REBORN 1: EVE

14 1 0
                                        

Chapter.1 Eve

Malam itu, kota ini diselimuti keramaian. Kendaraan-kendaraan  bermotor berlalu lalang di jalan raya. Gedung-gedung dengan papan-papan reklame terpasang. Lampu-lampu menghiasi kota ini.

Orang orang berjalan di dalam keramaian. Ada yang tertawa, menangis,bercanda dan bertengkar. Ada yang sendirian dan berkelompok. Tua dan muda, mereka terlihat  menikmati hidup mereka.

Ditemani keramaian itu, ditepi atas sebuah gedung perniagaan berlantai tiga. Seorang gadis kira kira berumur 14, dia mengenakan seragam sekolah dengan rompi merah maroon. Rambut hitam nya berkelabat di tiup angin malam.

Dia terlihat tidak peduli dengan sekitarnya. Mata hitam nya menatap keramaian dibawahnya dengan kosong. Kebencian dan amarah bisa ditemukan dengan jelas di matanya, tapi jejak jejak perasaan sedih dan kecewa dapat pula ditemukan, gadis itu terlihat kesepian.

"Wah, tinggi sekali!" Sebuah suara ceria dan feminim terdengar ditelinga gadis itu, tapi ia tak bergeming. Seakan tidak peduli dengan suara itu, bahkan dia tidak menoleh sedikitpun.

"Hei!" Pemilik suara itu mengibaskan tangannya didepan mata gadis itu. Dengan terpaksa gadis itu menoleh. "Salam kenal, aku Luna."

Pemilik suara itu memperkenalkan dirinya. Rambut putih panjang yang mengalir turun ke belakang seperti air terjun. Mata yang besar dan cerah serta  Senyuman nya terlihat polos dan tidak peduli akan dunia. Entah kenapa dia seperti  kebalikan dari gadis itu.

 Dia tampaknya seumuran dengan gadis itu. Mengenakan celana jeans pendek, kaos polkadot hitam putih yang dilapisi jaket merah muda dan tas selempang di kanan-nya. 

Melihat senyum ceria nya dia hanya bisa menghela nafas. Gadis itu merasa bahwa orang didepannya pasti punya hidup yang menyenangkan.

"Hei, jawab aku, dong!. Tidak sopan jika kau melamun!" Gadis itu --- Luna menggembungkan pipinya dengan kesal.

"Aku," gadis itu berhenti. Terlihat ragu mengucapkan namanya. Nama itu adalah satu-satunya ikatan yang dia miliki dengan keluarga yang membuang nya. Karena itu gadis itu membenci nama itu.

"Aku tidak punya nama." Lanjutnya. Pernyataan gadis itu tergantung dari mana kau melihat nya adalah salah, tapi juga benar.

Dia tentu saja punya sebuah nama. Tapi bagi seorang anak yang tak diinginkan. Nama pemberian orang tua nya adalah hal yang ingin dia buang.

"Apa kau seorang penyihir?" Tanya gadis itu pada Luna dengan nada dingin. Ada sedikit kebencian di dalam kata katanya.

"Wow, bagaimana kau tau? Aku bahkan belum memberitahumu." Meski terdengar terkejut, entah kenapa kalimat Luna lebih terdengar seperti sarkasme.

Penyihir. Itu adalah sebutan bagi mereka yang telah bangkit dengan mana. Tidak ada yang tahu kenapa seseorang bisa bangkit dengan mana, tapi fenomena ini sudah terjadi sejak 60 tahun yang lalu.

Sekarang mayoritas penghuni bumi adalah penyihir. Munculnya mereka memberikan banyak kemajuan dalam hampir segala bidang.

Karena itu, seorang penyihir sekarang di hormati dan di segani dimana pun ia berada. Kasta seseorang ditentukan dengan seberapa berbakatnya ia dalam sihir.

Mereka yang telah bangkit dengan mana, akan memiliki perubahan pada warna rambut dan mata mereka. Tergantung dengan atribut yang mereka miliki.

Luna, memiliki rambut berwarna putih dan mata oranye. Ciri-ciri ini menandakan bahwa ia memiliki sihir atribut cahaya.

"Apa kau mau menghentikan ku?"

"Tidak," Luna menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin mendengar kisahmu." Luna menatap kembali mata gadis itu. "Entah kau akan melanjutkan niat mu atau tidak. sesudah kita berbicara itu terserah mu." Kemudian suasana menjadi lengang. Menyisakan keramaian malan

Harmony Nexus: Nightfall MoonStories to obsess over. Discover now