dan langsung bergegas keluar kelas dia tidak menghiraukan Lily yang memanggilnya berulang kali.Naya meminta izin pada satpam sekolah untuk keluar gerbang sebentar beralasan ada yang ingin dia beli.tanpa Naya sadari dari tadi Zian mengikutinya.
Langkah Zian terhenti saat meliat sosok yang ditemui Naya adalah Rival.Zian memilih bersembunyi di balik benteng sekolah memantau apa yang terjadi diantara mereka berdua.
"Ada apa kak?."tanya Naya
"Nay kamu Nangis? Siapa yang bikin kamu Nangis pasti Zian iya kan?"kata rival sambi mengusap pipi Naya dengan sedikit emosi melihat mata Naya sembab akibat menangis
"Udah lah kak ga usah di bahas cepet mau ngomong apa?"
Rival menggenggam tangan Naya lembut,membuat Zian semakin geram melihatnya.Zian mengepalkan tangannya rasanya ingin dia hantam langsung Rival tapi dia menahan emosinya agar bisa melihat apa yang akan dilakukan mereka selanjutnya.
"Nay ini semua salah kakak,kakak janji sama kamu bakal bikin Zian kembali lagi kaya dulu kakak akan berusaha menjelaskan semuanya."
"Kakak Janji?" Tanya Naya tanpa sadar bulir air mata menetes dari mata indahnya
"Tentu.kakak janji Naya..anggap ini sebagai sebagian kecil penebusan dosa kakak sama kamu."
Tiba-tiba Naya memeluk Rival,Zian semakin emosi melihat kejadian itu.
"Makasih kak,tolong kembalikan dia lagi."ucap Naya Lirih
Prookk..prookk..prookk
Suara tepuk tangan Zian membuat Naya dan Rival menoleh dan kaget.Naya yakin ini akan membuat Zian semakin salah paham.
"Romantis! Kenapa kalian ga balik lagi aja toh kalian masih cocok."ucap Zian datar
"Lo ga usah sala-."
"Sssttt..ga usah lo jelasin lagi."ucap Zian memotong ucapan Rival.
"Dengan kejadian ini lo bikin gue yakin buat ninggalin Naya,dengan begitu lo bisa milikin dia seutuhnya."ucap Zian dengan senyum sinis
"Zi-zian a-aku-" ucap Naya gagap
"ZIAN !! STOP! "bentak Rival
"Kenapa? Ini kan yang sebenernya lo mau ga usah munafik."ucap Zian pada Rival."Naya mulai detik ini kita putus jadi lo ga usah ganggu gue lagi,jadi lo bisa balikan sama mantan lo ini."ucap Zian pada Naya.
Deg..Naya membelalakan matanya kaget.Naya tidak mungkin sanggup bila harus berpisah dengan Zian.Zian pun merasakan hal yang sama tapi melihat naya memeluk Rival membuat hatinya semakin hancur dan kalap.
"Please Zian dengerin aku dulu..hiks." ucap Naya sambil menangis.Zian tidak menggubrisnya Zian melangkah meninggalkan Naya.saat Naya ingin mengejarnya sebuah tangan kokoh menahannya
"Udah kamu ga usah ngejar cowo egois kaya dia."ucap Rival menahan Naya.Naya menepis tangan Rival
"Lepas kak! Aku harus kejar dia dan jelasin semuanya."
Naya berlari mengejar Zian tapi sedikitpun Zian tidak menoleh walau hati kecilnya ingin berhenti dan memeluk gadis yang sangat dia cintai itu.namun emosi sudah membuat dia lupa semua itu.Zian berhenti di tengah-tengah tangga menuju kelas atas saat tangan mungil itu berhasil menahannya.
"Please dengerin aku,aku bisa jelasin."ucap Naya memegang tangan Zian
"Lepas Naya!!"
"Ngga!! Aku ga bakal lepasin sebelum kamu mau maafin aku."kekeh Naya
"Ga ada lagi yang bisa di jelasin hubungan kita udah berakhir Nay aku ga bisa maafin kamu."
"Aku mohon Zian.please for give me."
"Lepas !!"Zian menepis tangan Naya.tanpa sadar dia menepis tangannya terlalu kencang membuat tubuh Naya terdorong.Nafas Zian seakan terhenti melihat tubuh gadis itu terguling-guling diatas anak tangga hingga meluruh ke bawah.
"NAAYAAA!!"teriak Zian membuat semua orang berlari kearahnya.Zian segera berlari menuruni tangga dia menakup tubuh yang tergeletak dengan dahi berdarah.dia mendekap tubuh gadis itu dengan panik
"Sayang!! Maafin aku,aku ga bermaksud bikin kamu celaka.Naya bangun!!"teriak Zian histeris
"Ziiaaan Naya kenapa?"teriak Kiky yang baru datang
"Ky cepat bawa mobil gue kita harus segera bawa Naya kerumah sakit CEPATT!!."teriak Zian panik dan melemparkan kunci mobil pada Kiky,kiky segera berlari ke parkiran Zian menggendong tubuh lemah Naya dengan air mata yang tanpa dia sadari menetes begitu saja melewati pipi wajahnya yang tampan.
"Bertahan sayang!! Kamu harus bertahan."bisik Zian pada Naya dan setengah berlari membawanya ke mobil.
****
#sorry kalu ceritanya makin ga nyambung tapi semoga kelanjutannya kebih seru
Maaf masih banyak tulisan yang salah-salah :)
Makasih buat yang udah baca ya :) di tunggu kritik dan sarannya.
