01. mimpi & sosok

2.2K 118 30
                                        

cw: nsfw 18+, bxb, anal sex🔞

isagi yoichi (top) x itoshi rin (bottom)


ﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ



"Ngh.." Isagi membuka perlahan kelopak matanya saat ia merasakan sensasi hangat, basah dan sesuatu berkedut tepat berada di ujung penisnya.

Isagi melihat samar-samar 'sosok' yang duduk di pangkuannya sedang kesulitan memasukkan penis Isagi ke lubang hangatnya yang basah dan sedikit licin.

"Ah..! I-Isa.." Oh, inilah yang Isagi sukai, disaat sosok itu mendesah sambil menyebut namanya pasrah.

Isagi menatap penisnya yang sudah tertancap sempurna, sosok itu kini mulai mendesah nikmat sambil bergerak perlahan membuat Isagi keenakan.

"Ah~ Ngh.. I-isagi~" Pinggul sosok itu bergerak naik turun dengan tempo teratur, kadang ia berhenti untuk memberikan gerakan maju mundur yang membuat Isagi mengeluarkan erangan keras bersamaan dengan desahan lembut yang meningkatkan nafsu.

Tanpa sadar Isagi mulai meremas pinggang sosok manis diatas tubuhnya itu. Memberikan kode bahwa sesuatu akan keluar dari penis Isagi yang mulai berkedut dan membesar.

"Oh! I'm coming~ Ngh.. Ah!"









Isagi tersentak dari tidurnya. Nafasnya tersenggal, wajahnya merah sempurna dengan peluhnya bercucuran deras. Isagi menoleh kesana kemari, dapat dilihatnya saat ini menunjukkan pukul 5 pagi.

Isagi menghela nafas kecewa. Benar, itu semua hanya mimpi, Isagi pun kembali merebahkan diri ke kasurnya yang empuk, tapi saat ini dapat ia rasakan bagian bawahnya telah basah.

"Oh? Shit." Wajah Isagi menjadi pucat.

Isagi bergegas bangun dan menuju kamar mandi, saat kembali ia mengganti sprei lalu membereskan semua. Saat semua sudah beres, Isagi duduk di tepi ranjang. Kini ia sedang berfikir.

Ini sudah sebulan lebih tapi ia terus menerus bermimpi tentang sosok itu, tiap minggu sosok itu akan hadir dan menemani malamnya.





ﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ






(Flasback)

Awal mula dari semuanya...

Jam pelajaran olahraga, Isagi duduk di tepi lapangan sambil merenung memikirkan hasil ujiannya.

Isagi terkejut saat seseorang menepuk pundaknya, ia menoleh melihat kedua sahabatnya yang pendek itu.

"Oi, Isagi! Stop bengong!" Ucap pria dengan rambut potongan bob yang mencapai dagunya.

"Isagi.. sakit? Kamu gapapa?" Tanya pria satunya dengan rambut merah muda cerah yang dikepang tunggal.

"Aku gapapa kok, Kurona." Isagi bangun dari duduknya dan tersenyum menanggapi pertanyaan Kurona, lalu ia menoleh ke pria satunya.

"Apaan sih lu, Bachira! Ganggu wae."

"Giliran sama Nana baru lu lembut, ye emang anjing lu!" Bachira mendekat dan menarik celana olahraga Isagi lalu kabur dengan kegirangan.

"Woi, Bachira anjing!" Teriak Isagi dengan cukup keras sampai beberapa siswa menoleh kearah mereka.

"Isagi Yoichi." Saat ingin mengejar Bachira, ada suara tak asing sedang memanggil namanya, Isagi menoleh dengan kaku.

"P-Pak Ego.." Ucapnya terbata.

"Masuk ke ruang E W3 sekarang. Kamu terkena hukuman karena berkata kasar dan melepas celana di lapangan." Ucap Pak Ego dengan tegas.

Nada bicaranya yang dingin dan menusuk membuat Isagi menelan ludah, tapi.. seketika ia membeku setelah mencerna kalimat "—Melepas celana di lapangan." Isagi sontak melihat kebawah, benar saja, celananya masih melorot.

"Bachira anjing!" Batin Isagi meronta.




ﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ♡ﮩ٨ـﮩﮩ٨ـﮩﮩ٨ـ





Isagi berjalan melewati koridor dengan wajah yang masam, terus menghela nafas sampai tiba di ruang E W3. Saat membuka pintu, matanya tepat tertuju pada 'sosok' di hadapannya, rupanya sosok itu sedang mengganti pakaian.

Isagi tertegun melihat itu, sosok dengan surai hijau gelap, memiliki postur tinggi dengan pinggang yang ramping, bahkan dadanya yang sedikit berisi membuat Isagi benar-benar menelan ludah.

Yang dilihatnya menoleh, saat mata mereka bertemu, Isagi seakan terhipnotis menatap manik toska dengan bulu mata lentik yang menghiasinya.

Ekspresi pria dihadapannya terlihat datar dan jutek, dengan alis menekuk dan bibir merah yang mengerucut malah menambah kesan 'cantik' dimata Isagi.

"Napa lo?" Ucap pria di hadapannya dengan ketus membuat Isagi tersadar.

"O-Oh.. engga, lu juga dihukum?" Ucap Isagi dengan gelagapan.

"Pake nanya." Yang ditanya hanya memutar bola mata malas dan duduk berpaling membelakanginya.

Saat pria itu membelakanginya, Isagi dapat melihat nama "Rin" tertulis di jerseynya. "Oh.. Rin." Ucapnya dalam hati.

Isagi mendekat dan duduk di sebelahnya lalu sedikit memperhatikan Rin dari samping, Isagi dapat melihat pipi dan hidung Rin yang terluka. Sepertinya dia dihukum karena bertengkar.

"Stop liatin gue!" Rin mulai kesal dan nada suaranya meninggi.

"Maaf hehe, gua Isagi Yoichi, salam kenal ya, Rin." Rin menoleh dengan alisnya yang terangkat sebelah.

"Isagi..? Lu Isagi?" Rin menatapnya dari atas sampai bawah seakan tak percaya.

"Iya, kenapa?" Isagi bertanya bingung.

"Gue ga nyangka lo kaya gini? Ekspektasi gue ketinggian, ah tolol." Ia menghela nafas dan memijat pelipisnya.

Isagi semakin bingung dengan jawaban Rin, apakah Rin sedang stres atau semacamnya? Atau dia sudah mengenal Isagi lebih dulu dan sekarang Rin kecewa karna Isagi tak sesuai ekspektasi?

"Maaf, Rin—" Rin tiba-tiba bangun dan menarik kerah baju Isagi.

"Listen up, I'm gonna crush you." Ucap Rin dengan nada dingin dan tekanan yang kuat lalu ia mendorong Isagi, untung saja dia tidak terjatuh.

"You know what? Nii-chan doesn't deserve someone like you. I'm so much better than you."

Rin berjalan pergi ke luar ruangan meninggalkan Isagi yang sekarang semakin kebingungan.

"Rin ngomong apa? Dia marah kah? Tapi kenapa? Gue ga bisa bahasa inggris cok!"

Tapi bukannya takut atau pun kesal, hati Isagi terasa hangat dan menggebu-gebu, membuat pipinya memerah.

"Oh~ Cantik banget, Rin. Kerah baju gue disentuh Rin.. kenapa bukan pipi atau tangan aja yah." Duh, dasar masokis.


(Flasback end)

Dari situlah Isagi mulai tertarik dan menyukai Rin, bahkan jika Rin kasar padanya, hal itu malah membuatnya semakin menyukainya.

to be continued...


₊ ⊹ dreamy night 𖦹 °Stories to obsess over. Discover now