Two Sugar Daddys 🔞

233 5 0
                                        

Two Sugar Daddys

Part 1

Happy reading.

Tidak ada yang tahu bahwa aku punya dua Sugar daddy. Yeah, tidak ada yang tahu. Aku memang pintar menyembunyikan rahasia. Bahkan teman dekatku tidak tahu aku menyimpan dua pria dewasa di apartemen. Latar belakang keluargaku memang sangatlah kaya. Jadi, itulah kenapa dia tidak penasaran dengan semua barang-barang mewah yang aku punya.

Aku kadang merasa tidak nyaman ketika berdekatan dengan Satu Sugar daddy, teringat dengan Sugar daddy yang lain. Yeah, aku punya dua, mereka berdua berbeda sekali. Yang satu banyak bicara, dan yang satu pendiam. Mereka berdua cukup hangat dan menyayangiku, mungkin karena aku selalu memuaskan mereka.

Alasanku menjadi Sugar baby untuk mereka, yeah, hanya ingin menambah pemasukan saja. Padahal aku juga mendapatkan uang bulanan dari orangtuaku. Gini, sebenarnya aku hanya memanfaatkan tubuhku untuk kesenanganku. Untuk merasa senang, aku harus mempunyai banyak uang dong, jadi begitulah. Dengan adanya uang, aku bisa memiliki apapun yang aku mau.

Nama mereka berdua, Sasuke dan Naruto. Dan, namaku Tara, Takeyama Tara. Semua orang akan langsung membungkukkan badannya kepadaku ketika aku menggunakan nama Takeyama sebagai nama belakang. Akan tetapi, aku tidak melakukannya. Tidak akan pernah, aku membenci keluarga itu. Benar-benar membencinya.

"Sedang apa sweetie?" Tanya daddy Naru. Aku langsung menoleh ke arah pintu kamar.

"Menulis cerita tentang kita," balasku sambil tersenyum manis. Aku kembali fokus dengan laptopku. Tiba-tiba saja, dia mengangkatku dan memangku aku. Aku terkejut, lalu menghela napas lirih. Biarkan saja.

"Cerita seperti apa?"

"Kalau kepo dengan ceritanya bisa membacanya sendiri, nanti," balasku ketus. Aku yakin dia tahu kenapa aku membalasnya dengan ketus. Mengganggu waktuku untuk menulis cerita. Aku sudah menyelesaikan semua tugas kuliah tadi. Jadi, lebih baik aku memulai nulis cerita di waktu senggang begini.

Aku memejamkan mata ketika dia mengecup leherku. Oh ayolah, aku ingin tulisanku ini selesai. Aku juga tidak tahu kenapa dia tiba-tiba saja datang ke apartemenku. Sebelumnya dia tidak mengatakan ingin bersenang-senang bersamaku. Aku bergerak gelisah dan menggeliat geli. Tangannya menelusup ke dalam bajuku dan mengelus perutku.

"Daddy Naru, maafkan aku. Aku sedang menstruasi. Jadi, lain kali saja yaa?" Ujarku dengan muka malu-malu dan takut. Sumpah, aku beneran takut jika aku terkena akibatnya. Having sex ketika menstruasi itu memiliki dampak buruk untuk kesehatanku.

"Okay, tidak apa-apa sweetie, aku hanya ingin memelukmu seperti ini," ujarnya santai, dengan suara beratnya. Untunglah dia tidak marah, waktu itu dia langsung marah. Aku takut sekali, ketika aku sudah selesai menstruasi, dia tahu, dan yeah. Seharian aku hanya berdiam diri di kamar karena untuk berjalan saja tidak bisa.

Dia langsung membalikkan tubuhku, lalu kembali membenamkan wajahnya di ceruk leherku. Dengan sekuat tenaga aku menahan untuk tidak mendesah. Jika itu terjadi, aku tidak tahu hal apa yang akan terjadi selanjutnya. Aku hanya memeluk lehernya dan terpejam, menggigit bibir.

"Apa istri Daddy tidak memberikan jatah? Jadi, Daddy ke tempatku dengan tiba-tiba?" Ujarku dengan nada kecil. Deheman saja yang aku dapatkan. Dia tidak menjawabnya. Ya sudahlah, itukan hal pribadi baginya mungkin.

"Ekhem, apa yang kau lakukan disini? Dobe?"

Alangkah terkejutnya aku melihat pria itu di depan pintu. Dengan gerakan cepat aku langsung turun dari pangkuan Naru. Jantungku berdetak dengan sangat kencang dan mataku melotot terkejut. Jadi, mereka berdua sama-sama tidak memberitahuku akan ke apartemen. Dari sudut mataku Daddy Naru menyeringai tipis melihat reaksiku.

Kumpulan CerpenStories to obsess over. Discover now