Prolog

11.1K 921 14
                                        

Namanya Rafi, yeah just Rafi.
Rafi adalah anak polos berusia 7 tahun.
Rafi merupakan anak yatim piatu,sejak bayi Rafi sudah dirawat oleh pihak Panti Asuhan.

Disaat Rafi berumur 5 tahun ia pernah bertanya dimana keberadaan Ayah dan Bunda nya kepada bunda Sinta, tapi bunda Sinta hanya menjawab "Ayah dan bunda nya Rafi menitipkan Rafi ke bunda,soalnya Ayah sama bunda nya Rafi punya banyak banget pekerjaan jadi mereka menitipkan Rafi ke bunda."

Dan Rafi yang masih kecil itu tentu percaya dengan apa yang dikatakan bunda nya.

2 tahun telah berlalu sekarang Rafi sudah berumur 7 tahun. Saat ini Rafi sedang duduk di bangku taman memeluk seekor kucing kecil berbulu hitam yang tertidur dipelukannya.

Orang-orang yang memperhatikan Rafi tentu saja merasa gemas dengan anak itu karena Rafi memangku dan mengelus bulu kucing itu dengan lembut.

1 jam telah berlalu, kucing kecil itu akhirnya bangun dan langsung melihat kearah Rafi memperlihatkan mata polosnya yang sangat menggemaskan.

'Meow..'

Kucing itu mengeong pelan dan langsung berlari menjauh dari pangkuan Rafi. Rafi yang melihat itu tentu saja terkejut dan mulai beranjak mengejar kucing itu.

"Hey, tunggu aku kucing kecil!"

Kucing itu terus berlari sampai di sebuah jalan raya. Kucing itu terus berlari ke seberang dengan kaki kecilnya. Sedangkan Rafi yang melihat kucing itu berlari ke sebrang segera mengikuti nya tanpa melihat kanan-kiri terlebih dahulu.

Tiinn.. Tiinn..



Tiba-tiba ada suara klakson keras berbunyi dari sebelah kanan Rafi. Rafi yang mendengar itu sontak melihat ke arah samping dan-

Brak

Tubuh Rafi tertabrak dan menggelinding jauh ke pinggir jalan.
Di tengah-tengah kesadaran nya ia melihat dengan jelas kucing kecil itu berbicara dengan tatapan teduhnya...

"Tidurlah dan semoga kehidupan kedua mu bisa membuatmu bahagia.."

Setelah nya kedua mata Rafi tertutup rapat dan Rafi pun meninggal di tempat dengan keadaan badan penuh bersimbah darah.

________________________________

Putih.

Disini serba putih dan kosong.

Rafi terbangun di tempat yang diselilingnya putih polos tidak ada apa pun.

Mencoba menghiraukan, Rafi kemudian bangkit mencoba mencari sesuatu atau apapun asalkan ia bisa melihat hal lain selain warna putih.

Lama berjalan ia melihat sesosok laki-laki dewasa yang sedang duduk di bawah pohon rindang dengan keadaan membelakanginya sambil meminum teh.

Ia memiliki rambut hitam panjang, berkulit putih mulus dan memakai baju hitam yang memiliki corak keemasan.

Disekelilingnya ada banyak kupu-kupu emas beterbangan mengelilinya seakan ia adalah tuan dari mereka. Rafi terpesona dengan sikap keanggunan laki-laki tersebut.

 Rafi terpesona dengan sikap keanggunan laki-laki tersebut

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Rafi?"

Rafi terkesiap ketika tiba-tiba laki-laki itu berdiri tepat di depannya.

"Uh.. iya?"

"Namaku Kerverust, panggil aku Papa Verust"

"Um.. iya"

Laki-laki itu,Verust,tersenyum tipis melihat ekspresi Rafi yang menggemaskan. Verust kemudian mensejajarkan tinggi tubuhnya dengan Rafi dan mengelus lembut rambutnya.

"Rafi, aku akan mengabulkan impian yang kau inginkan."

Ya.. Selama ini Rafi memiliki 1 Impian sederhana tetapi sulit untuk didapatkan. Sebuah keluarga yang menyayanginya, merawatnya dengan lembut, peduli dengannya dan selalu ada disampingnya.

"Aku akan memberikanmu sebuah Keluarga yang kau sangat impi-impikan itu."

Verust berkata dengan senyum tipisnya sambil mengelus lembut rambut Rafi.
Rafi yang mendengarnya tentu saja senang dengan mata berbinarnya ia bertanya kepada Verust.

"Benarkah Papa? Apakah Afi akan memiliki Keluarga?"

Verust dengan masih mengelus rambutnya menjawab dengan senyum lebarnya.

"Tentu."

Mendengar itu dengan segera ia memeluk erat Verust. Sedangkan Verust yang menerima gerakan tiba-tiba itu langsung kaget dan membalas pelukan itu.

"Terima kasih Papa Verust. Afi senang akhirnya Afi bisa punya Keluarga seperti yang Afi impikan!"

Verust yang mendengarnya tentu saja merasa senang sekaligus sedih. Senang karena melihat Rafi tersenyum bahagia dan sedih karena melihat Rafi yang memiliki takdir menyedihkan.

Verust mulai melepaskan pelukannya dan kembali menatap pada kedua mata Rafi.

"Sekarang Rafi berlarilah ke arah cahaya kuning disana"

Verust menunjuk ke arah belakangnya yang ada sebuah cahaya kuning besar sedang seperti menunggu sesuatu.
Rafi yang melihat itu pun mengangguk mengiyakan perkataan Verust.

"Kalau begitu Afi mau pergi dulu ya Papa Verust, lain kali kita ketemu lagi yah!! Dadah!" Ucap Rafi setelah melambaikan tangannya sambil berlari kearah cahaya kuning itu.

Melihatnya Verust membalas melambaikan tangan juga ke Rafi walau Rafi sudah masuk ke dalam cahaya kuning itu.

Wajah ramahnya berubah seketika menjadi dingin. Aura disekitarnya pun ikut berubah menjadi dingin dan mencekam.

Verust menjetikkan Jari nya sambil duduk kembali dengan kaki kanannya yang menopang di atas kaki kirinya.

Tiba-tiba muncul sosok hitam dengan aura yang menyeramkan berlutut di depan Verust dengan tangan kanannya yang ia letakkan di dada kirinya.

"Salam hamba kepada anda,








Dewa Kerverust sang dewa Kehidupan."

"Hm, jaga Rafi dengan baik. Jangan sampai luka. Penggangu hidup Rafi...

















MATI."

"Dimengerti."
Lalu sosok itupun menghilang ditelan angin.












To be continue..

Ravinz De Vanca [Hiatus]Stories to obsess over. Discover now