Sembilan laki-laki tampan yang bersekolah di SMA Cakrawala tinggal bersama di sebuah kos yang tak jauh dari sekolah. Mereka menempati kamar VIP yang memiliki kasur tingkat sebanyak sembilan, pas dengan jumlah anggota mereka.
Zaferino Baskara, panggil saja Zafer. Laki-laki yang selalu bangun lebih awal dari teman-temannya. Dijuluki sebagai yang paling rajin, Zafer selalu membuka tirai jendela dan membangunkan seluruh anggota Zeroys untuk bersiap-siap berangkat sekolah.
Kevin Bagas Maheswara, atau biasa dipanggil Kevin adalah cowok paling malas diantara semua anggota. Disaat semua sudah bersiap-siap sekolah, Kevin masih nyenyak dengan tidurnya. Membuat Zafer menghela nafas berat melihatnya.
"Heh, tukang ngebo, bangun lu! Liat udah jam berapa sekarang. Abang-abang lu udah pada siap-siap nih, ntar lu telat sendirian kapok lagi." Ucap Zafer membangunkan Kevin dan menarik-narik selimutnya.
"Bentar bang, ah ga asik lu. Bentaran lima menit lagi gua bangun." Ucap Kevin dengan mata yang masih terpejam.
"Vin, lu kalo ga bangun dalam hitungan ketiga, gapapa ya PS lu ngilang bentar. Satu, dua-"
"Iya iya gue bangun. Aelah, dikit-dikit ngancem PS gue. Kasian tuh PS udah berapa kali diambil sama lu bang. Iya dah nih gue mandi." Ucap Kevin yang langsung bangun dari tidurnya karena takut PS nya diambil oleh Henry.
Henry Navarez, panggil saja Henry. Dia memang cowok yang paling sabar, tapi sekalinya kesal, dia pasti akan mengeluarkan jurus ancamannya. Henry termasuk salah satu anggota yang paling suka dijahili oleh Kevin, dan juga ditakuti karena ancamannya kepada Kevin.
"Eh, lu pada ada yang liat sampo gue gak? Sampo gue kok gaada ya?" Tanya Jarden sambil mengacak-acak rambutnya yang basah dan handuk yang menggantung di bahunya.
Jarden Biantara, ketua Zeroys yang sering dipanggil Jarden dan dipanggil Aden oleh bibi kos. Terlihat sangat tampan namun memiliki kelakuan yang sangat amat membingungkan semua anggota. Memiliki sifat tegas namun pikiran yang sangat aneh.
"Lah itu rambut udah basah begitu napa masih nanya sampo bang?" Tanya Theo yang juga baru selesai mandi.
Yang ini, Altheo Pradipta. Biasa dipanggil Theo. Mempunyai senyum semanis gula dan emosi segarang singa. Theo sangat suka bermain musik, terutama gitar. Dan dia adalah anak basket yang selalu bermain di lapangan sekolah bersama Kevin dan Rey.
"Dicari lagi bang, siapa tau ada di kamar mandi lain." Ucap Yondy sambil mengancingkan seragamnya.
Yang satu ini, Yondy Biantara, panggil saja Yondy. Dia adalah anggota termuda diantara semua anggota Zeroys. Adik kandung dari Jarden, namun Kevin adalah abang kesayangannya sejak sekolah menengah. Ia selalu ingin terlihat tampan dan keren seperti Henry.
"Aden! Sampo lu kenapa bisa ada disini sih? Bibi jadi salah pake sampo kan, sini lu bocah." Suara seorang perempuan yakni bibi kos disitu, membuat pandangan semua anggota tertuju ke arah teriakan bibi di lantai atas. Jarden yang sangat terkejut itu mengerutkan alisnya bingung.
"Lah, ngapa sampo gue ada di bibi? Kapan tuh sampo bisa jalan sampe sana ya?" Pertanyaan Jarden membuat semua anggota menghela nafas berat dan menepuk dahinya. Heran dengan kelakuan ketua nya yang cukup bodoh.
"Yaudah lu cepet ambil samponya, bego! Pertanyaan lu kaga nyambung amat dah." Suruh Marven dengan kesal. Jarden pun keluar dari kamar dan menuju lantai atas tempat dimana bibi kosnya tinggal.
Ini Marven Daniello, sering dipanggil Marven, si bule tampan. Di sekolah suka tersenyum, di luar garang maksimal. Bule satu ini sangat konyol dan suka membuat pertanyaan tidak jelas, sebelas duabelas dengan kelakuan Jarden.
"Aneh, lagian pagi-pagi gini ngapain keramas sih." Ucap Rey yang baru selesai mandi di tengah-tengah semua temannya sudah siap berseragam.
Yang ini Reyando Abrisam. Seorang anak tunggal kaya raya dan anak pemilik sekolah SMA Cakrawala. Terlihat lucu dan konyol, lelaki itu punya wajah yang paling ditakuti semua orang ketika ia sedang marah. Rey juga sering kali bertengkar dengan Kevin karena ulahnya yang menyebalkan.
"Eh, lu liat tuh jam, udah jam berapa. Lu mau pake kaos itu sampe kapan?" Tanya Gino heran.
Yang ini, Argino Daviandra, biasa dipanggil Gino. Adik Zafer yang selalu terlihat lucu di mata semua anggota Zeroys karena pipi chubby-nya yang menggemaskan. Walau begitu, ia mempunyai badan besar dan macho diantara anggota lainnya. Kevin adalah orang yang paling ia percayai setelah Zafer, kakaknya.
"Lah, udah jam tujuh kurang lima belas yak." Ucap Rey enteng.
"Yaudah kalo udah tau ya cepet ganti seragam, Rey. Ya tuhan kenapa temen-temen gue pada bego begini sih." Ucap Marven heran dengan kelakuan Rey.
"Sadar bang, lu juga biasanya bego kok." Ucap Kevin meledek Marven.
"Iya sih, tapi gue kan ga bego-bego amat. Eh, tunggu deh. Kenapa jadi lu yang ngeledek gue? Berani ya lu sekarang ama gue, sini." Marven menggelitik Kevin untuk membalasnya karena tidak terima dengan ejekannya tadi.
"Yah, ternyata emang ga ketua kita doang yang bego. Temen-temen kita juga pada bego semua." Ucap Zafer kepada Henry disampingnya.
"Kayanya sifat begonya abang gue nurun ke kalian semua dah ya. Ketuanya bego, anak-anaknya juga pada bego." Sambung Yondy disebelah Henry.
"Udah gapaham lagi gue. Kok bisa gitu ya gue bertahan selama lima tahun sama mereka." Ucap Henry heran melihat kelakuan anggotanya.
Tak lama setelah Jarden kembali dari bibi kos, para anggota saling menunggu anggota lainnya dan berangkat bersama menuju sekolah.
YOU ARE READING
Nine Zero Boys
Fanfiction"Mari terus bersama sampai dua ratus tahun kedepan." Sebuah kalimat yang dipegang teguh oleh sembilan laki-laki tampan yang telah hidup bersama selama lima tahun. Dengan kepribadian yang berbeda-beda, dapat melengkapi satu sama lain sebagai sebuah k...
