Berlari...
Menjauh dari kejaran seseorang yang mencoba menangkap mu.
Mengurung mu..
Mengklaim diri mu bahwa diri mu adalah milik nya.
Hanya milik nya sendiri...
Brakk..
Membuka pintu itu dengan terburu buru..
Mencari tempat persembunyian.
Lemari..
Bersembunyi di dalam lemari yang sangat usang.
Hoshh.. Hoshh..
Mencoba menetral kan nafas milik nya agar seseorang itu tidak mengetahui keberadaan nya.
"tuhan, tolong selamat kan aku"
Batin nya memohon..
Ia mencoba melihat sekitar dari dalam lubang kecil lemari usang itu..
Brakk..
Terdengar suara pintu yang di dobrak kasar.
"keluar lah honey, sebelum aku yang menemukan mu"
Dugh...
Dugh...
Dugh...
Srekk..
Terdengar suara benda yang di tendang dengan kuat, beserta lemari² yang cukup besar dipaksa terbuka...
"keluar babe... Aku hitung sampai 3 jika tidak, aku yang akan langsung menyeret mu keluar"
"satu"
Diam..
"dua"
Tetap berdiam diri..
"tiga"
"baik lah honey, jika itu mau mu"
Berjalan perlahan..
Mendekat ke arah lemari usang itu..
Dengan raut wajah yang mengerikan dan jangan lupakan smrik andalan nya..
"tidak, hiks.. Kumohan jangan"
Brak...
"dapat"
"tidak, hiks jangan.. Lepaskan aku, kumohon hiks"
"no honey.. your mine.. Only mine"bisik nya sensual.
"tidak brengsek! Aku bukan milik mu, lepaskan akuu!"
"shit. Kau bahkan berani mengumpat dan meneriaki ku?, anak nakal harus dihukum, bukan kah begitu sayang?"
"t-tidak...hiks, aku minta maaf"
"sttt...let's play baby boy"
