Menurutmu seperti apa dunia ini?
Entahlah aku juga tidak tau.
Jika disuruh mendeskripsikan, tentunya banyak hal yang tidak bisa dijabarkan.
Lalu? Apa kamu percaya dengan adanya transmigrasi seperti ini?
Bukan transmigrasi penduduk melainkan transmigrasi jiwa.
Jika ada yang mendengarnya mungkin mereka akan menganggapku gila.
Lalu? Bagaimana dengan ku yang mengalaminya saat ini?
Saat ini, didepanku terdapat layar transparan yang menyuruh ku untuk mengisi data diri.
Ha, sialan.
[Sebutkan nama anda]
Nama?
Haruskah? batinku malas.
Menggigit jariku, aku menggumamkan sebuah nama.
Ting!
[Nama : Hellen Jolie]
[Gender : P]
[Umur : 18th]
[Level : -]
[Profesi : Tidak ada]
[Skill : Tidak ada]
Itu benar. Pada akhirnya aku tetap menggunakan nama asliku yaitu Hellen. Walaupun nama belakangku berasal dari makhluk kecil yang duduk di atas kepalaku.
Makhluk mini dengan sayap yang katanya dihadiahkan untukku karena sudah berpartisipasi dalam 'Perjalanan menaklukkan' dan juga untuk membantuku.
Heh? Bedebah. Sejak awal aku tidak ada niatan ikut program apapun itu, tapi sialnya bangun-bangun aku sudah berada di tempat lain.
Omong kosong, aku kesal.
Yah, abaikan itu.
[Master, saya akan menjelaskan tentang dunia ini sekarang]
Aku hanya mendengarkan sembari duduk bersandar pada pohon. Tidak perlu takut binatang buas, karena aku berada di puncak pohon.
Jangan tanya bagaimana caranya sampai.
[Dunia ini adalah tempat dimana sang pahlawan 'Reynard' berhasil menyelamatkan 'Kerajaan Better' dari serangan sang kaisar tirani yang ingin menguasainya.]
Hellen hanya berkedip mendengarnya, matanya mengikuti gerakan Bert-nama mahkluk mini yang tadi disebutkan yang dengan santai menjelaskan.
"Lalu? Dia berhasil?" tanya Hellen sembari menerima apel yang disodorkan Bert.
[Tentu saja master! Reynard berhasil memukul mundur sang kaisar dan berhasil melukainya. Tidak berhenti disitu, munculnya monster-monster tingkat tinggi berhasil dipukul mundur oleh Reynard dan kawanannya. Karena itu, Reynard mendapatkan gelar 'pahlawan']
[Setelah semua masalah selesai, Reynard mengembangkan hubungan dengan salah satu kawanannya yang berjuang bersamanya, yah bahasa mudahnya, ia berkencan]
[Kisah itu ditutup dengan happy ending]
Hellen hanya menganggukkan kepalanya kala mendengarnya, "Hm, hampir mirip cerita-cerita yang pernah kubaca"
"Jadi? Apa tugasku? Menjadi makcomblang mereka berdua?" tanya Hellen menggerakkan jarinya.
[Master]
"Huh? Apa?"
[Bukan itu]
Tampak dahi Hellen yang mengkerut karena bingung, "Apa maksudmu, jangan bertele-tele"
[Tugas anda adalah tetap memastikan sang kaisar yang saya sebutkan tadi tidak mati]
Menyipitkan matanya, Hellen memandang Bert dengan iris mata yang mengkilat.
"Apa maksudmu? Kau tidak menyebutkan bahwa kaisar mati tadi dan kenapa tugas yang harus kukerjakan merembet sampai ke kaisar?"
[Master, ada beberapa bug dalam cerita ini yang seharusnya tidak terjadi]
"Lalu?"
[Misal pada bagian Reynard yang berhasil memukul mundur dan melukai sang kaisar, seharusnya itu tidak terjadi atau lebih tepatnya tidak bisa]
Hellen tampak terdiam, "Lanjutkan"
[Reynard memang pahlawan utamanya, tapi kekuatannya tidak mencapai sang kaisar. Ah, ibarat kata jika Reynard tanahnya maka sang kaisar adalah langitnya. Setinggi itu perbedaan mereka]
Hellen menaikkan sebelah alisnya, "Apa yang ingin kau katakan?"
Bert terbang mendekat ke arah Hellen sampai dekat dengan hidungnya.
[Master, sang kaisar adalah keseimbangan yang menjaga dunia ini, dan ada seseorang yang merusak itu]
Hellen hanya mengangguk paham, "Jadi maksudmu, ada variabel tertentu yang tidak diduga"
[Itu benar, 'mereka' mencoba memperbaikinya namun usaha itu gagal]
Tampak, mata Hellen yang bersinar cepat tanpa diketahui Bert.
"Lupakan itu, kita bisa mencari tau itu nanti, dibanding itu kapan ini dimulai?" tanya Hellen yang sudah bosan.
Bisa Hellen lihat, Bert yang tampak mengusap pipinya.
[Ini dimulai 6 tahun yang akan datang]
Bola mata Hellen tampak menunjukkan getaran kejutan, tangannya meraih tubuh mungil Bert dan mencengkeramnya.
Bert yang digenggam secara erat tampak tidak berdaya.
"Sialan, selama itu? Kenapa tidak kau kirim aku saat mendekati itu saja hah?" geram Hellen meremas tubuh mungil Bert.
[Ah, master! Itu diluar kehendak saya!]
"Lalu apa yang harus aku lakukan dalam waktu 6 tahun hah?"
[Master bisa meningkatkan level master dan membuat diri anda kuat]
[Lagipula bukankah master masih tidak punya level sekarang? Skill master juga tidak ada]
Uh, itu menyakitkan. Sayangnya apa yang dikatakan Bert benar.
Tidak bisakah Bert diam saja?
Menghela nafas panjang, Hellen segera melepaskan tubuh Bert. "Baiklah"
Bert yang dilepaskan memeluk tubuhnya sendiri, [Master mengerikan]
Hellen yang melihat penampilan Bert tampak terganggu, seolah-olah dia menganiaya Bert saja.
Padahal kan benar. Ups.
Mengusap dahinya, Hellen tampak berpikir sejenak. "Jadi? Apa yang harus kulakukan sekarang?"
Bert juga tampak terdiam, [Master, anda bisa berburu]
Mengedipkan matanya, Hellen tampak mengangguk menyetujui.
"Ah, sebelum itu berikan aku cermin"
Bert tampak menatap masternya bingung, tapi tidak bertanya lebih lanjut. Menjentikkan jarinya, muncul cermin kecil ditangan Hellen.
Hellen yang mendapatkannya segera berkaca guna melihat seperti apa penampilannya.
Bibirnya berkedut saat melihatnya.
Bayangan dikaca adalah seorang perempuan dengan rambut pirang platinum dengan bola mata berwarna biru ke abuan.
Wah? Lihat ini? Tidak buruk. Batin Hellen cukup puas.
Bert yang memang mengerti pikiran masternya karena mereka terhubung menarik kedua sudut bibirnya.
Kaca di tangan Hellen hilang kala Hellen mengusapnya. Menepuk kedua tangannya, Hellen segera berdiri dengan tenang.
"Bagaimana kalau kita berburu sekarang?" tanya Hellen menatap Bert yang juga sedang menatapnya.
"Ayo Bert, tunjukkan tempatnya"
[Baik]
Segera, Hellen melayang di udara dibantu dengan sihir angin milik Bert. Mereka berdua bergegas menuju tempat dimana sekiranya terdapat mangsa yang baik untuk diburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Navillera
FantasyHellen yang tidak tau apa-apa tiba-tiba terbangun di sebuah hutan belantara. Sebuah penjelasan yang didapatnya membuat ia harus menjalankan misi guna memperbaiki keseimbangan dunia yang tidak bisa dilakukan oleh 'mereka' tanpa melalui sebuah peranta...
