Satu persatu pelayat mulai meninggalkan pemakaman. Menyisakan dua orang yang sibuk dengan pedihnya masing-masing.
Memilih untuk berdiri menjaga jarak dari pusara yang sempat menjadi pusat perhatian beberapa waktu tadi.
Menjadi penonton, seseorang yang biasanya terlihat gagah dan bijaksana. Punggung yang biasanya tegap berdiri dengan penuh percaya diri, kini menunduk karena tak kuat menahan perih. Meski tak ada suara, ia yakin, seseorang itu tengah menangis dalam diam.
Tak bisa melihat kedua mata itu untuk memastikan. Sebab, jelaga bening yang selalu menatap orang lain dengan teduh itu disembunyikan di balik kacamata hitam.
Berubah pikiran, ia tak bisa terus membiarkan pria itu hanyut dalam kesedihan. Ada tanggung jawab baru yang harus pria itu pikul meski dengan sesak yang memenuhi jiwa. Kakinya melangkah maju, tangannya terangkat ragu. Menepuk bahu itu hati-hati.
“Mas, maaf aku ganggu. Tapi, kayaknya kita harus segera pulang. Abel daritadi rewel terus.”
Pria itu menghela nafas. Berhenti mengusap nisan berwarna putih yang terpahat nama sang istri disana. Sejujurnya, pria itu masih ingin disini. Menikmati kebersamaan di detik-detik terakhir.
“Ayo, Mas. Besok Mas bisa kesini lagi.” Masih terus berusaha merayu agar pria itu segera beranjak dari tempatnya. Ponselnya sejak tadi bergetar. Dan ia yakin, nama yang tertera di layarnya masih orang yang sama.
Pria itu berdiri. Menatapnya sejenak kemudian mengangguk. “Mama telpon?”
“Iya. Abel nangis terus, udah dari sebelum pemakaman tadi.”
“Dia pasti tahu kalau mamanya baru aja meninggal. Kita ke rumah sakit sekarang ya.”
Pria itu menoleh sekali lagi. Menatap gundukan tanah yang menjadi rumah baru istrinya.
Ia pun melakukan hal yang sama. Menatap dalam pada gundukan tanah itu. Berpamitan, sekaligus merapalkan maaf berkali-kali di dalam hati.
***
Notes :
Haiiii, ini cerita baruku..
Aku rencananya update disini seminggu 1x ya. Kalo di Karyakarsa mungkin tiap hari atau 2 hari sekali.
Aku udah update bab 1 cerita ini di karyakarsa. Kali aja kalian mau ngintip ngintip dulu disana. Link KK ada di bioku yaaa..
YOU ARE READING
Menjadi Dia
RomanceTak pernah ada dalam benak Lila, ia akan menggantikan posisi kakak sepupunya yang telah tiada. Permintaan untuk menikah dengan suami kakak sepupunya terasa berat untuk ia penuhi. Tetapi, cukup sulit untuk ditolaknya. Pernikahannya dengan Wira tak s...
