"Gue udah berapa lama, ya, menjomlo?"
"8 tahun, cuy!"
Alina bermonolog dengan dirinya sendiri. Ia sedang berada di coffee shop langganannya. Rasanya, ia sudah terlalu lama hidup dalam kesendirian. Alina sudah terlalu nyaman berada di zona tanpa pasangan.
Menginjak usia yang hampir setengah abad, Alina mulai goyah dengan kesendiriannya. Ia mulai memikirkan bagaimana bisa mendapatkan pasangan. Ia harus berusaha melawan segala trust issue yang bersarang dalam dirinya.
Syifa, sahabat dekat Alina, sempat menyarankan dirinya untuk bermain aplikasi kencan online. Dan Alina masih ragu untuk itu.
"Memangnya bisa, ya?" Pikirnya. "Memang ada cowok yang tulus?"
Setelah satu jam bergelut dengan pikirannya. Alina pun memutuskan untuk men-download aplikasi Virtual Space. Ia mulai mengikuti petunjuk dalam aplikasi dengan mengisi data dirinya.
Sesekali Alina menyeruput cappucino dingin yang ada di meja. Esnya sudah sangat mencair sehingga rasanya tidak pekat lagi.
Alina mengamati berbagai macam wajah lelaki yang muncul di aplikasi tersebut. Ia menggeser satu persatu. Sampai akhirnya berhenti di satu nama, Arhan.
Fotonya unik. Arhan hanya menampilkan 1 foto wajah dirinya dari jarak jauh. Sementara beberapa foto lainnya ia isi dengan gambar-gambar meme.
"Match!"
Satu kata yang mengartikan jika dua orang pengguna Virtual Space bisa mulai berkomunikasi.
Menariknya, aplikasi ini mengharuskan pihak perempuan yang harus menyapa untuk memulai percakapan.
Alina dan Arhan kemudian terlibat dalam perkenalan yang menyenangkan. Keduanya tampak komunikatif sehingga percakapannya bisa mengalir dengan mudah.
Arhan melanjutkan perkenalannya dengan Alina dengan berpindah ke aplikasi chat, yaitu Telegram. Mereka pun semakin dekat secara virtual.
Tiada hari tanpa berkomunikasi. Meski begitu, Arhan bukanlah orang yang fast respon. Dia adalah sosok workaholic. Sebagai anak rantau, Arhan hanya mengisi hari-harinya dengan bekerja.
Sosoknya yang misterius justru membuat Alina semakin penasaran. Alina bertekad ingin mengenal lebih dekat sosok Arhan. Terlebih, mereka punya hobi yang sama. Ada banyak topik pembicaraan yang semestinya bisa menyatukan keduanya.
Sayangnya, tidak ada jalan yang selalu mulus untuk sebuah tujuan. Arhan tiba-tiba menghilang tanpa memberi kabar.
YOU ARE READING
Virtual Space
RomanceBagaimana bisa seseorang jatuh cinta secara virtual? Akankah perasaan cinta yang hadir itu nyata? Alina adalah sosok dengan sejuta imajinasi di dalam kepalanya. Karena bosan sendirian, ia pun iseng membuat akun di aplikasi kencan dan mengenal sosok...
